Archive for the 'Kiat-Kiat Bisnis' Category

Feb 24 2008

Tujuh Langkah Presentasi yang Berhasil

Published by Jubilee under Kiat-Kiat Bisnis

Bagaimana caranya melakukan presentasi yang menarik dan berhasil? Simaklah tujuh langkah menuju presentasi yang berhasil yang telah dirancang oleh Jim Smith. Tujuh langkah itu adalah :
1. Perkenalkanlah diri Anda terlebih dulu meskipun klien sudah mengenal Anda. Ceritakan beberapa pengalaman dan cakupan bisnis yang Anda geluti ini.
2. Doronglah klien untuk bertanya kapan pun mereka mau. Yakinkan mereka bahwa tidak ada pertanyaan yang terlalu dasar.
3. Tanya apakah mereka punya nama domain sebelumnya. Jika tidak, cobalah untuk mendiskusikan bagaimana mendapatkan nama yang mudah diingat, dan doronglah klien untuk bertindak cepat jika mereka pikir nama tersebut belum diambil pihak lain.
4. Tanya pada klien apakah mereka punya contoh sebuah website yang mereka suka atau tidak suka. Tanyakan, apa yang mempengaruhi pendapatnya tentang situs itu. Hal ini akan memberi Anda gambaran, apa yang dipikirkan calon klien untuk websitenya nanti.
5. Tunjukkan beberapa contoh website yang baik dan yang buruk. Tunjukkan source code website yang bagus dalam hal desain namun buruk dalam hal peletakan search engine—arahkan pada bagian Meta Tags. Yakinkan bahwa Anda tidak hanya membuat website yang estetis dan bagus tapi juga terkenal dan mudah ditemukan.
6. Jika klien mengajukan pertanyaan seputar tarif, cakupan layanan, atau garansi yang Anda tawarkan, pakai kesempatan ini untuk menyodorkan kontrak.
7. Setelah selesai mendiskusikan masalah kontrak, tanya apakah ia ingin segera menyewa Anda untuk mengerjakan desain web ini. Jika mereka berkata “ya”, isi data-data penting dalam kontrak, tanda tangani (Anda berdua), dan beri tanggal pada kontrak itu. Kemudian, minta klien untuk mengecek kontrak itu, dan jika sudah, Anda bisa mulai bekerja.

One response so far

Feb 23 2008

JADILAH PENGUSAHA YANG TANGGUH: Keberanian Sebagai Modal Awal Seorang Pengusaha

Published by Jubilee under Kiat-Kiat Bisnis

Ditulis oleh : Drs. FX Pradjoko Susanto

Seorang pengusaha harus mempunyai keberanian untuk bermimpi (bercita-cita), mencoba dan percaya diri.
Berani bermimpi artinya berani mempunyai cita-cita tentang masa depan usahanya. Cita-cita ini akan memberi inspirasi atau semangat guna mewujudkan cita-cita menjadi kenyataan. Mimpi bagi seorang usahawan adalah penting, sebab mimpi menjadi pendorong untuk berkarya guna mewujudkan impian menjadi kenyataan. Ir. Sukarno, Presiden RI yang pertama menganjurkan kepada para pemuda: “Gantungkan cita-citamu setinggi langit”, maksudnya agar orang muda terdorong semangatnya untuk meraih cita-cita yang tinggi tersebut.
Berani bermimpi berarti berani mencoba. Tanpa adanya keberanian untuk mencoba mustahil suatu keberhasilan dapat diraih. keberanian mencoba juga berarti berani menanggung risiko, yaitu risiko gagal. Tetapi di balik risiko kegagalan tersebut ada kemungkinan juga dapat diraih suatu kesuksesan. Oleh karena itu beranilah menjadi orang yang sukses dan jangan takut akan kegagalan. “Kegagalan hanyalah sukses yang tertunda, selama Anda berani memacu semangat untuk melanjutkan langkah”. (Hebert Kaufman).
Seorang pemberani pasti mempunyai kepercayaan diri yang besar dan memiliki kemauan yang keras. “Dengan kepercayaan diri yang besar Anda bisa melompat setinggi yang tidak pernah Anda bayangkan, tetapi tanpa kepercayaan diri, lompatan kecilpun tidak bisa Anda lakukan”. (Jim Lochr). Keberanian merupakan modal awal bagi seorang pengusaha.

Kreativitas Dan Inovasi Sebagai Modal Kedua
Modal lain yang harus dimiliki oleh seorang pengusaha, selain mempunyai kemampuan bergaul dan memimpin, adalah kreativitas dan inovasi. Seorang yang mempunyai kreativitas yang tinggi akan mudah mengantisipasi setiap kejadian, perubahan atau perkembangan. Setiap kejadian, perubahan atau perkembangan keadaan akan ditanggapi secara positif, dan akan dicari celah-celahnya untuk dijadikan peluang yang dapat dimanfaatkan. Seorang yang kreatif pasti memiliki kemauan yang kuat untuk menciptakan peluang. Kenyataan hidup mengajarkan kepada kita, bahwa bukan peluang yang menciptakan kemauan, melainkan kemauanlah yang menciptakan peluang.
Kreativitas dapat menimbulkan optimisme yang mendorong seseorang untuk menggeluti bisnisnya dengan antusias, karena ia yakin pasti akan berhasil. Optimisme menimbulkan kepercayaan dan harapan kepada Anda yang menunjukkan pada suatu kemajuan. “Tidak ada prestasi yang bisa diraih tanpa adanya harapan dan kepercayaan diri”. (Hellen Keller).
Inovasi adalah sisi lain dari kreativitas. Seorang yang kreatif biasanya juga inovatif, yaitu dapat menemukan ide-ide pembaruan dan menemukan sesuatu yang baru. Sesungguhnya sebuah inovasi besar tidak diciptakan dari lompatan besar, melainkan dari  evaluasi secara bertahap dari hal-hal yang telah diketahui.
Kejujuran Merupakan Modal Yang Paling Utama
Sesungguhnya yang menjadi modal paling utama dari keberhasilan seorang pengusaha adalah kejujuran. Dalam bisnis orang harus melakukan usahanya dengan jujur dan dapat dipercaya. Orang harus mempunyai komitmen yang tinggi pada pekerjaan dan pada janji-janji yang telah dibuat. Membangun kepercayaan di bidang bisnis adalah syarat mutlak yang harus dilakukan oleh seorang pengusaha. Bisnis adalah kepercayaan, dan apabila kepercayaan tersebut hilang atau ternodai maka bisnis pasti akan lenyap. Ada nasehat yang mengatakan, apabila Anda ingin menjadi pengusaha hendaklah Anda menjunjung tinggi etika dan kejujuran dalam menjalankan bisnis.
Sesungguhnya peran emosi dalam bisnis kerap kali lebih menonjol bila dibandingkan dengan nalar. Itu tidak berarti bahwa peran nalar boleh diabaikan begitu saja. Tetapi harus diakui bahwa emosi atau yang disebut intuisi adalah lebih peka apabila dibandingkan dengan pertimbangan rasional. Oleh karena itu banyak pebisnis yang sukses yang mendasarkan bisnisnya terutama pada kontrol terhadap emosi.

Bersikap Terbuka Jalan Menuju Kemajuan
Harus selalu diingat bahwa dalam dunia bisnis tidak ada kegiatan yang hanya dilakukan seorang diri. Baik kegiatan intern di perusahaan maupun kegiatan berbisnis selalu berhubungan dengan orang lain. Kemampuan seorang pengusaha untuk bergaul dan bermasyarakat merupakan kunci keberhasilannya dalam berbisnis.
Apabila kita perhatikan bisnis selalu berkembang mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan, teknik, dan kemajuan masyarakat. Masalah bisnis menjadi semakin kompleks seturut dengan kemajuan usaha. Karena semuanya menjadi berubah maka seorang pengusaha yang tangguh akan mengikuti perubahan tersebut dan mengantisipasinya secara tepat.
Agar perusahaan kita bisa maju maka kita harus bersikap terbuka. Terbuka terhadap kemajuan dan perubahan, serta siap memberikan respon yang positif. Kita harus dapat mengubah cara kita berfikir dan bertindak sesuai dengan kemajuan dan perubahan yang terjadi

One response so far

Feb 21 2008

Daya Tarik Entertainment dan Pengaruhnya terhadap Length of Stay Konsumen

Published by Jubilee under Kiat-Kiat Bisnis

Ditulis oleh : Bartono, PH
Persaingan bisnis restoran yang semakin kompetitif menyebabkan pengelola restoran berupaya keras memilih strategi yang tepat untuk menarik konsumen sebanyak-banyaknya dengan menyajikan produk alternatif sebagai suplemen produk utamanya. Salah satunya adalah entertainment/pertunjukan maupun obyek sesuatu yang dipadukan dengan produk utama menjadi satu paket atau satu rangkaian yang dijual kepada konsumen.
Entertainment sebagai salah satu daya tarik usaha restoran dalam perkembangannya memang mampu menarik konsumen yang mencari kenikmatan dan kepuasan alternatif selain kelezatan cita rasa makanan dan minuman itu sendiri. Bahkan entertainment pada usaha restoran saat ini telah menjadi trendsetter. Ini terbukti dengan maraknya bisnis restoran plus menyajikan hiburan musik dan tari sebagai pelengkap sajian makanan dan minuman yang menjadi produk utamanya. Beberapa contoh bisnis restoran di Jogja yang menyajikan entertainment pertujukan:
1. Gazebo Garden Restaurant dengan pertunjukkan Sendratari Ramayana Ballet.
2. Prambanan Garden Restaurant dengan pertunjukkan Sendratari Ramayana Ballet.
3. Java Kafe dengan Live Music.
4. Jogja Jogja rumah musik dengan Live Music.

Sedangkan bisnis restoran yang menyajikan dan menjual suasana (obyek tertentu) sebagai entertainment:
1. Boyong Kalegan Restaurant dengan Live Music, bernuansa pedesaan, dan kolam ikan air tawar.
2. Moro Lejar Restaurant dengan Music Cassette, bernuansa pedesaan, dan kolam ikan air tawar.

Pengelolaan dan pemilihan entertainment yang tepat dan pas untuk konsumen menjadi salah satu kunci kesuksesan bisnis restoran untuk menaikkan omzet pendapatan. Daya tarik entertainment pada bisnis restoran ini terletak pada kekuatan dan kualitas untuk menghibur dan mampu mengubah kondisi psikis konsumen, dari kepenatan menjadi segar, dari sedih menjadi gembira, dari suntuk menjadi lega. Kekuatan dan kualitas entertainment ini pada gilirannya akan mampu memper-panjang masa tinggal (length of stay) konsumen karena entertainment itu sendiri bertujuan untuk memberikan hiburan atau menghibur dan bersifat memperbaharui kondisi psikis konsumen. Apalagi kemasan entertainment tersebut dibuat berangkai atau berseri, misalnya: pertunjukan Sendratari Ramayana Ballet di kompleks Candi Prambanan berseri menyesuaikan dengan hari dan tanggal tertentu.
Hal ini tentu saja akan memperpanjang masa tinggal konsumen (length of stay) yang memang ingin menikmati entertainment tersebut secara tuntas, sehingga dapat disimpulkan bahwa penyediaan produk alternatif berupa entertainment mampu memperpanjang masa tinggal (length of stay) konsumen. Pada perkembangan berikutnya daya tarik entertainment ini tidak hanya sebatas pada kekuatan dan kualitasnya saja melainkan telah bergeser kepada variasi entertainment yang disajikan kepada konsumen.

No responses yet

Jan 22 2008

Trik Menentukan Tarif Desain Web Berdasarkan Jam

Published by Jubilee under Kiat-Kiat Bisnis

Sebelum ini, apakah Anda pernah bekerja dalam sebuah perusahaan jasa desain web? Bila pernah, berapa gaji Anda setahun? Mungkin 24 juta. Coba kita hitung, berapa jam dalam setahun Anda bekerja? Idealnya, banyaknya jam yang kita habiskan untuk bekerja per minggu sama dengan 40 jam. Padahal dalam 1 tahun ada 52 minggu. Jadi, hitung-hitungan kasarnya seperti ini :
•    Jam kerja dalam 1 minggu = 40 jam
•    1 tahun = 52 minggu
•    40 x 52 = 2080 jam per tahun

Angka 2080 jam merupakan angka ideal. Dalam kenyataannya, terdapat banyak libur nasional, seperti HUT Kemerdekaan, Natal, Idul Fitri, Tahun Baru, dan libur lainnya sehingga, katakanlah, kita membulatkannya menjadi 1600 jam. Mari kita kembali ke angka 24 juta per tahun. Bila dalam 1 tahun Anda bekerja 1600 jam untuk mendapatkan uang sebesar 24 juta maka per jamnya Anda mendapat uang (24.000.000 : 1600) = Rp. 15.000/jam.
Uang dengan nilai Rp. 15.000/jam ini berlaku bila Anda bekerja dalam perusahaan lain. Kini, Anda ingin mendirikan perusahaan sendiri. Apakah Anda meminta tarif yang sama per jamnya untuk mengerjakan proyek desain web?
Tentu tidak. Sebagai pemilik perusahaan, Anda tidak bisa menikmati beragam fasilitas yang akan Anda terima bila menjadi pegawai sebuah perusahaan. Beban biaya yang terjadi dalam perusahaan Anda tanggung sepenuhnya, seperti telepon, akses internet, listrik, dan lain sebagainya termasuk biaya operasional. Bagaimana jika Anda harus menggarap desain web menggunakan Flash padahal Anda tidak menguasainya? Sekali lagi, uang akan keluar dari saku sendiri untuk membeli buku tentang Flash. Hitung juga pengeluaran yang terjadi bila Anda harus membayar di muka seorang freelancer atau partner. Yang terpenting, andaikan Anda sakit, siapa yang menanggung? Dana pribadi, bukan. Apabila menjadi pegawai, sakit bukanlah perkara sulit karena biasanya biaya berobat sudah dijamin oleh perusahaan. Lalu bagaimana dengan software? Setiap saat software perlu diperbarui, begitu juga komputer, scanner, printer, tinta printer, dan segala alat-alat yang sangat penting untuk produksi.
Perhitungan di atas cukup penting agar Anda tidak nombok (merugi) saat menerima proyek baru—ini khan aneh! Mari kita hitung, bila menggunakan patokan 15.000/jam dan proyek desain web selesai dalam 2 bulan (8 minggu) maka Anda mendapat uang sebesar Rp. 4.800.000,-. Uang ini mungkin akan dipotong untuk biaya web hosting, pendaftaran nama domain, dan maintenance¬¬- selama 1 tahun, termasuk update content, memasukkan foto atau gambar baru, dan biaya promosi menggunakan e-mail, newsletter, search engine submission, dan iklan baris. Bila dihitung-hitung, Anda malah rugi sebab selama Anda mengupdate dan mempromosikan situs itu, biaya akses internet sangat tinggi.
Untuk mendapatkan tarif yang pas per bulannya, Anda bisa menaikkan tarif per jam dalam prosentase tertentu, biasanya sebesar 35%-40%, atau menaikkannya sampai 2 kali lipat, sehingga mendapatkan angka Rp. 21.000, sampai Rp. 30.000/jam.
Angka di atas tentu bukan patokan yang baku. Anda bisa mendapatkan tarif per jam yang lebih sesuai dengan kondisi tertentu. Mungkin Anda tinggal di Amerika Serikat dan punya banyak pegawai. Angka ratusan dollar per jam bukanlah angka yang ajaib, itu bisa saja terjadi, seperti yang dipatok situs desain web Summitontheweb.Com yang menaksir angka minimal $85 per jam sampai $4675 per jam. Angka ini jauh di atas angka yang telah kita hitung bersama tadi.

2 responses so far

Jun 03 2007

Jika Anda Ingin Jadi E-Entrepreneur! (Bag 3-Habis)

Published by Jubilee under Kiat-Kiat Bisnis

Anda siap menjadi pebisnis di bidang web design atau programmer sekarang? Tunggu dulu. Simak nasehat terakhir dari Gregorius Agung di bukunya yang berjudul “Giant Step to be a Web Design Entrepreneur”.

5. The Business Suit : The Decision Maker
Kategori terakhir adalah The Business Suit atau The Decision Maker. Keputusan harus segera diambil dan bila Anda memegang kedudukan utama dalam sebuah perusahaan, gelar The Decision Maker wajib Anda sandang. Di sini, Anda akan sering terlibat dalam pengambilan keputusan. Contohnya, apakah Anda perlu untuk bekerja dengan klien A dan memutuskan untuk mengakhiri kontrak kerja dengan klien B? Apakah perlu untuk membangun server sendiri atau cukup menyewa server pada perusahaan lain? Apakah Anda perlu mengembangkan bisnis lain meskipun tidak berhubungan dengan core business yang saat ini sedang Anda tangani?
Apakah klien membayar jasa yang Anda tawarkan berdasarkan perhitungan jam atau jumlah halaman? Masih banyak keputusan lain yang perlu Anda ambil. Mungkin Anda bukan termasuk orang yang tertarik untuk masuk kategori ini. Namun, untuk memimpin sebuah perusahaan maju menuju kesuksesan, keputusan yang terbaik haruslah diputuskan.

Meningkatkan Kekuatan dan Mengatasi Kelemahan
Lima kategori di atas saling mendukung dan sangat dibutuhkan dalam dunia bisnis desain web. Sebagai contoh, mungkin seorang klien akan lebih suka bila logo diberi efek bayangan dan terletak di bagian atas website. Di sini, The Ponytail bisa memenuhi keinginan klien. Sedangkan Propellerhead mungkin bisa bekerja sama dengan klien yang mengharapkan adanya interaktivitas dalam situsnya. Di sini, ia bisa merekomendasikan script pemrograman yang akan dipakai untuk menciptakan teknologi interaktif pada situs klien tersebut.
Di balik layar, The Green Visor Cap selalu menjaga agar semua kegiatan perusahaan, terutama bila mendapat proyek dari seorang klien, akan mendatangkan keuntungan. Orang ini juga yang akan mengatur administrasi perusahaan, baik di luar maupun di dalam perusahaan, seperti membuat tagihan, administrasi gaji, pajak pemerintah, dan lain sebagainya.
Sekarang Anda sudah tahu, bahwa kelima kategori di atas sangat mendukung bisnis desain web ini. Dimana posisi Anda? Sebagai manusia biasa, Anda akan kesulitan bila berperan dalam semua kategori. Script pemrograman yang ruwet dan perhitungan akuntansi yang njlimet mungkin akan membuat bidang pekerjaan lain menjadi tidak terurus. Mungkin Anda suka pemrograman dan desain web. Tapi, bila tidak berperan sebagai seorang The Rainmaker, tidak satupun klien mau menyewa Anda.
Untungnya, Anda tidak perlu menguasai semuanya. Anda hanya perlu mengenal kekuatan pada bidang tertentu dan mengatasi kelemahan pada bidang yang lain.
Berusaha untuk menjadi The Propeller-Head, The Ponytail, The Rainmaker, The Green Visor Cap, dan The Decision Maker secara sempurna tampaknya merupakan langkah sulit, bahkan mustahil. Sesuai uraian di atas pula, berfokus pada satu kategori saja tampaknya juga kurang menguntungkan.

Pujian-Pujian Terhadap Buku “Giant Step to be a Web Design Entrepreneur” (Elex Media, 2003) karangan Gregorius Agung

1.
Dear : Bp. Gregorius
Seperti yang Anda katakan dalam "Giant Step to be a Web Design
Enterpreneur", memang wawasan saya tentang web designer makin terbuka.
Terus terang saya tidak menguasai bidang apapun dalam teknis pembuatan
sebuah Website. Saya cuma seorang Marketing Property/Property Agent yang
sangat peduli dengan perkembangan Informasi Teknologi khususnya Internet.
Setelah selesai membaca buku anda dengan judul di atas, saya langsung
cari calon mitra yang mungkin berpikiran sama seperti saya yakni "mendulang
emas" melalui bisnis ini.
Saya kirimkan ke beberapa milis yang kebetulan saya jadi anggotanya seperti
yahoogroups, komputeraktif, dan plasagroups.
Terlebih lagi jika mereka telah membaca buku yang sama, makanya sekilas saya
jelaskan isi dari buku tersebut (boleh gak ya...?) dan tentunya juga saya
sarankan agar mereka membeli buku tersebut jika belum pernah membacanya
(he..he..sedikit promosi nih). Agar apa yang akan kita bahas menjadi
nyambung.
Boleh gak saya minta dijelaskan lagi tentang tarif harga website yang sesuai
berikut dengan produknya secara detail? Terutama untuk daerah Batam
(soalnya yang menyangkut biaya, biasanya Batam lebih tinggi).
Bagaimana pula tarifnya, apabila saya coba tawarkan Video Presentasi Produk
maupun Jasa yang akan disajikan secara offline melalui media CD-Rom
tentunya.
Akhir kata saya ucapakan "Jaya terus melalui hasil karya anda untuk anak
bangsa Indonesia".
Terima kasih,
Regards,
Suandi (suandi_...@...com)

2.
dear,
Bapak Gregorius,...
Saya Budi biasa dipanggil Nono.
Saya belum bisa bagi pengalaman sama yang lain mengenai pembuatan web site
tapi jujur saja sangat banyak yang dapat saya jadikan pelajaran setelah
membaca buku karangan bapak (Giant Step to be a Web Design Enterpreneur)
selain isi dan cara bapak menyajikan tulisan yang baik, pengetahuan saya
tentang dunia website makun bertambah dan membuat saya ingin eksis di dunia
ini. Terima kasih atas karyanya dan sukses untuk bapak selalu.
hormat saya,
budi (nono_...@....com)

3.
DH,
Sudah lama saya mencari buku seperti ini, yang dapat memberikan tips-tips
menarik dalam usaha web design, terutama yang menggunakan bahasa
Indonesia. Ide-idenya kreatif dan segar.
Selamat atas diluncurkannya buku yang sangat bermanfaat ini.
Regard's
Nata (nata…@....com)

4.
aku mhs tingkat akhir tek informatika pts di jogja,
udah 3 semester ini aku pengajar lepas di sebuah akademi teknologi di solo,
dgn materi web & internet, selain itu juga aku freelance web design tapi masih
banyak sekali yg aku merasa penasaran yaitu pada masalah manajemen &
proses mulai kita ketemu calon client & client, sampai akhirnya web itu dibuat.
masalah ini yang paling bikin aku salah tingkah. apa aja yang terjadi pada
proses itu & bagaimana seharusnya aku menjalaninya.
pernah aku bertemu calon client dari sebuah grup lawak jogja, waktu itu aku
sangat bingung apa yg harus aku lakukan pertama kali, walau akhirnya aku
mendapatkan project itu, tapi merasa ada yg belum bener dari proses yg aku
jalani. Sebelumnya juga pernah membangun beberapa web tapi ya itu kayaknya
menurutku prosesnya belum bener.
sampe akhirnya aku tanpa sengaja jalan2 di gramedia solo & menemukan buku
GIANT STEP TO BE A WEB DESIGN ENTREPRENEUR di situ aku banyak
menemukan proses2 yg aku lewatkan selama ini utk mendapatkan project &
membangun web.
dan saat ini aku dipercaya utk project redesign web uns solo, dan itu secara tidak
langsung berkat buku anda itu, sekarang aku udah lumayan agak pede dalam
bertemu client dan calon client.
aku pengen fokus di bidang ini.....
Yudi S, Jogja (wow…@....com)

5.
Hallo
Pak Gregorius, terima kasih telah membuat buku Giant Step-nya. Menolong
saya untuk memulai bisnis web-design, saya tergolong masih muda (21 tahun)
namun setelah melihat bapak saya telah memasuki masa-masa pensiun dan
bingung untuk mencari celah untuk berbisnis, saya tergerak untuk memulai
usaha pribadi agar kelak tidak terjadi ke saya.
Yah, ada beberapa sih statement yang bikin saya ketawa. Kayak
mahasiswa/teenager yang nggak ngerti marketing, saya sendiri pernah jebol dari
fakultas akuntansi dan tahu bagaimana pentingnya marketing di semua bidang
hehehe .. tapi itu suatu cambukan bagi saya.
Ok, Pak. Begini saya rada kesulitan pada presentasi. Bisakah Bapak memberikan
saya pencerahan/file yang bisa jadikan contoh jadi saya sedikit tahu tentang
bagaimana membuat presentasi.
Menurut Bapak sendiri bisnis ini bakal lama nggak yah? soalnya niatan saya mo
melebarkan ke software engineering juga. Tentu setelah web-bisnis berjalan dan
saya akan mengambil rekan saya yang berkualitas untuk dijadikan team.
Sincerely,
Dityo.(dityo@....com)

6.
Salam Kenal Pak Gregorius,
Saya telah membaca buku Anda yang berjudul "Giant Step to be a Web
Design Enterpreneur". Bagus sekali isinya.
Saya masih penasaran dan ingin mengembangkan usaha jasa web design.
Melalui e-mail ini saya mohon dikirimkan contoh Business Plan.
Terima kasih,
Anon … (anon…@....com)

7.
Mas Gregorius Agung
Terimakasih, saya ucapkan karena melalui buku Giant Step To be a web design
enterprenuer karangan mas membangkitkan semangat kami (saya dan rekanrekan),
bahasanya menarik , tapi di lain kali tambah dong penjelasanya
(catatan kaki) misalnya, apa itu "meta tag html" dan sebagainya jadi jika
membacanya cepat mengerti .
oh ya, kami mempuyai hobi komputer, tapi sejauh ini hobi ini belum
mendatangkan kapital yang bagus.
tanya mas :
- Bagaimana menjaring pemasang iklan di web kita seandainya kita membuat
situs yang bertujuan untuk mencari uang di dunia maya?
- Haruskah kita mendatangi klien dari pintu ke pintu untuk menawarkan jasa?
- Mas maunya masih panjang pertayaanya, jika berkenan saya akan tambah
lagi (next time)
terimakasih banyak atas penjelasan nya
wasalam
jali (jali…@....com)
Palembang

One response so far

Jun 02 2007

Jika Anda Ingin Jadi E-Entrepreneur! (Bag 2)

Published by Jubilee under Kiat-Kiat Bisnis

Apakah hanya menyewa seorang The Propeller dan The Ponytail saja bisnis TI kita akan jalan? Tunggu dulu. Gregorius Agung punya nasihat lain bahwa kita juga harus menyewa:

3. The Rainmaker

Bila Anda ingin menjadi pemilik dalam bisnis desain web, golongan ini ada baiknya Anda masuki. Orang yang masuk golongan ini adalah mereka yang mampu menjual jasa desain web dan mencari sebanyak mungkin klien, meyakinkan klien bahwa mereka dapat membantu mengatasi masalah yang diidap oleh klien tersebut. The Rainmaker juga bertanggung jawab untuk menjaga agar klien tetap puas terhadap layanan yang mereka tawarkan.

The rainmaker mampu mengubah calon klien potensial menjadi klien yang sangat bersemangat untuk menyewa dirinya. Mereka harus menterjemahkan hal-hal yang sangat kompleks dan teknis dalam bahasa sehari-hari yang mudah dimengerti oleh calon klien. Yang terpenting, rainmaker juga mampu meyakinkan si calon klien bahwa memiliki website berarti menambah peluang untuk mendapatkan keuntungan baru, seperti uang, merek, dan lainnya.

Sebagai seorang rainmaker, kemampuan memberikan layanan konsultasi merupakan nilai tambah yang sangat positif. Sebagai contoh, mungkin klien belum memiliki gambaran tentang fungsi website yang nanti akan ia miliki. Rainmaker bisa menangkap peluang ini dengan memberikan konsultasi untuk membantu mereka menentukan jenis-jenis website sesuai fungsinya (akan kita pelajari pada bab khusus).

Setiap klien tentu memiliki keinginan-keinginan yang beragam termasuk harapan-harapan yang ingin mereka capai setelahmemiliki situs. Rainmaker yang sukses adalah yang mampu memenuhi keinginan klien tersebut dan mewujudkan harapan yang ingin mereka capai sehingga pada akhirnya, klien akan terus datang, mengalir tidak pernah kering dan menghasilkan perputaran uang dan keuntungan yang maksimal.

4. The Green Visor Cap

Jika Anda terjun ke dunia bisnis, administrasi keuangan adalah bagian yang tidak bisa dipisahkan. Mungkin Anda cukup ahli script pemrograman, desain web, atau mahir dalam menjual. Namun, bila Anda tidak duduk untuk menganalisa perhitungan keuntungan serta kerugian yang mungkin akan timbul, semuanya akan menjadi sia-sia.

Orang yang masuk dalam kategori The Green Visor Cap adalah mereka yang bekerja di bidang akuntansi sebuah perusahaan. Meskipun terlepas dari hal-hal teknis untuk membangun sebuah website, keberadaan seorang akuntan mutlak dibutuhkan. Orang ini akan membantu perusahaan untuk memutuskan apakah proyek yang akan dikerjakan menguntungkan atau tidak. Mereka juga akan menjamin bahwa tagihan bagi para klien bisa diberikan tepat waktu.

Perhitungan pajak, biaya, investasi, analisa rugi laba, pembuatan laporan keuangan tahunan, merupakan tugas orang yang masuk dalam kategori ini. Bila mereka bekerja dengan menggunakan piranti lunak, mungkin software seperti MYOB, Peachtree Accounting, DEA, dan Quickbook merupakan partner utamanya.

 <bersambung...>

No responses yet

Jun 01 2007

Jika Anda Ingin Jadi E-Entrepreneur! (Bag 1)

Published by Jubilee under Kiat-Kiat Bisnis

Kalau Anda ingin menjadi E-Entrepreneur alias pengusaha yang bekerja di bidang TI seperti web design atau pemrograman (software house), lebih baik ikuti nasihat berikut yang menjelaskan bagaimana cara Anda merekrut pegawai-pegawai yang bekerja untuk Anda. Nasihat berikut diambil dari buku “Giant Step to be a Web Design Entrepreneur” yang ditulis oleh Gregorius Agung.

Supaya sukses dalam menjalankan bisnis di bidang TI khususnya web design atau pemrograman, rekrutlah orang-orang dari golonga berikut:

1. The Propeller-Head

Orang yang masuk kategori ini adalah mereka yang mengerjakan bidang pemrograman, scripting, dan computerisizing. Mereka digambarkan sebagai seorang pekerja sedang mengenakan topi anak-anak dengan bolang-baling di atasnya. Menurut Jim, beberapa pengusaha web design asalnya dari golongan propeller-head ini. Mereka lebih suka berada di sudut ruangan yang gelap bersama komputernya, melakukan eksperimen sulit dengan menulis baris-baris script. Database dan Security tak pernah lepas dari perhatiannya.

Meskipun lebih sering berkutat dengan untaian script pemrograman, masalah lay out website juga menjadi porsi mereka. Sudah menjadi rahasia umum bahwa desain web dengan lay out yang kompleks melibatkan beragam unsur pemrograman, seperti HTML dan CSS (Cascading Style Sheet).

Setiap hari, mereka bekerja dengan script seperti ASP, PHP, Python, CGI/Perl, bahasa C, ColdFusion, Java, JavaScript, dan banyak lagi.


2. The Ponytail

Orang yang masuk golongan ini merupakan kebalikan dari Propeller-head. Orang-orang ini digambarkan sebagai manusia kreatif dan artistik yang menyukai bidang desain grafis. Bila Anda masuk golongan ini, desain logo, simbol, icon-icon, bullet, animasi web, serta clip-art merupakan hasil karya Anda. Mungkin dalam prakteknya, orang golongan ini bekerja sama dengan propeller-head untuk menentukan lay out serta teknologi interaktif dan dinamis yang nantinya ditanam dalam sebuah website.

Mereka mungkin juga memahami script pemrograman. Namun, pengetahuan ini selalu terkait dengan tugas mereka sebagai web designer. Contohnya, untuk menciptakan efek grafis dan animasi yang memukau, mungkin mereka akan mempelajari script pemrograman ActionScript yang bekerja di lingkungan Flash MX.

Setiap hari, mereka bekerja dengan software perancang web seperti Macromedia Dreamweaver MX, Flash MX, Fireworks MX, MS Frontpage XP, Adobe Photoshop, dan lainnya.

 <bersambung...>

One response so far

Close
E-mail It