Archive for the 'Tip dan Trik' Category

Mar 31 2008

Membuat Efek Teks yang Membelit di Photoshop

Published by Jubilee under Grafis, Tip dan Trik

Tampilan teks horizontal atau vertical sudah biasa kita lihat. Namun teks yang memiliki roh sehingga bisa membelit objek tampaknya akan mengundan perhatian. Inovasi ini sebenarnya bukanlah hal baru, karena kita bisa menemukannya di banyak media massa. Nah, bila Anda tertarik untuk membuatnya, maka lanjutkan saja dengan menekuni langkah demi langkah berikut ini.

clip_image002

Gambar 3.22. Tampilan Objek dengan Teks yang Membelitnya

1. Siapkanlah sebuah kanvas dan letakkan sebuah objek di dalamnya. Kali ini kami memilih sebuah objek planet bumi dengan latar belakang kanvas berwarna hitam.

clip_image004

Gambar 3.23. Objek Bumi yang Hendak Diberi Teks

2. Jika sudah tekanlah tombol huruf T sebagai perintah untuk menggunakan Type Tool.

3. Kemudian ketikkan teks yang Anda inginkan.

clip_image006

Gambar 3.24. Mengetikkan Teks

4. Bila tulisan telah selesai dibuat, klik Warp Text clip_image008 di Options Bar.

clip_image010

Gambar 3.25. Memilih Ikon Warp Text

5. Pada kotak dialog Warp Text, pilihlah opsi Arc dan geserlah slider Bend sampai di posisi +100%.

clip_image012

Gambar 3.26. Tampilan Kotak Dialog Warp Text

6. Jika sudah klik tombol OK.

7. Selanjutnya gandakanlah layer teks tersebut.

clip_image014

Gambar 3.27. Hasil Penggandaan Layer Teks

8. Klik kembali ikon Warp Text clip_image008[1].

9. Geserlah kembali slider Bend ke arah kebalikannya, yakni -100%.

clip_image016

Gambar 3.28. Menggeser Slider Bend

10. Akhiri dengan menekan tombol OK.

11. Pilihlah Move Tool clip_image018 pada Toolbox dan tariklah objek teks hasil penggandaan ke bagian bawah.

12. Tekanlah tombol Ctrl+T untuk memunculkan handle-handle Free Transform Tool pada objek teks. Kemudian klik dan tarik handle-handle tersebut sehingga ukuran objek teks serasi dengan ukuran objek planet yang berada di tengah.

clip_image020

Gambar 3.29. Dua Objek Teks yang Diatur Berhadap-hadapan

13. Tekanlah tombol Ctrl, lantas klik layer teks pertama dan layer teks kedua sehingga keduanya terseleksi.

clip_image022

Gambar 3.30. Dua Buah Layer Teks yang telah Terseleksi

14. Lantas pilihlah menu Layer > Rasterize > Type.

clip_image024

Gambar 3.31. Memilih Opsi Rasterize Type

15. Selanjutnya klik layer teks hasil penggandaan dan tekanlah tombol Ctrl+E sehingga layer teks hasil penggandaan tersebut menjadi satu dengan layer asli.

clip_image026

Gambar 3.32. Layer-Layer Teks yang telah Menjadi Satu

16. Setelah itu gandakanlah layer teks tersebut dengan cara klik layer objek teks yang pertama dan tarik ke ikon Create a New Layer lantas klik pada ikon tersebut.

clip_image028

Gambar 3.33. Hasil Penggandaan Layer Teks

17. Tekanlah kembali tombol Ctrl+T sehingga muncul handle-handle Free Transform pada objek teks hasil penggandaan. Kemudian klik dan tarik handle yang berada di sudut sambil menekan tombol Ctrl.

18. Lakukanlah hal yang sama untuk objek teks yang kedua sehingga kedua teks tampak seperti ilustrasi berikut ini.

clip_image030

Gambar 3.34. Posisi Teks yang Diatur Saling Silang

19. Jika sudah pilihlah layer teks yang pertama, setelah itu tekanlah tombol huruf E untuk perintah Eraser Tool. Lantas hapus teks yang berada di dalam objek planet.

clip_image032

Gambar 3.35. Memilih Layer Teks Pertama

20. Lakukan langkah tersebut pada objek teks yang kedua sehingga memperoleh hasil sebagai berikut.

clip_image033

Gambar 3.36. Tampilan Akhir

3 responses so far

Mar 27 2008

Seleksi dengan Ulead PhotoImpact 10

Software image editing manapun, termasuk PhotoImpact 10 ini, dilengkapi dengan fasilitas seleksi. Memang, fasilitas seleksi tidak bisa dipakai sendirian. Ia harus digabungkan dengan fungsi atau perintah lain dalam PhotoImpact 10 agar kita mendapatkan kreasi karya yang lebih bagus atau sesuai keinginan.

Di dalam bab ini, kita akan memfokuskan diri pada tool seleksi yang ada di PhotoImpact 10. Ada banyak tool dan menu yang berhubungan dengan seleksi ini sehingga pembahasan kita pada bab ini tidaklah terbatas pada pengenalan saja, tapi sudah masuk ke tema tentang bagaimana menggunakan tool-tool seleksi secara maksimal.

 

Dasar-Dasar Menyeleksi Objek

Pada tahap pertama ini, kita akan belajar dasar-dasar menyeleksi objek menggunakan tool seleksi. Coba ikuti panduan langkah-langkah yang tersaji di bawah ini:

1. Bukalah file foto1 yang ada di folder \Bab2\ pada CD.

clip_image002

Gambar 3.1. Membuka File Foto1

2. Tekan tombol Open. Berikut tampilan foto itu di atas kanvas.

clip_image004

Gambar 3.2. Tampilan File Foto1

3. Sekarang, pilihlah Standard Selection Tool yang ada di toolbox.

clip_image006

Gambar 3.3. Ambil Option Standard Selection Tool

4. Klik di salah satu sudut seperti diperlihatkan pada gambar berikut dan tahan tombol kiri mouse Anda.

5. Seret ke arah titik 2 dan lepaskan tombol kiri mouse Anda.

clip_image008

Gambar 3.4. Proses Membuat Bidang Seleksi

Setelah Anda melepaskan tombol kiri mouse, bidang seleksi akan mengelilingi objek yang telah Anda tentukan. Berbeda dengan bidang seleksi di Photoshop CS, bidang seleksi PhotoImpact 10 dibentuk dari garis putus-putus yang diam tak bergerak.

clip_image010

Gambar 3.5. Bidang Seleksi di Atas Kanvas

 

Apa yang Bisa Kita Lakukan Kemudian?

Bagian pada foto atau objek yang telah kita seleksi itu memiliki keistimewaan tersendiri dibanding bagian yang tak ikut terseleksi (berada di luar kotak bidang seleksi). Namanya juga menyeleksi, yang berarti kita memilih objek tersebut karena memiliki keistimewaan tersendiri.

Apa yang bisa kita lakukan terhadap objek yang sudah diistimewakan lewat seleksi itu? Setelah Anda menyeleksinya, Anda bisa melakukan hal-hal berikut:

· Meng-Cropping foto dengan cara memotong area pada foto yang berada di luar kotak seleksi.

· Meng-Copy atau meng-Cut gambar itu untuk di-Paste ditempat lain.

· Menghapus bidang yang terseleksi.

· Memberi efek spesial khusus pada bidang yang terseleksi, dan lain sebagainya.

clip_image012

Gambar 3.6. Bidang yang Terseleksi Bisa Kita Beri Efek Spesial Tanpa Mengganggu Bagian Lain yang tak Terseleksi

 

Memilih Bentuk Bidang Seleksi

Pada contoh di atas, bidang seleksi yang kita buat berbentuk persegi empat dengan ukuran bebas. Sebenarnya, ada bentuk lain yang bisa Anda pilih, antara lain Square, Ellipse, dan Circle, di samping Rectangle itu sendiri yang kita pilih sejak awal.

Berikut cara untuk memilih bentuk-bentuk bidang seleksi dan efeknya pada foto:

1. Pastikan Anda masih memilih Standard Selection Tool clip_image014.

2. Pada Attribute Toolbar, tepatnya di bagian Shape, pilihlah salah satu bentuk yang tersaji di sana. Ada Rectangle, Square, Ellipse, dan Circle.

clip_image016

Gambar 3.7. Memilih Bentuk Bidang Seleksi

3. Lihatlah tampilan masing-masing bidang seleksi di bawah ini (bidang seleksi berbentuk Rectangle tidak lagi dimunculkan).

clip_image018

clip_image020

clip_image022

Gambar 3.8. Bentuk Masing-Masing Bidang Seleksi

 

Catatan

Beda antara Rectangle-Square dan Ellipse-Circle terletak pada fleksibilitas saat membuat ukuran bidang seleksi dimana Square dan Circle jauh lebih terbatas.

 

Menggunakan Soft Edge

Soft Edge berfungsi untuk menghaluskan bidang seleksi sehingga objek pada foto tampak lebih soft di atas kanvas. Untuk menggambarkan kemampuan Soft Edge itu, lakukan panduan langkah-langkah di bawah ini:

1. Buka file foto2 yang ada di dalam CD (masih berada di folder \Bab2\).

clip_image026

Gambar 3.9. Tampilan File Foto2

2. Pilih Standard Selection Tool clip_image014[1] yang ada di toolbox.

3. Sekarang, pilih bentuk bidang seleksi Ellipse.

4. Buat bidang seleksi seperti tampilan berikut ini:

5. Pada Attribute Toolbar, masukkan angka 15 pada kotak Soft Edge seperti ilustrasi berikut:

clip_image028

Gambar 3.10. Masukkan Angka 15 di Bagian Soft Edge

6. Buatlah bidang seleksi berbentuk lingkaran pada foto.

clip_image030

Gambar 3.11. Membuat Bidang Seleksi Berbentuk Lingkaran

7. Tekan tombol Ctrl+C untuk mengkopi bagian yang terseleksi itu.

8. Pilih menu File > New > New Image.

9. Setelah berada di panel New Image, pilih option Same as image in clipboard.

clip_image032

Gambar 3.12. Memilih Option Same as Image in Clipboard

10. Tekan tombol OK dan Anda pun punya kanvas baru.

11. Tekan tombol Ctrl+V untuk mem-paste objek yang tadi telah kita kopi.

12. Hilangkan bidang seleksi dengan menekan tombol Enter.

clip_image034

Gambar 3.13. Sisi Foto Menjadi Tampak Lebih Halus

 

Lasso Tool

Berbeda dengan Standard Selection Tool, Lasso Tool terbukti lebih fleksibel namun butuh ketelatenan tersendiri untuk memakainya.

Kalau kita menggunakan Standard Selection Tool, bentuk bidang seleksi cukup terbatas, yaitu sebatas hanya lingkaran dan persegi empat saja. Sekarang, bagaimana caranya menyeleksi objek dengan bentuk sama persis dengan objek itu sendiri?

Untuk keperluan ini, kita butuh Lasso Tool. Lakukan panduan langkah-langkah di bawah ini:

1. Buka file foto3 yang telah tersedia. Berikut tampilan foto tersebut:

clip_image036

Tampilan 3.14. File Foto3 di dalam CD

2. Klik Standard Selection Tool dan tahan tombol mouse Anda beberapa detik sampai muncul pilihan-pilihan baru.

3. Pilih Lasso Tool.

clip_image038

Gambar 3.15. Memilih Lasso Tool

4. Sebelum memulai, matikan dulu kotak cek Smart Lasso (jika aktif) agar kita bisa menggunakan tool ini secara manual terlebih dulu.

5. Arahkan kursor Anda di salah satu titik terpinggir pada objek yang akan diseleksi.

clip_image040

Gambar 3.16. Klik di Salah Satu Titik Terpinggir pada Objek

6. Klik tombol kiri mouse-tahan-dan gerakkan kursor mouse sampai garis bidang seleksi menelusuri pinggiran objek itu.

clip_image042

Gambar 3.17. Telusuri Pinggiran Objek Menggunakan Lasso Tool

7. Kalau sudah, pertemukan titik awal dan titik akhir garis seleksi itu hingga seluruh objek tertutup atau dikelilingi garis seleksi tersebut.

clip_image044

Gambar 3.18. Titik Awal dan Titik Akhir Bertemu Hingga Menutup Objek

8. Pilihlah Pick Tool dan secara otomatis, garis yang kita buat tadi akan berubah menjadi garis-garis seleksi.

clip_image046

Gambar 3.19. Bidang Seleksi Baru akan Benar-Benar Muncul Setelah Kita Mengklik Pick Tool

 

Magic Wand Tool

Dalam beberapa kasus, tool seleksi yang satu ini sangat menolong dan mudah untuk digunakan. Magic Wand Tool akan menyeleksi area berdasarkan kesamaan warna tertentu.

Magic Wand Tool sangat ideal digunakan untuk menyeleksi objek yang disekelilingnya dikitari oleh warna-warna solid atau sejenis, misalnya rumah yang latar belakangnya tampak langit berwarna biru, manusia yang disekelilingnya hanya terhampar oleh warna putih, dan lain sebagainya. Kita tinggal menyeleksi objek yang warnanya dominan itu dan membalik bidang seleksi sehingga menjadi objek utamalah yang akan terseleksi.

Berikut langkah-langkahnya:

1. Buka file foto4. Anda akan melihat foto serangga seperti ini:

clip_image048

Gambar 3.20. Foto Serangga pada File Foto4

2. Pilih Magic Wand Tool dengan cara mengklik Standard Selection Tool beberapa saat.

clip_image050

Gambar 3.21. Pilih Magic Wand Tool

3. Sekarang, arahkan kursor mouse di atas bidang putih yang mengelilingi objek serangga.

clip_image052

Gambar 3.22. Klik di Area Putih di Sekeliling Serangga

4. Klik tombol kiri mouse sehingga bidang seleksi mengelilingi warna putih tersebut.

clip_image054

Gambar 3.23. Bidang Seleksi Mengelilingi Warna Putih di Sekitar Serangga

5. Pilih menu Selection > Invert untuk membalik seleksi. Kini, objek seranggalah yang terseleksi.

clip_image056Gambar 3.24. Kini, Justru Objek Serangga yang Terseleksi

6. Tekan tombol Ctrl+C.

7. Buka file foto5 untuk memunculkan tampilan foto seperti ini:

clip_image058

Gambar 3.25. Tampilan File Foto5

8. Tekan tombol Ctrl+V untuk mem-paste foto tersebut ke atas kanvas.

9. Tekan Enter untuk menghilangkan seleksi.

clip_image060

Gambar 3.26. Hasil Penggabungan Objek Serangga dan Bunga

 

Menghilangkan Garis Seleksi

Bagi pengguna Photoshop yang sudah lama bekerja dengan software tersebut, mungkin akan mengalami kebingungan ketika harus bekerja dengan PhotoImpact 10 ini, terutama pada saat membuat bidang seleksi. Itu terjadi karena ada perbedaan cara pemakaian tool seleksi ini termasuk bagaimana menghapus garis-garis seleksi dari atas kanvas.

PhotoImpact 10 menyediakan 2 alternatif cara untuk menghapus bidang seleksi. Pertama adalah dengan menggunakan Shift+G dan kedua adalah dengan menekan tombol Enter.

 

Latihan: Membuat Efek Lubang Kunci

Dengan menggunakan trik yang pernah kita pelajari di atas, kita akan membuat sebuah efek lubang kunci pada foto. Untuk mewujudkannya, kita hanya membutuhkan pertolongan dari tool seleksi saja.

Ikuti langkah-langkah di bawah ini:

1. Buka file foto6 dari dalam CD. Anda akan melihat foto ini:

clip_image062

Gambar 3.27. Tampilan File Foto6

2. Pilih Standard Selection Tool clip_image013.

3. Pertama-tama, pilihlah Ellipse pada bagian Shape.

clip_image064

Gambar 3.28. Pilih Ellipse Terlebih Dulu

4. Agar lebih eksotik, masukkan angka 15 ke kotak Soft Edge.

clip_image028[1]

Gambar 3.29. Mengatur Soft Edge

5. Buatlah seleksi berbentuk lingkaran mengelilingi wajah di dalam foto.

clip_image066

Gambar 3.30. Seleksi Bagian Wajah dalam Foto

6. Sekarang, klik tombol + yang ada di bagian Mode.

7. Setelah itu, pada bagian Shape, pilih Rectangle.

clip_image068

Gambar 3.31. Pilih Tanda Plus dan Rectangle

8. Sekarang, buatlah bidang seleksi berbentuk persegi panjang vertikal dimana salah satu bagiannya menyentuh bidang seleksi lingkaran yang sudah ada sebelumnya.

clip_image070

Gambar 3.32. Membuat Seleksi Persegi Empat yang Bersinggungan dengan Seleksi Lingkaran

9. Saat Anda melepas tombol kiri mouse, keduanya lantas menyatu seperti ini:

clip_image072

Gambar 3.33. Kedua Bidang Seleksi Menyatu Secara Otomatis

10. Terakhir, tekan menu Edit > Crop dan hasilnya menjadi seperti ini:

clip_image074

Gambar 3.34. Hasil Akhir yang Anda Dapat

No responses yet

Mar 25 2008

Mengubah Warna di Blogspot.Com

Published by Jubilee under Internet, Tip dan Trik

Ketika Anda memilih sebuah model template untuk blog, maka warna template pun telah ditentukan. Nah, bagaimana bila warna tersebut tidak Anda sukai? Tidak perlu kuatir karena Anda sebenarnya bisa mengubah warna tersebut.

Caranya sebagai berikut:

1. Di tampilan blog, klik tombol Kustomisasi yang berada di bagian atas tampilan blog.

clip_image002

Gambar Memilih Tombol Kustomisasi

2. Bukalah panel Template, lantas pilihlah bagian Font dan Warna.

3. Di kolom sebelah kiri, pilihlah bagian blog yang ingin Anda ubah warnanya, misalnya bagian Warna Latar Belakang Utama.

clip_image004

Gambar Memilih Bagian Warna Latar Belakang Utama

4. Pada kolom-kolom warna di sebelah kanan, pilihlah warna yang Anda inginkan. Begitu salah satu warna dipilih maka tampilan blog akan langsung berubah dan Anda bisa melihat perubahan tersebut di bagian bawah panel Template. Dengan demikian Anda bisa menentukan warna yang cocok untuk sebuah blog.

clip_image006

Gambar Tampilan Warna Latar Blog yang telah Berubah

5. Jika sudah klik tombol Simpan Perubahan.

6. Lihatlah tampilan blog Anda secara keseluruhan dengan membuka panel Lihat Blog.

clip_image008

Gambar Tampilan Warna Halaman Blog yang Bervariasi

One response so far

Mar 20 2008

Desain Pintu dan Jendela dengan ArchiCAD 10

clip_image002

Gambar 11.1. Model-Model Desain Pintu dan Jendela

Door Tool clip_image004 sesuai namanya digunakan untuk membuat pintu pada desain. Dari jenisnya dibedakan menjadi beberapa kelompok:

§ Entrance-Storefront untuk jenis pintu pada kantor dan pertokoan.

§ Metal Door. Jenis pintu dari metal yang bisa digunakan untuk pabrik, ruang mechanical electrical, dan gudang.

§ Opening Door digunakan sebagai pintu bukaan dengan pelubangan pada tembok, misal pada penghubung ruang keluarga dengan ruang makan, atau ruang makan dengan pantry, dan sebagainya.

§ Special Door yang di dalamnya berisi pintu kepala bulat (arc), model pintu Bifold, pintu garasi, dan pintu geser (sliding).

§ Wood/Plastic Door yang terbagi dalam pintu masuk dan pintu interior.

§ Building Structure sama fungsinya dengan Storefront, model pintu besar dan tinggi yang sering dijumpai pada bank dan mall.

Pada floorplan display dari door berupa simbol 2D. Dengan editing pada door setting di info box tampilan simbol door dapat divariasikan sesuai keinginan. Editing dan peletakan pintu dapat pula dilakukan pada jendela 3D dan S/E.

11.1. Setting Door Tool

Pada setting door terdapat panel-panel yang digunakan untuk editing elemen pintu, dimensi, bentuk, asesoris, dan pilihan tekstur.

clip_image006

Gambar 11.2. Jendela Door Default Settings

A. Preview and Positioning

Panel ini berisi tool yang berkaitan terhadap display pada floorplan.

clip_image008

Gambar 11.3. Kotak Dialog Preview and Positioning

Pada tool clip_image010 digunakan untuk memilih library jenis pintu dengan cepat tanpa harus menggunakan browser.

Pada panel sebelah kanan terdapat jendela preview untuk melihat model pintu. Dengan pilihan display 2D, 3D, sampai rendering model, dengan klik mouse dalam jendela preview ini, bisa digunakan untuk mengamati objek pintu dari sisi depan dan belakang.

Panel Flip digunakan untuk mengganti orientasi arah dari bukaan pintu.

Panel Empty Opening dengan mengaktifkannya kita akan membuang jenis pilihan pintu sebelumnya dan menempatkan lubang pada dinding dengan parameter dimensi pintu yang dipilih sebelumnya itu.

Anchor Point merupakan metoda peletakan geometri objek pintu pada elemen. Pada pilihan pertama titik seleksi peletakan kursor mouse ada di tengah, dan pada pilihan kedua titik peletakan dengan kursor mouse ada di pinggir. Fungsinya, semisal, diinginkan meletakkan pintu tepat di sebelah kolom, maka dengan pilihan kedua ini peletakan dapat dengan mudah dilakukan tanpa harus berkali-kali menggeser dengan drag untuk presisi.

Construction Method pada door ada 3 macam, yaitu Edge, Sill, dan Reveal, dan digunakan sebagai pilihan peletakan pintu pada dinding. Dengan memilih Sill atau Reveal peletakan objek ditentukan dengan memasukkan nilai kedalaman dari muka dinding.

clip_image012

Gambar 11.4. Konfigurasi Construction Method

B. Parameter

Panel ini digunakan untuk menentukan dimensi pada pintu (door) serta parameter penyusun dari door. Jenis pintu yang berbeda memiliki option parameter yang berbeda-beda pula, tergantung pada bentuk dan susunan model komponennya.

clip_image014

Gambar 11.5. Kotak Dialog Parameters

Pada panel sebelah kanan digunakan untuk memasukkan parameter dimensi lebar dan tinggi pintu.

Pada panel kiri terdapat setting untuk mengatur display pada 2D, 3D, dan material tekstur untuk rendering.

Anchor vertical adalah titik dasar penentuan ketinggian pintu terhadap dinding ataupun story. Dengan macam pilihan ini penempatan pintu lebih bervariasi pada desain:

§ Sill to Wall Base: Peletakan ketinggian berdasar posisi dasar pintu terhadap ketinggian dinding.

§ Sill to Story 0: Posisi ketinggian dasar pintu terhadap Story 0

§ Header to Wall Base: Posisi ketinggian pintu bagian atas terhadap ketinggian dinding.

§ Header to Story 0: Posisi ketinggian bagian teratas pintu terhadap Story 0.

§ Select Story: Posisi ketinggian terhadap Story yang dipilih.

clip_image016 clip_image018

Gambar 11.6. Pengaturan di Daerah Anchor

Sub Floor Thickness merupakan parameter yang dimasukkan untuk menambah elevasi pada anchor dalam hubungannya terhadap ketinggian Sill dan Header.

C. Window Plane berkaitan terhadap penempatan pintu pada slanted wall dan dibedakan menjadi :

· Associated to Wall: Posisi pintu mengikuti bentuk dari slanted wall.

· Vertical: Posisi pintu akan selalu vertikal dan mengacuhkan bentuk dari slanted wall.

D. Entrance Door Setting

Panel ini digunakan untuk editing lebih lanjut terhadap parameter dan bentuk dari pintu. Sedikit berbeda dari panel parameter, pada panel ini pilihan bentuk lanjutan lebih berupa gambar sehingga mempermudah dalam pilihan.

clip_image020

Gambar 11.7. Panel Entrance Door Setting

Selain General Setting di atas pada panel editing ini terdapat pula beberapa panel editing lanjutan lainnya tergantung pada jenis dari pintu.

clip_image022

Gambar 11.8. Panel Editing Lanjutan

E. Floor Plan and Section

clip_image024

Gambar 11.9. Panel Floorplan and Section Door

Dalam floorplan secara default door menggunakan simbol standar. Pada ArchiCAD 10 ada beberapa pilihan untuk memilih display dari pintu pada floorplan:

· Symbolic: Merupakan bentuk default.

· Projected

· Projected With Overhead

· Overhead All

Contoh dan bentuk dapat dilihat lagi pada Bab IV tentang Wall. Pilihan lainnya seperti bentuk garis penyusun, warna, dan ketebalan. Setting yang sama juga pada Section Panel yang merupakan setting display pada S/E atau untuk denah kerja potongan. Gunakan tanda centang pada panel untuk menerapkan perubahan pada desain.

F. Panel Model

Panel ini digunakan untuk menentukan tekstur material pada pintu. Untuk penerapan material yang berbeda-beda pada komponen pintu, digunakan panel parameter. Dengan menonaktifkan checkbox pada Objects Material, elemen pintu akan menggunakan material yang sama pada semua komponennya.

clip_image026

Gambar 11.10. Pengaturan di dalam Kotak Dialog Model

Wall Opening Material. Tekstur material pada dinding dapat diterapkan pada jenis pintu bukaan atau Opening Door dengan pilihan sebagai berikut.

· Same as Wall Edge: Tekstur material pada opening sama dengan tekstur material dalam dinding (edge).

· Same as Wall Side: Tekstur material sama dengan material sisi dinding.

· Splitting Curved Wall: Untuk jenis dinding ini ada dua pilihan peletakan material tekstur pada elemen:

· Stright Line: Material elemen pada opening merentang pada dinding kurva.

· Curved Line: Material elemen opening door mengikuti bentuk dinding kurva.

G. Panel Reveal

Panel ini hanya aktif bilamana menggunakan pilihan Reveal pada Construction Method.

clip_image028

Gambar 11.11. Kotak Dialog Reveal

Pada Panel Section terdapat pilihan untuk mengatur dimensi vertikal dari header (atas) dan sill (bawah) pintu.

Pada Panel Floorplan terdapat masukan pilihan pada kedalaman dan lebar dari elemen reveal pintu.

H. Panel Dimension Marker

Panel ini digunakan untuk memberi marker atau tanda simbol dimensi pada Pintu.

clip_image030

Gambar 11.12. Panel Dimension Marker

Pilihan display penampakan marker pada floorplan dapat di-setting pada menu Document > Set Model View > Model View Option.

clip_image032

Gambar 11.13. Pengaturan pada Door Options

Pada panel ini terdapat banyak pilihan untuk editing marker, dari jenis fonts, warna, ukuran, dimensi garis, dan sebagainya.

I. Panel Marker Setting

Panel ini untuk editing lanjutan pada model marker, dan hanya aktif bila Anda memilih jenis marker tertentu pada panel Dimension Marker.

clip_image034

Gambar 11.14. Jendela Panel Marker Setting

Ada 2 pilihan pada editing marker, yaitu Marker Geometry yang mengatur dimensi dan bentuk marker, serta Marker Content untuk memasukkan teks pada marker.

clip_image036

Gambar 11.15. Pilihan Marker

J. Window Tool clip_image038. Sesuai namanya digunakan untuk membuat jendela pada desain, dari jenisnya juga dibedakan menjadi beberapa kelompok:

· Metal Window. Jenis kisi jendela dari metal yang bisa digunakan untuk pabrik, ruang mechanical electrical, dan gudang.

· Opening Window digunakan sebagai jendela bukaan dengan pelubangan pada tembok, bagus juga untuk menempatkan hole penghubung antara ruang makan dengan pantry.

· Wood/Plastic Window. Model jendela yang umum digunakan pada desain rumah, dimana pada sub pilihan terdapat banyak kategori pilihan untuk jenis jendela.

Editing Panel pada window mirip dengan door panel. Untuk itu akan dijelaskan secara ringkas saja pada tool editing tertentu yang membedakannya.

K. Panel Seting Advance Parameter

Nama panel pini berubah sesuai pilihan bentuk dan fungsi dari window yang dipilih.

clip_image040

Gambar 11.16. Panel Advance Parameter

Pada panel ini terdapat juga beberapa sub pilihan panel untuk editing lebih lanjut pada dimensi dan aksesori komponen. Kemudian, masing-masing panel memiliki sub tab untuk dimensi dan detail simbol pada display.

· General Editing: berisi editing dasar pada dimensi window. Pada panel kiri bawah digunakan untuk menambahkan komponen window pada sisi dinding, yang pada ArchiCAD versi sebelumnya dikenal dengan Trim.

clip_image042 clip_image044 clip_image046 clip_image048

Gambar 11.17. Window pada Posisi Standar, Casing Out, Casing In, dan Sill Out

· Panel Ganging digunakan untuk menyembunyikan frame komponen window dalam display 3D.

clip_image050 clip_image052

Gambar 11.18. Panel Ganging

Pada panel kanan atas terdapat pilihan untuk setting diplay 2D Fill, garis kontur, dan simbol pada floorplan.

clip_image054

Gambar 11.19. Plan Symbol dan Wall Contour Line

· Frame and Sash: berisi dimensi komponen frame (kusen) dan sash (komponen bukaan jendela), arah bukaan dari jendela, dan model sambungan komponen kusen.

clip_image056

Gambar 11.20. Panel Frame dan Sash Window

· Elevation and Opening berisi pilihan penggunaan transom, dimensi transom, opening dan garis bantu opening.

clip_image058

Gambar 11.21. Kotak Dialog Elevation and Opening

L. Transom

Sebagai jendela tambahan di atas jendela. Transom merupakan jenis jendela yang sangat sering digunakan di Indonesia yang beriklim tropis. Pada panel ini ada pilihan peletakan transom untuk diinginkan di bawah atau di atas jendela, dan setting ketebalan kusen penumpu transom juga ketinggian jendela itu sendiri.

M. Panel Opening

Digunakan untuk editing model bukaan pada jendela dan sudut bukaannya. Beberapa tipe bukaan yang ada di antaranya:

clip_image060

Gambar 11.22. Model-Model Bukaan Jendela

· Fix: Pilihan untuk jendela mati/tanpa bukaan.

· Side Hung: Pilihan bukaan dari tepi jendela.

· Bottom Hung: Pilihan bukaan dari bawah jendela.

· Top Hung: Pilihan bukaan dari atas jendela

· Tilt-Turn: Pilihan bukaan dengan tumpuan as tengah

· Reversible: Pilihan bukaan bolak-balik.

clip_image062

Gambar 11.23. Model-Model Jendela

N. Opening Line

Digunakan untuk membuat simbol opening pada display S/E dan 3D. Ada 2 tipe yang disediakan, yaitu bentukan garis yang mengarah pada bukaan dan kebalikannya. Sedang model garis bisa menggunakan tipe garis putus atau lurus.

Di bawah ini contoh penggunaan tipe pada Opening Line:

clip_image064 clip_image066 clip_image068

clip_image070 clip_image072 clip_image074

Gambar 11.24. Contoh Penggunaan Opening Line dalam 3D Preview

O. Sash Option

Berisi editing untuk asesoris jendela, dimensi Grid Panes, dan pilihan material.

clip_image076

Gambar 11.25. Kotak Dialog Sash Option

Seperti pada gambar di atas, jumlah panes dapat diatur dan disesuaikan dengan desain dan juga dimensinya. Pilihan posisi dapat berupa Outside dimana grid panes terletak di luar jendela kaca, di dalam ataupun sebagai tumpuan kaca (troughout).

P. Casing Panel

Sebagai editing lebih lanjut bilamana menggunakan Trim atau penambahan elemen hias pada jendela.

clip_image078

Gambar 11.26. Tampilan Panel Casing

Q. Sill, Board, and Head

Digunakan juga untuk editing lanjutan pada pilihan Sill in dan Sill out.

clip_image080

Gambar 11.27. Panel Sill, Board and Head

Berisi pilihan tipe Sill, dimensi serta sudut kemiringannya. Model pilihan sill ada 3 macam, yaitu: Sill dari kayu, dinding bata, ataupun dari batu.

clip_image082

Gambar 11.28. Pilihan Sill

Board sebagai salah satu pilihan aksen hias pada jendela juga dapat dipilih di sini. Material Sill dan board dapat diedit dengan masuk pada pilihan clip_image084 pada tab panel ini.

R. Shutter

Sebagai ornamen penutup jendela, sesuai fungsinya dibagi dalam 2 pilihan, yaitu sebagai Ornamen dan Fungsional. Pada pilihan fungsional, shutter dapat digunakan untuk menutup jendela dengan memberi centang pada Close Shutter.

clip_image086

Gambar 11.29. Tampilan Panel Shutter

S. Masonry Arc

Sebagai konstruksi di atas jendela. Selain memang menjadi konsruksi struktur pada door/window juga bisa digunakan sebagai ornamen hias jendela. Ornamen ini biasa digunakan pada desain rumah klasik dan model gaya Eropa.

Overhang digunakan untuk menentukan kelebihan panjang dari lebar jendela, baik kiri maupun kanan.

Arch Type bisa digunakan bahan Stucco atau batu bata, dengan parameter dimensi yang kita inginkan.

clip_image088

Gambar 11.30. Beragam Arch Type

clip_image090

Gambar 11.31. Tampilan Masonry Arch

Keystone sebagai elemen tengah arc pada gambar di atas, dengan dimensi yang dapat disesuaikan pula.

T. Corner Windows clip_image092

Digunakan untuk membuat jendela pada perpotongan siku dinding.

Corner Window memiliki setting panel yang sama dengan window dan door sehingga tidak perlu diulas lebih jauh.

clip_image094 clip_image096

Gambar 11.32. Tampilan Corner Windows

Pada Corner Window ini kita dapat melakukan editing pada satu bagian jendela saja. Dengan begitu akan lebih variatif dalam desain.

 

11.2. Menempatkan Pintu dalam Desain

Pada praktek kali ini, kita akan berlatih menempatkan pintu dalam desain. Berikut langkah-langkahnya:

1. Buat dinding sederhana dengan spesifikasi seperti pada gambar di bawah ini dengan Rectangular Method clip_image098. Masukkan dimensi dengan axis X=3, Y=3, gunakan tombol keyboard “x” dan “y”.

clip_image100

Gambar 11.33. Setting untuk Dinding

2. Pilih Door Tool clip_image102 dari toolbox dan klik ganda pada ikon untuk masuk ke Door Default Settings dialog box.

3. Pilih “D1 Entrance Side1”.

clip_image104

Gambar 11.34. Memilih Salah Satu Model Pintu

4. Masuk pada panel Parameter dan biarkan dimensinya sesuai default atau Anda boleh mengatur sendiri dimensinya yang sesuai.

5. Karena kita akan menempatkan pintu ini tepat di tengah dinding, maka pastikan Special Snap Point pada Pallete Control Box dalam posisi Half clip_image106.

clip_image108

Gambar 11.35. Menentukan Arah Orientasi Pintu

6. Tempatkan pintu seperti contoh gambar di atas.

11.2.1. Menempatkan Pintu dengan Side Geometry Method

Selanjutnya, kita akan belajar menempatkan pintu dengan menggunakan Side Geometry Method. Berikut langkah-langkahnya:

1. Gunakan pintu Wood Internal “D1 10” sebagai contoh.

2. Pastikan Geometry Method-Side clip_image110 aktif.

3. Tempatkan pintu pada pojok kiri dinding pada denah.

clip_image112

Gambar 11.36. Menempatkan Pintu pada Pojok Kiri Dinding

11.2.2. Menempatkan Jendela dalam Desain

Kemudian, kita akan menempatkan jendela dalam desain. Penempatan jendela dalam desain memiliki cara yang sama dengan pintu. Berikut langkah-langkahnya:

1. Pilih tipe jendela yang Anda suka dan pastikan dimensinya tidak terlalu lebar atau gunakan saja Parameter lebar 0.9 m dan tinggi 1.4 m.

2. Pada seting Anchor Point pilih penggunaan Header to Story 0, dan dapatkan ketinggian 2,00 m agar rata dengan tinggi pintu sebelumnya.

clip_image114

Gambar 11.37. Pengaturan di Bagian Anchor Point

3. Pastikan Geometry Method-Side clip_image115 aktif.

4. Tempatkan juga jendela pada pojok kiri dinding pada denah.

5. Akan muncul tanda eyeball yang sama seperti juga pada Door. Tempatkan pada space yang memungkinkan.

11.3. Memasang Pintu Utama

Kita akan belajar untuk memasang pintu utama lewat langkah-langkah di bawah ini:

1. Buka latihan “10.pln” dari CD.

2. Pilih “Pintu Utama” pada Favorites di Door Tool Dialog Box.

3. Pastikan Geometry Method anchor point pada Center clip_image117.

4. Pada pilihan Dimensional Marker gunakan “D marker 10”. Atur jarak penggunaan font dan ukuran.

clip_image119

Gambar 11.38. Kotak Dialog Dimension Marker

5. Pada panel Listing and Labeling gunakan ID “P.1”.

clip_image121

Gambar 11.39. Pengaturan di dalam Listing and Labeling

6. Pastikan pula Special Snap Point pada Half clip_image123 di Control Box.

7. Gunakan Mark Half pada tembok depan untuk acuan penempatan pintu.

clip_image125 clip_image127

Gambar 11.40. Membuat Pintu Ganda

8. Lihat penempatannya pada Axonometry dengan menekan Ctrl+F3 dan pilih pada posisi front.

9. Klik OK dan tekan F3.

clip_image129

Gambar 11.41. Pengaturan di dalam Parallel Projection Settings

10. Lihat hasilnya. Ganti beberapa parameter kalau merasa kurang sesuai atau menginginkan bentuk dan material yang berbeda.

clip_image131

Gambar 11.42. Hasil yang akan Didapat

11.3.1. Memasang Pintu Sliding

Sekarang, kita akan mempelajari teknik pemasangan pintu sliding. Lakukan langkah-langkah di bawah ini:

1. Buka “Pintu Sliding” dari Favorites pada Door Tool dialog box.

2. Amati settingnya dan berikan sedikit sentuhan bilamana diinginkan.

3. Pastikan Geometry Method anchor Point pada Center clip_image132.

4. Pada pilihan Dimensional Marker gunakan “D marker 10” juga

5. Pada Panel Listing and Labeling gunakan ID “P.2–1”

6. Pastikan pula Special Snap Point pada Half clip_image133 di Control Box.

7. Gunakan Mark Half Cursor pada dinding untuk koridor karyawan sebagai acuan penempatan pintu.

clip_image135

Gambar 11.43. Penempatan Sliding Door

8. Gunakan juga pada beberapa pintu penghubung, karena sliding door ini sifatnya praktis dan tidak memakan banyak tempat.

9. Pada dinding di belakang untuk penempatannya, aktifkan Special snap point pada clip_image137 untuk mendapatkan titik tengah antar kolom.

clip_image139

Gambar 11.44. Hasil yang Didapat

11.3.2. Memasang Jendela Bay

Berikut langkah-langkah untuk memasang jendela bay:

1. Pilih “Jendela Bulat bawah” dari jendela Apply Favorites.

clip_image141

Gambar 11.45. Jendela Apply Favorites

2. Pastikan Geometry Method anchor Point pada center clip_image142.

3. Pada pilihan Dimensional Marker, gunakanlah “D marker 10”.

4. Pada Panel Listing and Labeling gunakan ID “J.1 – 1”.

5. Pastikan pula Special Snap Point pada Half clip_image143 di Control Box.

6. Letakkan di antara kolom pada dinding. Gunakan juga Favorite “Jendela bulat atas” untuk lantai 1.

clip_image145

Gambar 11.46. Posisi Jendela Bay

7. Hasilnya akan nampak seperti berikut.

clip_image147

Gambar 11.47. Jendela Bay Tampak dari Depan

11.3.3. Setting Display Marker

Berikut pengaturan untuk setting display marker:

1. Display Marker dapat disembunyikan dengan menggunakan perintah Editing pada menu Document

clip_image149

Gambar 11.48. Proses Awal Menyembunyikan Display Marker

2. Pada menu ini terdapat pilihan yang dapat digunakan untuk seting Marker pintu, jendela, dan konstruksi lainnya.

clip_image151

Gambar 11.49. Jendela Marker View Options

3. Dengan membuang centang pada Hide Marker maka Display Marker pada floorplan akan dihilangkan.

clip_image153

Gambar 11.50. Membuang Centang Hide Marker

4. Pada pilihan Store as ketiklah “Denah”.

clip_image155

Gambar 11.51. Mengetik “Denah”

Catatan:

Buat folder baru dan namakan “Rencana P.J” pada Navigator View Set dengan cara sama yang telah dijelaskan pada proyek bab sebelumnya.

No responses yet

Mar 19 2008

Lebih Sentimentil dengan Photoshop Element

 

Dunia digital photography memang tak begitu saja melepas dunia fotografi konvensional. Sudah sejak puluhan tahun lamanya kita mendengar istilah “Album Foto” yang langsung memicu otak kita mengasosiasikan diri dengan sebuah buku berisi sampul-sampul plastik tempat foto-foto diselipkan.

Di dunia riil, album foto ini bermacam-macam pula gayanya, ada yang sederhana (bersampul tipis) dan ada yang sangat modern dan mewah (terutama bagi foto-foto yang memiliki moment istimewa, seperti pernikahan, misalnya).

Jika Anda suka dengan “kesederhanaan” konsep seperti ini, maka Anda saya ajak berkenalan dengan salah satu fasilitas dari Adobe Photoshop Elements 3, yaitu Photo Album Pages.

clip_image002

Gambar 5.1. Salah Satu Sampul Album Foto Digital

Langkah Pertama...

Pilihan Photo Album Pages ada di sektor Creation dari Photoshop Elements 3. Untuk memasukinya cukup dengan bermodalkan langkah-langkah berikut:

1. Pilihlah icon Create. clip_image004 sama seperti saat kita membuat kreasi-kreasi yang lain.

· Pastikan sebelumnya bahwa Anda berada di Organizer dari Photoshop Elements 3. Jika belum, masuklah ke sana terlebih dulu.

2. Kemudian, lewat beragam option yang ada, pilih Photo Album Pages.

clip_image006

Gambar 5.2. Pilih Photo Album Pages

3. Tekan tombol OK. Mulailah ke dunia petualangan untuk membuat Photo Album.

Pilih Album Foto...

Sebenarnya, tak ada bedanya antara membuat Photo Album lewat Photoshop Elements dengan memilih album foto-album foto yang ada di laboratorium cuci-cetak foto. Langkah awal yang harus Anda lakukan adalah memilih salah satu desain photo album yang menarik. Ada banyak album di sini.

1. Pilih salah satu model yang Anda inginkan. Ia ada di sisi kanan pada Photoshop Elements 3.

clip_image008

Gambar 5.3. Pilih Terlebih Dulu Desain Anda

2. Anda bahkan bisa menuliskan beragam informasi—dalam wujud teks—ke dalam album foto. Informasi-informasi apa saja yang akan Anda aktifkan, pilihlah option-option itu di bagian Options.

clip_image010

Gambar 5.4. Tentukan, Informasi-Informasi Apa Saja yang Ingin Anda Libatkan

3. Berapakah jumlah foto yang ingin Anda masukkan ke dalam selembar album foto? Tentukan di bagian Photos per Pages.

· Jika foto itu teramat istimewa, lebih baik pilihlah 1 foto per halaman agar eksklusif dan tidak saling mengganggu.

clip_image012

Gambar 5.5. Tentukan Jumlah Foto per Halaman Album

4. Tekanlah tombol Next Step.

5. Selanjutnya, Anda tentukan foto-foto yang akan dimasukkan ke dalam foto album digital ini. Klik tombol Add Photos clip_image014.

6. Kini, prosesnya seperti biasa saja. Tentukan foto-foto yang akan Anda masukkan ke dalam album foto.

clip_image016

Gambar 5.6. Tentukan Foto-Foto yang ingin Anda Jadikan Album Foto

7. Tekan tombol OK.

clip_image018

Gambar 5.7. Foto-Foto yang akan Dimasukkan ke dalam Album Foto

Menata Urut-Urutan Foto

Seperti layaknya menata album foto, ada foto yang sengaja dipakai sebagai sampul album. Di Photoshop Elements 3, foto yang dipakai sebagai sampul adalah foto pertama. Di dalam jendela yang Anda amati di atas, foto itu akan diberi nama “Title”. Masalahnya, bisa saja Photoshop Elements 3 tidak memilih foto yang pas sebagai title.

Supaya Anda bisa menentukannya sesuai selera Anda sendiri, maka Anda bisa mengganti foto lain sebagai title yang dimulai lewat langkah-langkah berikut:

1. Klik salah satu foto dan tahan tombol kiri mouse Anda.

2. Seret ia ke atas foto yang telah menjadi title.

· Pastikan Anda selalu menekan tombol kiri mouse selama melewati proses ini.

3. Lepaskan tombol kiri mouse Anda.

clip_image020clip_image022

Gambar 5.8. Pengubahan Foto untuk Title (Foto Sebelah Kiri)

Mendepak Foto dari Album...

Simple Step.

1. Pilih salah satu foto yang akan “dibuang” dari album foto.

2. Tekan tombol Remove Photo clip_image024.

Begitu proses di atas Anda lakukan, foto yang Anda inginkan agar keluar dari album foto akan terhapus. Dalam kenyataannya, foto itu tidak benar-benar terhapus dari hard disk. Ia hanya sekedar tidak diikutsertakan dalam album foto saja.

Lanjut ke Proses Berikutnya...

Mari kita lanjutkan proses pembuatan album foto ke tahap berikutnya. Di sini, kita akan mengkonfigurasi album foto ini menjadi lebih bagus lagi:

1. Tekanlah tombol Next Step agar Anda masuk ke tahap berikutnya.

2. Pertama kali, Anda harus mengkonfigurasi album foto ini.

· Anda bisa menulis teks untuk judul album foto ini.

· Kalau mau, Anda juga bisa memperbesar ukuran foto yang ada di dalam sampul tersebut.

clip_image026

Gambar 5.9. Aturlah Judul Album Foto Ini

3. Klik 2x pada teks “Double-Click to Insert Title”.

4. Ketikkan teks yang baru sesuai selera Anda.

clip_image028

Gambar 5.10. Ketikkan Teks yang Anda Inginkan

5. Tekanlah tombol Done untuk menyelesaikan proses ini.

· Sebelum Anda menekan tombol tersebut, Anda bisa mengkonfigurasi teks itu dengan model font, ukuran, serta style-style yang lain. Sebagian besar fasilitas yang ada di situ telah kita pelajari di bab sebelum ini—ketika berbicara tentang slide show.

6. Konfigurasilah lembar album yang baru dengan menekan tombol clip_image030.

7. Tugas Anda berikutnya adalah mengatur isi album lembar tiap lembar. Anda bisa mengatur berapa besar foto terhadap frame yang ada di sekelilingnya. Klik salah satu handle (kotak kecil yang mengelilingi foto) dan tarik ke arah dalam atau luar. Lepaskan kalau sudah.

· Yang terjadi sebenarnya adalah, foto itu di-crop atau dipotong mengikuti besar frame yang ada di sekitarnya. Tidak secara otomatis, frame itu akan mengikuti besar foto.

clip_image032

Gambar 5.11. Mengatur Seberapa Besar Foto Terhadap Bingkai

8. Klik teks “Double Click to Insert Header” dan gantilah teks untuk header itu (ada di sisi atas pada album foto itu).

9. Lakukan hal yang sama pada teks “Double Click to Insert Footer” yang ada di sisi kiri bawah.

· Mengapa saya tak menemukan Header atau Footer? Bisa jadi, karena Anda tidak mengaktifkan option ini (lihat langkah 2 pada bagian “Pilih Album Foto”).

10. Klik 2x pada teks “Double Click to Insert Caption”.

clip_image034

Gambar 5.12. Mengganti Caption

11. Tekan tombol clip_image030[1] untuk bergerak ke lembar berikutnya.

12. Begitu seterusnya sampai semua sudah Anda edit.

13. Bergeraklah ke tahap selanjutnya dengan menekan tombol Next Step.

Sampai saat ini, Anda sudah mengkonfigurasi album foto ini sampai ke tahap yang sudah hampir final.

 

Memberi Nama untuk Album Foto

Saatnya kita memberi nama untuk album foto ini. Setelah Anda menekan tombol Next Step seperti diuraikan pada langkah-langkah di atas, Anda akan melihat tampilan berikut:

clip_image036

Gambar 5.13. Tahap Berikut yang Harus Anda Lalui

Lakukan langkah-langkah berikut:

1. Masukkan nama album foto ini ke dalam kotak Album Pages Name.

· Kalau Anda mau agar album foto ini memiliki nama yang sama dengan title yang tadi telah Anda masukkan, klik kotak cek Use Title for Name.

clip_image038 clip_image040

Gambar 5.14. Pemberian Nama untuk Album Foto

2. Tekanlah tombol Save.

 

Done? Apakah telah Selesai...?

Sampai detik ini—begitu Anda menekan tombol Save—proses pembuatan album foto sebenarnya sudah usai. Namun masalahnya, untuk melihat album foto itu kembali, Anda harus meluncurkan Adobe Photoshop Elements 3 terlebih dulu. Tidak masalah jika komputer Anda selalu memiliki software ini. Namun, menjadi masalah jika album foto itu akan dilihat oleh banyak orang yang belum tentu memiliki software Photoshop Elements 3 ini.

Lantas? Begitu proses penyimpanan di atas telah selesai, Anda akan melihat tampilan final seperti ditunjukkan pada screenshot berikut ini:

clip_image042

Gambar 5.15. Hasil Final dari Album Foto

Paling tidak, ada beberapa tombol di situ yang dapat Anda pilih salah satunya:

· Create a PDF clip_image044: Pilih tombol ini jika album foto yang telah Anda buat itu akan dijadikan dokumen PDF. Cara ini adalah cara termudah jika album tersebut akan didistribusikan kepada banyak orang.

· Print clip_image046: Tekan tombol ini jika album foto ini akan dicetak di atas sehelai kertas. Kalau Anda ingin cara konvensional, lebih baik pilih fasilitas dimana Anda akan mendapatkan album foto cetak yang benar-benar mirip dengan album foto yang selama ini kita kenal.

· E-Mail clip_image048: Kalau album foto ini akan Anda kirim via e-mail, pilihan ini merupakan jawaban yang paling praktis.

· Done: Ini adalah pilihan terakhir dimana album foto ini hanya akan disimpan saja tanpa harus diubah ke format lain. Ideal hanya apabila Anda masih menyimpan Adobe Photoshop Elements 3 di dalam komputer.

a. Menyimpan Album Foto ke Format PDF

1. Tekan tombol Create a PDF.

2. Ada 3 pilihan yang dapat Anda ambil begitu muncul kotak dialog seperti gambar di bawah ini:

· Optimize for Viewing Onscreen: Option ini bisa Anda pilih jika orientasi Anda pada kualitas tampilan foto di layar monitor.

· Optimize for Printing: Pilih option ini apabila Anda ingin berorientasi pada kualitas cetakan saat foto-foto ini di-print.

· Use Full Resolution: Pilih option ini jika Anda ingin menggunakan 2 setting di atas, sehingga foto ini enak untuk dilihat langsung via layar monitor dan berkualitas tinggi saat dicetak.

clip_image050

Gambar 5.16. Pilih Salah Satu Orientasi Kualitas Anda

3. Tekanlah tombol OK.

4. Masukkan nama file PDF yang Anda inginkan di kotak File Name.

clip_image052

Gambar 5.17. Menyimpan Album Foto ke Format PDF

5. Tekan tombol Save jika sudah selesai.

Proses pembuatan file PDF jauh lebih cepat dibanding proses pembuatan file WMV yang kita hadapi saat bekerja menggunakan slide show. Berikut proses pembuatan album foto itu.

clip_image054

Gambar 5.18. Proses Pengubahan File PDF

Apabila prosesnya telah usai. Anda akan melihat kotak dialog seperti di bawah ini. Tekan tombol Yes untuk menyelesaikannya.

clip_image056

Gambar 5.19. Album Foto Ketika Dilihat Menggunakan Adobe Acrobat

b. Mencetak Album Foto ke Sehelai Kertas

1. Tekan tombol Print untuk memulai proses pencetakan.

2. Pilih salah satu printer yang sudah terkoneksi ke komputer Anda.

clip_image058

Gambar 5.20. Pilih Printer yang akan Anda Gunakan

3. Tentukan lembar album nomor berapa saja yang akan Anda cetak di bagian Page Range.

· All: Pilih option ini apabila Anda ingin mencetak seluruh lembar album foto.

· Selection: Kalau Anda memilih option ini, hanya salah satu lembar album foto saja yang dicetak, yaitu lembar yang saat itu sedang aktif.

· Pages: Apabila Anda ingin mencetak halaman-halaman tertentu, pilihlah option ini dan tentukan nomor halamannya.

4. Berapa kali album foto ini akan dicetak? Tentukan di bagian Number of Copies.

5. Tekanlah tombol Print.

Proses pencetakan akan berlangsung. Pastikan printer telah Anda nyalakan dan kertas telah Anda masukkan ke tempatnya.

c. Mengirim Album Foto Via E-Mail

1. Tekan tombol E-Mail apabila Anda ingin mengirim album foto ini via e-mail.

2. Tentukan nama dan alamat si penerima dengan menekan tombol Add Recipient.

clip_image060

Gambar 5.21. Beginilah Tampilan Saat Anda Harus Mengirim E-Mail

3. Masukkan nama orang yang akan menerima album foto ini di bagian First Name dan Last Name. Kemudian, masukkan alamat e-mail si penerima di bagian E-Mail Address.

clip_image062

Gambar 5.22. Masukkan Nama si Penerima

4. Tekanlah tombol OK untuk mendaftar nama si penerima itu.

5. Kalau Anda ingin mengetik pesan kepada si penerima sembari mengirim album foto ini, ketikkan pesannya di bagian Message menggantikan teks “Enter Message Here…

clip_image064

Gambar 5.23. Mengetik Teks Sebelum Mengirimnya ke si Penerima

6. Tekan tombol OK untuk mengawali pengiriman e-mail ini.

7. Sebelum Photoshop Elements 3 mengirimnya via e-mail, Anda akan mendapat pesan khusus berisi informasi tentang ukuran file dan estimasi (perkiraan) berapa lama album foto ini dikirim via e-mail jika menggunakan modem berkecepatan tertentu.

clip_image066

Gambar 5.24. Informasi Awal tentang Ukuran File dan Segala Hal Teknisnya

8. Tekan tombol OK yang ada di situ.

9. Pilih atau tentukan terlebih dulu Profile yang ingin Anda pakai.