Archive for the 'Grafis' Category

May 31 2008

Cara Mudah Membuat Slide Foto

Published by Jubilee under Grafis, E-Book & Video Tutorial

Jika Anda ingin membuat slide show dari foto-foto digital Anda, maka software inilah yang Anda butuhkan. Dengan menggunakan Quick Slide Show, Anda dapat menciptakan slide show yang indah dan menarik hanya dengan langkah yang mudah dan cepat. Anda bisa mencoba software tersebut dengan men-downloadnya di halaman website dengan alamat berikut http://www.download.com/Quick-Slide-Show/3000-6676_4-10672027.html.

 

4.1 Meluncurkan Quick Slide Show

Sebagai tahap awal sebelum menggunakan aplikasi Quick Slide Show tentu saja yang perlu Anda lakukan adalah meluncurkan aplikasi tersebut. Berikut ini langkah-langkah yang bisa Anda lakukan:

1. Pertama, tekanlah tombol Start clip_image002.

2. Jika sudah, pilih All Programs > Quick Slide Show > Quick Slide Show.

clip_image004

Gambar 4.1. Memilih All Programs > Quick Slide Show > Quick Slide Show

3. Sesudah itu akan muncul jendela Quick Slide Show seperti ilustrasi di bawah ini.

clip_image006

Gambar 4.2. Tampilan Jendela Quick Slide Show

 

4.2 Menampilkan Foto di dalam Satu Folder ke dalam Quick Slide Show

Langkah penting yang tidak bisa dilewatkan begitu saja dalam menggunakan Quick Slide Show adalah cara memasukkan file foto ke dalam aplikasi ini sehingga Anda dapat melakukan kreasi lebih lanjut terhadap foto tersebut. Untuk memasukkan foto ke dalam aplikasi ini, Anda bisa melakukan langkah-langkah berikut:

1. Sesudah Anda masuk ke dalam jendela Quick Slide Show, tekanlah ikon

Add Images Folder clip_image008.

clip_image010

Gambar 4.3. Mengaktifkan Ikon Add Images Folder

2. Sesudah itu, Anda bisa memilih folder image yang Anda inginkan di dalam kotak dialog Quick Slide Show.

clip_image012

Gambar 4.4. Memilih Folder Image yang Diinginkan

3. Kalau sudah, tekanlah tombol OK.

4. Kini, Anda bisa melihat bahwa tampilan image yang ada di dalam folder terpilih tersebut telah masuk ke dalam jendela Quick Slide Show.

clip_image014

Gambar 4.5. Tampilan Folder Image telah Masuk ke dalam Jendela

 

4.3 Menambahkan Foto-Foto Tertentu

Jika Anda masih ingin menambahkan koleksi foto yang Anda miliki ke dalam Quick Slide Show Anda bisa menggunakan ikon Add Image. Lantas di manakah ikon ini bisa Anda jumpai? Nah, berikut ini jawabannya:

1. Pada jendela Quick Slide Show, aktifkanlah ikon Add Images clip_image016.

clip_image018

Gambar 4.6. Mengaktifkan Ikon Add Images

2. Sesudah itu, pilihlah foto yang ingin Anda tambahkan di dalam kotak dialog Add Image. Jika tampilan foto yang ingin Anda tambahkan jumlahnya lebih dari satu dan letaknya berjauhan, Anda bisa menyeleksinya dengan menekan tombol Ctrl.

clip_image020

Gambar 4.7. Memilih File Image yang Diinginkan

3. Sesudah itu, tekan tombol Open.

Jika langkah di atas telah Anda lakukan maka Anda bisa mengamati bahwa foto-foto yang Anda pilih tersebut telah masuk ke dalam jendela Quick Slide Show.

clip_image022

Gambar 4.8. Tampilan Foto setelah Ditambahkan

Untuk mengamati tampilan foto-foto yang telah Anda masukkan tersebut dengan lebih jelas, Anda bisa langsung mengklik foto yang Anda inginkan. Foto tersebut pun akan ditampilkan secara lebih besar pada kotak preview di dalam jendela sebelah bawah.

One response so far

Apr 09 2008

Membuat Teks Twirl dengan Adobe Illustrator CS2

Published by Jubilee under Grafis

clip_image002

Gambar 6.18. Tampilan Teks Twirl

Teks ini murni menggunakan tool Twirl untuk memutar bagian-bagian tertentu pada objek teks tersebut. Agar lebih menarik, tiap-tiap huruf kita beri warna yang berbeda-beda.

Ikuti langkah-langkah pembuatannya di bawah ini:

1. Siapkan lembar kerja baru untuk membuat efek teks Twirl ini.

2. Klik Type Tool clip_image004 yang ada di dalam toolbox.

3. Ketik teks “Twirl” di dalam lembar kerja dengan spesifikasi font seperti berikut ini:

· Jenis Font : Arial

· Style : Bold

· Size : 100 pt

4. Blok teks tersebut dan pilih Fill.

5. Klik tepat pada warna merah.

6. Setelah itu, klik Stroke dan pilihlah None.

7. Aktifkan Selection Tool clip_image006 dari dalam toolbox.

clip_image008

Gambar 6.19. Teks “Twirl” di dalam Lembar Kerja

8. Tekan tombol kanan mouse dan pilih Create Outlines.

clip_image010

Gambar 6.20. Memilih Option Create Outlines

9. Aktifkan option Twirl Tool dengan cara mengklik 2x.

clip_image012

Gambar 6.21. Memilih Twirl Tool

10. Masukkan setting berikut ini di dalam kotak dialog Twirl Tool Options:

· Width : 50 pt

· Height : 50 pt

· Angle : 0

· Intensity : 50%

· Twirl Rate : -53

· Detail : 2

· Simplify : 29.91

clip_image014

Gambar 6.22. Pengaturan di dalam Twirl Tool Options

11. Tekan tombol OK.

12. Arahkan kursor mouse di bagian bawah huruf “T”.

13. Klik dan tunggu beberapa saat.

clip_image016

Gambar 6.23. Klik dan Tunggu Beberapa Saat untuk Menggulung Bagian Bawah Huruf “T”

14. Lakukan langkah-langkah serupa untuk bagian-bagian huruf lainnya:

clip_image018clip_image020

clip_image022clip_image024

Gambar 6.24. Penggulungan Sudut-Sudut Huruf

15. Pilih Selection Tool clip_image025.

16. Tekan tombol kanan mouse dan pilih Ungroup.

clip_image027

Gambar 6.25. Memilih Option Ungroup

17. Masih dengan menggunakan Selection Tool clip_image025[1], klik huruf “W”.

clip_image029

Gambar 6.26. Huruf “W” Berwarna Biru

18. Lakukan teknik-teknik serupa untuk mewarnai tiap-tiap huruf seperti berikut:

· Huruf “I” beri warna Rasberry

· Huruf “R” beri warna global pure yellow

· Huruf “L” beri warna Squash

clip_image031

Gambar 6.27. Warna-Warna di dalam Teks

No responses yet

Apr 07 2008

Membuat MP3 Player 3D dengan NURBS

Published by Jubilee under Grafis

Kita akan membuat MP3 Player yang desainnya mirip iPod. Untuk pembuatannya, kita tidak lagi melibatkan NURBS tapi bentuk poligon. Awalnya hanya bentuk chamfer box saja. Kemudian, kita kreasikan sehingga tercipta bentuk lempengan di dalam kanvas. Agar menarik, lempengan itu kita beri foto.

 

Membuat MP3 Player

Proses pembuatannya bertahap dari bentuk chamfer box, memberinya lingkaran-lingkaran kecil, sampai memasang foto. Lakukan langkah-langkah di bawah ini:

1. Pilihlah Extended Primitive.

clip_image002

Gambar 4.1. Memilih Extended Primitive

2. Klik tombol Chamfer Box.

clip_image004

Gambar 4.2. Klik Tombol Chamfer Box

3. Pada Top viewport buatlah bentuk persegi empat seperti gambar di bawah ini, kemudian klik pada sisi garis-sisi garisnya.

clip_image006

Gambar 4.3. Membuat Bentuk Persegi Empat

4. Pada rollout Parameters, isilah Length: 25 dan Width: 75.

clip_image008

Gambar 4.4. Menentukan Panjang dan Lebar Objek

5. Klik ikon Select Object clip_image010.

6. Klik kanan pada objek, lalu pilihlah Convert To > Convert to Editable Mesh.

clip_image012

Gambar 4.5. Klik Convert To: > Convert to Editable Mesh

7. Klik ikon Vertex yang ada di Selection rollout.

clip_image014

Gambar 4.6. Klik Ikon Vertex

8. Klik kanan pada Perspective viewport, lalu pilihlah Edged Faces.

clip_image016

Gambar 4.7. Memilih Edged Faces

9. Klik pada Top viewport untuk mengaktifkannya.

clip_image018

Gambar 4.8. Klik Top Viewport

10. Klik ikon Select and Move clip_image020 yang ada di toolbar.

11. Seleksilah garis di baris kedua dari atas seperti terlihat pada gambar di bawah ini.

clip_image022

Gambar 4.9. Menyeleksi Objek Titik-Titik di Urutan Kedua dari Atas

12. Tarik sumbu Y ke atas seperti gambar di bawah ini.

clip_image024

Gambar 4.10. Menarik Sumbu Y ke Atas

13. Seleksilah juga garis di urutan ketiga dari atas.

clip_image026

Gambar 4.11. Menyeleksi Titik-Titik Kedua dari Bawah

14. Geser sumbu Y ke bawah sehingga garis tersebut menurun ke bawah.

clip_image028

Gambar 4.12. Menggeser Sumbu Y ke Bawah

15. Seleksilah garis vertikal nomor dua dari kiri seperti gambar di bawah ini.

clip_image030

Gambar 4.13. Menyeleksi Garis Vertikal pada Objek

16. Geserlah garis tersebut ke arah kiri seperti gambar di bawah ini.

clip_image032

Gambar 4.14. Menggeser Garis ke Kiri

17. Seleksilah garis yang ada di sebelah garis tadi (sisi kanannya).

clip_image034

Gambar 4.15. Menyeleksi Garis Vertikal Kedua dari Kanan

18. Tarik garis itu ke samping kanan.

clip_image036

Gambar 4.16. Menggeser Garis ke Kanan

19. Klik ikon Select Object clip_image010[1].

20. Klik ikon bergambar segitiga di samping ikon Vertex.

clip_image038

Gambar 4.17. Klik Ikon Bergambar Segitiga

21. Bloklah area di bawah ini.

clip_image040

Gambar 4.18. Blok Persegi Empat di Tengah

22. Pada combo box Modifier List, pilihlah Face Extrude.

clip_image042

Gambar 4.19. Memilih Item Face Extrude

23. Pada rollout Parameters, isilah Amount: -2, lalu tekan tombol Enter.

clip_image044

Gambar 4.20. Rollout Parameters

24. Klik Tab Create clip_image046.

clip_image048

Gambar 4.21. Letak Tab Create

25. Pada combo box, pilihlah item Standard Primitives.

clip_image050

Gambar 4.22. Memilih Item Standard Primitives

26. Klik tombol Cylinder.

clip_image052

Gambar 4.23. Klik Tombol Cylinder

27. Buatlah bentuk silinder pada Top viewport.

clip_image054

Gambar 4.24. Membuat Bentuk Silinder

28. Pada rollout Parameters, isilah Radius: 1 dan Height: 1.

clip_image056

Gambar 4.25. Menentukan Radius dan Tinggi Objek

29. Klik ikon Select and Move clip_image057.

30. Geser objek sedemikian rupa hingga posisinya seperti gambar di bawah ini.

clip_image059

Gambar 4.26. Menggeser Posisi Objek Silinder

31. Sambil menekan tombol Shift, geserlah objek.

clip_image061

Gambar 4.27. Menggeser Objek

32. Pada jendela Clone Options yang muncul, kliklah tombol OK.

clip_image063

Gambar 4.28. Klik Tombol OK

33. Geser objek ke bawah sambil tetap menekan tombol Shift.

clip_image065

Gambar 4.29. Menggeser Objek

34. Pada jendela Clone Options yang muncul pastikan Anda memilih Copy.

35. Klik tombol OK.

clip_image067

Gambar 4.30. Klik Tombol OK

36. Klik Left viewport, perbesar tampilan dengan klik ikon Zoom In lalu klik di Left Viewport.

clip_image069

Gambar 4.31. Klik Left Viewport

37. Klik Tab Modify clip_image071.

clip_image073

Gambar 4.32. Letak Tab Modify

38. Klik pada objek chamfer seperti terlihat pada gambar di bawah ini:

clip_image075

Gambar 4.33. Klik pada Objek

39. Kemudian, klik item Editable Mesh.

clip_image077

Gambar 4.34. Klik Editable Mesh

40. Klik pada area seperti ditunjukkan pada gambar di bawah ini.

clip_image079

Gambar 4.35. Klik pada Objek Seperti Terlihat pada Gambar di Atas

41. Pada rollout Edit Geometry, kliklah tombol Cut.

clip_image081

Gambar 4.36. Klik Tombol Cut

42. Klik pada objek tersebut.

clip_image083

Gambar 4.37. Klik pada Objek

43. Klik kanan lalu pilihlah Cut Polygons.

clip_image085

Gambar 4.38. Memilih Cut Polygons

44. Klik ikon Select Object clip_image010[2].

45. Pilih menu Rendering > Material Editor.

clip_image087

Gambar 4.39. Klik Menu Rendering > Material Editor

46. Pada jendela Material Editor, klik kotak untuk mengganti warna Diffuse.

clip_image089

Gambar 4.40. Mengganti Warna Diffuse

47. Pilihlah warna biru, lalu klik tombol Close.

clip_image091

Gambar 4.41. Klik Tombol Close

48. Klik ikon Select by Name clip_image093.

49. Dengan pilihan pada ChamferBox01, kliklah tombol Select.

clip_image095

Gambar 4.42. Klik Tombol Select

50. Klik ikon Assign Material to Selection clip_image097.

51. Klik slot material kedua yang masih kosong.

clip_image099

Gambar 4.43. Klik Slot Material Kedua

52. Gantilah warna Diffuse dengan mengklik kotak yang berada di sebelahnya.

clip_image101

Gambar 4.44. Klik Kotak di Sebelah Diffuse

53. Pilihlah warna putih abu-abu, setelah itu klik tombol Close.

clip_image103

Gambar 4.45. Memilih Warna Putih Keabu-abuan

54. Klik ikon Select by Name clip_image093[1].

55. Pilihlah tiga item silinder, lalu klik tombol Select.

clip_image105

Gambar 4.46. Memilih Tiga Item File

56. Klik ikon Assign Material to Selection clip_image097[1].

57. Klik slot material ketiga yang masih kosong.

clip_image107

Gambar 4.47. Klik Slot Material Ketiga

58. Klik kotak warna di samping kanan Diffuse untuk mengganti warnanya.

clip_image109

Gambar 4.48. Mengganti Warna Diffuse

59. Pilihlah warna abu-abu dan klik tombol Close jika sudah.

clip_image111

Gambar 4.49. Memilih Warna Abu-abu

60. Pilih Tab Modify clip_image071[1].

61. Setelah itu, klik objek pada Top viewport.

clip_image113

Gambar 4.50. Klik Objek di dalam Top Viewport

62. Klik item Editable Mesh.

clip_image115

Gambar 4.51. Klik Item Editable Mesh

63. Klik ikon di bawah ini pada Selection rollout.

clip_image117

Gambar 4.52. Klik Ikon Bergambar Segitiga

64. Klik pada objek seperti gambar di bawah ini.

clip_image119

Gambar 4.53. Klik pada Objek

65. Beralihlah ke jendela material Editor dan klik ikon Assign Material to Selection clip_image097[2].

66. Klik slot keempat yang masih kosong.

clip_image121

Gambar 4.54. Klik Slot Kosong

67. Klik kotak kecil di sebelah kanan Diffuse.

clip_image123

Gambar 4.55. Klik Kotak Kecil

68. Pada jendela Material/ Map Browser, pilihlah item Bitmap.

clip_image125

Gambar 4.56. Memilih Item Bitmap

69. Pilihlah salah satu item file, lalu klik tombol Open.

clip_image127

Gambar 4.57. Memilih Salah Satu Item File

70. Tekan tombol Ctrl, lalu klik pada objek.

clip_image129

Gambar 4.58. Klik pada Objek

71. Klik ikon Assign Material to Selection clip_image097[3].

72. Klik ikon Close clip_image131 untuk menutup jendela Material Editor.

73. Pilih menu Rendering > Environment.

clip_image133

Gambar 4.59. Klik Menu Rendering > Environment

74. Klik kotak di bawah Color untuk mengganti warna background.

clip_image135

Gambar 4.60. Klik untuk Mengganti Warna Background

75. Pilih warna putih lalu tekan tombol Close.

clip_image137

Gambar 4.61. Memilih Warna Putih

76. Klik ikon Close clip_image131[1] untuk menutup jendela Environment and Effect.

77. Klik pada Perspective viewport.

clip_image139

Gambar 4.62. Klik pada Perspective Viewport

78. Gambar Hasil akan terlihat seperti gambar di bawah ini:

clip_image141

Gambar 4.63. Gambar Hasil

One response so far

Apr 05 2008

Menggunakan Color Balance Photoshop

Published by Jubilee under Grafis

Biasanya, warna pada sebuah foto tidak seimbang dan cenderung condong ke satu pola warna. Hal ini juga bertalian langsung dengan kamera digital bermerk tertentu. Ada beberapa merk yang cocok untuk memotret langit karena intensitas warna birunya sangat kuat dibanding merk-merk lain.

Kalau Anda punya kamera digital yang hanya mampu menghasilkan warna-warna netral, Anda mungkin akan berterima kasih dengan fasilitas ini.

Color Balance membantu menyeimbangkan warna dengan mengatur intensitas-intensitas warna tertentu yang telah disediakan, yaitu Cyan, Red, Magenta, Green, Yellow, dan Blue.

Berikut salah satu foto yang akan dikoreksi warnanya. Kita ingin agar foto ini lebih didominasi oleh warna biru yang jauh lebih tajam.

clip_image002

Gambar 3.3. Foto dengan Warna Biru yang Kusam

Ikuti langkah-langkahnya di bawah ini:

1. Pertama-tama, Anda harus membuka file di atas terlebih dulu.

2. Pilih menu Image > Adjustments.

3. Klik option Color Balance.

4. Geser slider ketiga ke arah Blue sampai di bagian kotak Color Levels nomor ketiga, angkanya mencapai 63.

clip_image004

Gambar 3.4. Pengaturan di dalam Color Balance

5. Tekan tombol OK.

Warna biru akan semakin dominan apabila Anda menggeser slider ketiga ke arah Blue terus menerus. Nyatanya, untuk mendapatkan keseimbangan warna yang jauh lebih kompleks, ketiga slider yang ada di dalam kotak dialog Color Balance harus “dimainkan” bersama-sama.

clip_image006

Gambar 3.5. Warna Biru Menjadi Lebih Dominan

 

Resep Color Balance

Anda akan menemukan banyak setting di dalam Color Balance ini. Itu artinya, ada banyak variasi warna yang bisa Anda dapatkan. Pada dasarnya, setiap Anda menggeser slider ke arah warna tertentu, warna tersebut akan meningkat intensitasnya di dalam foto. Apabila ada slider warna yang condong ke dua warna sekaligus, yang terjadi adalah pencampuran warna-warna itu untuk menghasilkan warna baru.

Misalnya saja, apabila slider menuju ke warna Red dan Blue dalam intensitas maksimal, Anda akan mendapatkan warna mirip dengan warna merah muda atau magenta.

clip_image008

Gambar 3.6. Color Balance untuk Menghasilkan Warna Baru

Anda bisa menciptakan variasi-variasi warna baru dengan menggeser-geser slider tersebut.

Yang perlu Anda perhatikan selanjutnya adalah opsi-opsi di bagian Tone Balance. Di situ, Anda akan menemukan opsi seperti ini:

 

· Shadows. Apabila Anda mengaktifkan opsi ini, maka warna-warna gelaplah yang akan diseimbangkan.

· Midtones. Apabila Anda mengaktifkan opsi ini, maka warna-warna netral yang akan diseimbangkan.

· Highlights. Apabila Anda mengaktifkan opsi ini, maka warna-warna terang yang akan diseimbangkan.

 

Apabila Anda memilih salah satu opsi, maka Anda akan mulai dari awal lagi. Artinya, pengaturan untuk Midtones tidak dipengaruhi oleh setting untuk Shadows atau Highlights. Begitu pula sebaliknya.

Kemudian, apabila Anda menggeser seluruh slider ke sisi kiri semuanya atau sisi kanan semuanya, maka warna foto akan kembali netral (tidak terkoreksi).

2 responses so far

Mar 31 2008

Membuat Efek Teks yang Membelit di Photoshop

Published by Jubilee under Grafis, Tip dan Trik

Tampilan teks horizontal atau vertical sudah biasa kita lihat. Namun teks yang memiliki roh sehingga bisa membelit objek tampaknya akan mengundan perhatian. Inovasi ini sebenarnya bukanlah hal baru, karena kita bisa menemukannya di banyak media massa. Nah, bila Anda tertarik untuk membuatnya, maka lanjutkan saja dengan menekuni langkah demi langkah berikut ini.

clip_image002

Gambar 3.22. Tampilan Objek dengan Teks yang Membelitnya

1. Siapkanlah sebuah kanvas dan letakkan sebuah objek di dalamnya. Kali ini kami memilih sebuah objek planet bumi dengan latar belakang kanvas berwarna hitam.

clip_image004

Gambar 3.23. Objek Bumi yang Hendak Diberi Teks

2. Jika sudah tekanlah tombol huruf T sebagai perintah untuk menggunakan Type Tool.

3. Kemudian ketikkan teks yang Anda inginkan.

clip_image006

Gambar 3.24. Mengetikkan Teks

4. Bila tulisan telah selesai dibuat, klik Warp Text clip_image008 di Options Bar.

clip_image010

Gambar 3.25. Memilih Ikon Warp Text

5. Pada kotak dialog Warp Text, pilihlah opsi Arc dan geserlah slider Bend sampai di posisi +100%.

clip_image012

Gambar 3.26. Tampilan Kotak Dialog Warp Text

6. Jika sudah klik tombol OK.

7. Selanjutnya gandakanlah layer teks tersebut.

clip_image014

Gambar 3.27. Hasil Penggandaan Layer Teks

8. Klik kembali ikon Warp Text clip_image008[1].

9. Geserlah kembali slider Bend ke arah kebalikannya, yakni -100%.

clip_image016

Gambar 3.28. Menggeser Slider Bend

10. Akhiri dengan menekan tombol OK.

11. Pilihlah Move Tool clip_image018 pada Toolbox dan tariklah objek teks hasil penggandaan ke bagian bawah.

12. Tekanlah tombol Ctrl+T untuk memunculkan handle-handle Free Transform Tool pada objek teks. Kemudian klik dan tarik handle-handle tersebut sehingga ukuran objek teks serasi dengan ukuran objek planet yang berada di tengah.

clip_image020

Gambar 3.29. Dua Objek Teks yang Diatur Berhadap-hadapan

13. Tekanlah tombol Ctrl, lantas klik layer teks pertama dan layer teks kedua sehingga keduanya terseleksi.

clip_image022

Gambar 3.30. Dua Buah Layer Teks yang telah Terseleksi

14. Lantas pilihlah menu Layer > Rasterize > Type.

clip_image024

Gambar 3.31. Memilih Opsi Rasterize Type

15. Selanjutnya klik layer teks hasil penggandaan dan tekanlah tombol Ctrl+E sehingga layer teks hasil penggandaan tersebut menjadi satu dengan layer asli.

clip_image026

Gambar 3.32. Layer-Layer Teks yang telah Menjadi Satu

16. Setelah itu gandakanlah layer teks tersebut dengan cara klik layer objek teks yang pertama dan tarik ke ikon Create a New Layer lantas klik pada ikon tersebut.

clip_image028

Gambar 3.33. Hasil Penggandaan Layer Teks

17. Tekanlah kembali tombol Ctrl+T sehingga muncul handle-handle Free Transform pada objek teks hasil penggandaan. Kemudian klik dan tarik handle yang berada di sudut sambil menekan tombol Ctrl.

18. Lakukanlah hal yang sama untuk objek teks yang kedua sehingga kedua teks tampak seperti ilustrasi berikut ini.

clip_image030

Gambar 3.34. Posisi Teks yang Diatur Saling Silang

19. Jika sudah pilihlah layer teks yang pertama, setelah itu tekanlah tombol huruf E untuk perintah Eraser Tool. Lantas hapus teks yang berada di dalam objek planet.

clip_image032

Gambar 3.35. Memilih Layer Teks Pertama

20. Lakukan langkah tersebut pada objek teks yang kedua sehingga memperoleh hasil sebagai berikut.

clip_image033

Gambar 3.36. Tampilan Akhir

2 responses so far

Mar 29 2008

Menghapus Objek dengan Vanishing Point Photoshop CS3

Published by Jubilee under Grafis

Vanishing Point diperkenalkan pertama kali oleh Adobe untuk Photoshop versi Creative Suite 2 (CS2). Di versi CS3 ini, Adobe memperbarui kemampuan Vanishing Point. Ada banyak fungsi Vanishing Point. Salah satunya adalah untuk menciptakan atau memasang foto atau gambar dalam bidang perspektif. Selain itu, Vanishing Point juga bisa dipakai untuk menghapus objek dalam bidang perspektif pula.

Di bawah ini terdapat latihan untuk membantu Anda memahami cara kerja Vanishing Point yang kali ini kita pakai untuk menghapus objek:

1. Buka terlebih dulu foto yang akan diedit menggunakan Vanishing Point. Tugas kita adalah menghapus objek gunting yang ada di depan kacamata.

clip_image002

Gambar 7.13. Tampilan Awal

1. Pilih menu Filter > Vanishing Point.

clip_image004

Gambar 7.14. Memilih Vanishing Point

2. Pilih Create Plane Tool clip_image006 pada jendela Vanishing Point.

3. Klik pada sisi kiri gambar dan tarik ke arah atas sehingga muncul garis lurus menyamping seperti gambar di bawah ini.

clip_image008

Gambar 7.15. Memilih Sisi Kiri Gambar

4. Kemudian, klik di sisi kanan bawah.

clip_image010

Gambar 7.16. Memilih Sisi Kanan Gambar

5. Klik di sisi kiri bawah sehingga objek kacamata tertutup bidang persegi empat seperti gambar di bawah ini.

clip_image012

Gambar 7.17. Memilih Sisi Bawah Gambar.

6. Pilih Stamp Tool clip_image014.

7. Tekan tombol Alt+klik pada sisi kiri atas kacamata (lihat tanda “+” di bawah ini) untuk mengambil sampel tekstur di daerah itu.

clip_image016

Gambar 7.18. Tampilan Obyek Sementara

8. Sapukan pada obyek gunting dengan cara klik dan drag sehingga obyek tersebut terhapus.

clip_image018

Gambar 7.19. Menghapus Objek Gunting

9. Kemudian klik tombol OK.

Akan terlihat di dalam kanvas bahwa objek gunting lenyap dari pandangan. Walaupun bisa dipraktekkan menggunakan Stamp Tool biasa, namun Stamp Tool pada Vanishing Point bisa dimanfaatkan untuk menghapus objek yang tampak secara perspektif.

clip_image020

Gambar 7.20. Tampilan Obyek Sementara

No responses yet

Mar 28 2008

Menggunakan Filter Gallery Photoshop CS3

Published by Jubilee under Grafis

Photoshop CS3 mengkategorikan filter dalam dua bagian, yaitu yang masuk dalam kelompok Filter Gallery dan yang tidak. Untuk melihat filter-filter apa saja yang masuk ke dalam kelompok Filter Gallery, maka satu-satunya cara termudah adalah dengan masuk ke dalam Filter Gallery itu sendiri.

Berikut langkah-langkah untuk masuk ke dalam Filter Gallery:

1. Siapkanlah terlebih dulu foto yang akan diberi efek.

clip_image002

Gambar 7.1. Foto yang akan Diberi Filter dari Kelompok Filter Gallery

2. Pilih menu Filter > Filter Gallery.

clip_image004

Gambar 7.2. Memilih Filter Gallery

3. Tunggulah sampai jendela Filter Gallery muncul di hadapan Anda seperti gambar di bawah ini.

clip_image006

Gambar 7.3. Tampilan Jendela Filter Gallery

4. Buka salah satu folder yang mengelompokkan filter-filter tertentu, misalnya Artistic dengan cara mengkliknya.

clip_image008

Gambar 7.4. Deretan Filter dalam Folder Artistic

5. Klik salah satu filter yang Anda inginkan, misalnya Plastic Warp.

6. Di jendela sisi kanan, Anda bisa atur parameter yang menentukan bagaimana filter yang Anda pilih bekerja atau mempengaruhi gambar/foto yang ada di kanvas.

clip_image010

Gambar 7.5. Pengaturan Parameter untuk Filter yang Kita Pilih

7. Anda bisa melihat bagaimana filter itu mempengaruhi gambar atau foto dengan melihat tampilan di jendela Filter Gallery sisi kiri.

clip_image012

Gambar 7.6. Foto yang telah Diberi Filter Plastic Warp

8. Tekan tombol OK.

Setelah Anda menekan tombol OK, maka Anda akan melihat secara langsung bagaimana filter yang Anda pilih mengubah tampilan visual gambar atau foto di dalam kanvas.

clip_image014

Gambar 7.7. Tampilan Gambar/Foto Setelah Diberi Filter Plastic Warp

 

Beberapa Filter Sekaligus dalam Filter Gallery

Filter Gallery memiliki kelebihan-kelebihan tertentu. Antara lain, kita bisa menggunakan beberapa filter sekaligus tanpa harus menekan tombol OK terlebih dulu—masuk ke dalam Filter Gallery kembali—dan memilih filter yang lain. Dengan demikian, kita bisa “meramu” beberapa filter sekaligus untuk mendapatkan efek-efek yang lebih menarik dan artistik.

Berikut langkah-langkah menggunakan beberapa filter sekaligus dalam Filter Gallery:

1. Pilih menu Filter > Filter Gallery.

2. Kemudian, pilih salah satu filter yang akan Anda pakai terlebih dulu.

clip_image016

Gambar 7.8. Salah Satu Filter yang Dipilih Terlebih Dulu

3. Setelah itu, klik ikon New Effect Layer yang ada di jendela Filter Gallery bagian kanan-bawah.

clip_image018

Gambar 7.9. Memilih New Effect Layer

4. Pilih filter kedua yang akan Anda pakai dengan cara memilih filter tersebut secara langsung.

clip_image020

Gambar 7.10. Memilih Filter Kedua

5. Klik lagi ikon New Effect Layer jika Anda ingin menggunakan filter-filter yang lain untuk satu foto yang sama.

clip_image022

Gambar 7.11. Deretan Filter yang telah Dipakai

6. Tekan tombol OK.

Hasilnya, Anda akan melihat foto atau gambar yang diberi beragam filter sekaligus dalam satu kali waktu yang sama tanpa harus mengklik menu Filter berulang kali.

clip_image024

Gambar 7.12. Foto yang telah Diberi Beragam Efek

No responses yet

Mar 27 2008

Seleksi dengan Ulead PhotoImpact 10

Software image editing manapun, termasuk PhotoImpact 10 ini, dilengkapi dengan fasilitas seleksi. Memang, fasilitas seleksi tidak bisa dipakai sendirian. Ia harus digabungkan dengan fungsi atau perintah lain dalam PhotoImpact 10 agar kita mendapatkan kreasi karya yang lebih bagus atau sesuai keinginan.

Di dalam bab ini, kita akan memfokuskan diri pada tool seleksi yang ada di PhotoImpact 10. Ada banyak tool dan menu yang berhubungan dengan seleksi ini sehingga pembahasan kita pada bab ini tidaklah terbatas pada pengenalan saja, tapi sudah masuk ke tema tentang bagaimana menggunakan tool-tool seleksi secara maksimal.

 

Dasar-Dasar Menyeleksi Objek

Pada tahap pertama ini, kita akan belajar dasar-dasar menyeleksi objek menggunakan tool seleksi. Coba ikuti panduan langkah-langkah yang tersaji di bawah ini:

1. Bukalah file foto1 yang ada di folder \Bab2\ pada CD.

clip_image002

Gambar 3.1. Membuka File Foto1

2. Tekan tombol Open. Berikut tampilan foto itu di atas kanvas.

clip_image004

Gambar 3.2. Tampilan File Foto1

3. Sekarang, pilihlah Standard Selection Tool yang ada di toolbox.

clip_image006

Gambar 3.3. Ambil Option Standard Selection Tool

4. Klik di salah satu sudut seperti diperlihatkan pada gambar berikut dan tahan tombol kiri mouse Anda.

5. Seret ke arah titik 2 dan lepaskan tombol kiri mouse Anda.

clip_image008

Gambar 3.4. Proses Membuat Bidang Seleksi

Setelah Anda melepaskan tombol kiri mouse, bidang seleksi akan mengelilingi objek yang telah Anda tentukan. Berbeda dengan bidang seleksi di Photoshop CS, bidang seleksi PhotoImpact 10 dibentuk dari garis putus-putus yang diam tak bergerak.

clip_image010

Gambar 3.5. Bidang Seleksi di Atas Kanvas

 

Apa yang Bisa Kita Lakukan Kemudian?

Bagian pada foto atau objek yang telah kita seleksi itu memiliki keistimewaan tersendiri dibanding bagian yang tak ikut terseleksi (berada di luar kotak bidang seleksi). Namanya juga menyeleksi, yang berarti kita memilih objek tersebut karena memiliki keistimewaan tersendiri.

Apa yang bisa kita lakukan terhadap objek yang sudah diistimewakan lewat seleksi itu? Setelah Anda menyeleksinya, Anda bisa melakukan hal-hal berikut:

· Meng-Cropping foto dengan cara memotong area pada foto yang berada di luar kotak seleksi.

· Meng-Copy atau meng-Cut gambar itu untuk di-Paste ditempat lain.

· Menghapus bidang yang terseleksi.

· Memberi efek spesial khusus pada bidang yang terseleksi, dan lain sebagainya.

clip_image012

Gambar 3.6. Bidang yang Terseleksi Bisa Kita Beri Efek Spesial Tanpa Mengganggu Bagian Lain yang tak Terseleksi

 

Memilih Bentuk Bidang Seleksi

Pada contoh di atas, bidang seleksi yang kita buat berbentuk persegi empat dengan ukuran bebas. Sebenarnya, ada bentuk lain yang bisa Anda pilih, antara lain Square, Ellipse, dan Circle, di samping Rectangle itu sendiri yang kita pilih sejak awal.

Berikut cara untuk memilih bentuk-bentuk bidang seleksi dan efeknya pada foto:

1. Pastikan Anda masih memilih Standard Selection Tool clip_image014.

2. Pada Attribute Toolbar, tepatnya di bagian Shape, pilihlah salah satu bentuk yang tersaji di sana. Ada Rectangle, Square, Ellipse, dan Circle.

clip_image016

Gambar 3.7. Memilih Bentuk Bidang Seleksi

3. Lihatlah tampilan masing-masing bidang seleksi di bawah ini (bidang seleksi berbentuk Rectangle tidak lagi dimunculkan).

clip_image018

clip_image020

clip_image022

Gambar 3.8. Bentuk Masing-Masing Bidang Seleksi

 

Catatan

Beda antara Rectangle-Square dan Ellipse-Circle terletak pada fleksibilitas saat membuat ukuran bidang seleksi dimana Square dan Circle jauh lebih terbatas.

 

Menggunakan Soft Edge

Soft Edge berfungsi untuk menghaluskan bidang seleksi sehingga objek pada foto tampak lebih soft di atas kanvas. Untuk menggambarkan kemampuan Soft Edge itu, lakukan panduan langkah-langkah di bawah ini:

1. Buka file foto2 yang ada di dalam CD (masih berada di folder \Bab2\).

clip_image026

Gambar 3.9. Tampilan File Foto2

2. Pilih Standard Selection Tool clip_image014[1] yang ada di toolbox.

3. Sekarang, pilih bentuk bidang seleksi Ellipse.

4. Buat bidang seleksi seperti tampilan berikut ini:

5. Pada Attribute Toolbar, masukkan angka 15 pada kotak Soft Edge seperti ilustrasi berikut:

clip_image028

Gambar 3.10. Masukkan Angka 15 di Bagian Soft Edge

6. Buatlah bidang seleksi berbentuk lingkaran pada foto.

clip_image030

Gambar 3.11. Membuat Bidang Seleksi Berbentuk Lingkaran

7. Tekan tombol Ctrl+C untuk mengkopi bagian yang terseleksi itu.

8. Pilih menu File > New > New Image.

9. Setelah berada di panel New Image, pilih option Same as image in clipboard.

clip_image032

Gambar 3.12. Memilih Option Same as Image in Clipboard

10. Tekan tombol OK dan Anda pun punya kanvas baru.

11. Tekan tombol Ctrl+V untuk mem-paste objek yang tadi telah kita kopi.

12. Hilangkan bidang seleksi dengan menekan tombol Enter.

clip_image034

Gambar 3.13. Sisi Foto Menjadi Tampak Lebih Halus

 

Lasso Tool

Berbeda dengan Standard Selection Tool, Lasso Tool terbukti lebih fleksibel namun butuh ketelatenan tersendiri untuk memakainya.

Kalau kita menggunakan Standard Selection Tool, bentuk bidang seleksi cukup terbatas, yaitu sebatas hanya lingkaran dan persegi empat saja. Sekarang, bagaimana caranya menyeleksi objek dengan bentuk sama persis dengan objek itu sendiri?

Untuk keperluan ini, kita butuh Lasso Tool. Lakukan panduan langkah-langkah di bawah ini:

1. Buka file foto3 yang telah tersedia. Berikut tampilan foto tersebut:

clip_image036

Tampilan 3.14. File Foto3 di dalam CD

2. Klik Standard Selection Tool dan tahan tombol mouse Anda beberapa detik sampai muncul pilihan-pilihan baru.

3. Pilih Lasso Tool.

clip_image038

Gambar 3.15. Memilih Lasso Tool

4. Sebelum memulai, matikan dulu kotak cek Smart Lasso (jika aktif) agar kita bisa menggunakan tool ini secara manual terlebih dulu.

5. Arahkan kursor Anda di salah satu titik terpinggir pada objek yang akan diseleksi.

clip_image040

Gambar 3.16. Klik di Salah Satu Titik Terpinggir pada Objek

6. Klik tombol kiri mouse-tahan-dan gerakkan kursor mouse sampai garis bidang seleksi menelusuri pinggiran objek itu.

clip_image042

Gambar 3.17. Telusuri Pinggiran Objek Menggunakan Lasso Tool

7. Kalau sudah, pertemukan titik awal dan titik akhir garis seleksi itu hingga seluruh objek tertutup atau dikelilingi garis seleksi tersebut.

clip_image044

Gambar 3.18. Titik Awal dan Titik Akhir Bertemu Hingga Menutup Objek

8. Pilihlah Pick Tool dan secara otomatis, garis yang kita buat tadi akan berubah menjadi garis-garis seleksi.

clip_image046

Gambar 3.19. Bidang Seleksi Baru akan Benar-Benar Muncul Setelah Kita Mengklik Pick Tool

 

Magic Wand Tool

Dalam beberapa kasus, tool seleksi yang satu ini sangat menolong dan mudah untuk digunakan. Magic Wand Tool akan menyeleksi area berdasarkan kesamaan warna tertentu.

Magic Wand Tool sangat ideal digunakan untuk menyeleksi objek yang disekelilingnya dikitari oleh warna-warna solid atau sejenis, misalnya rumah yang latar belakangnya tampak langit berwarna biru, manusia yang disekelilingnya hanya terhampar oleh warna putih, dan lain sebagainya. Kita tinggal menyeleksi objek yang warnanya dominan itu dan membalik bidang seleksi sehingga menjadi objek utamalah yang akan terseleksi.

Berikut langkah-langkahnya:

1. Buka file foto4. Anda akan melihat foto serangga seperti ini:

clip_image048

Gambar 3.20. Foto Serangga pada File Foto4

2. Pilih Magic Wand Tool dengan cara mengklik Standard Selection Tool beberapa saat.

clip_image050

Gambar 3.21. Pilih Magic Wand Tool

3. Sekarang, arahkan kursor mouse di atas bidang putih yang mengelilingi objek serangga.

clip_image052

Gambar 3.22. Klik di Area Putih di Sekeliling Serangga

4. Klik tombol kiri mouse sehingga bidang seleksi mengelilingi warna putih tersebut.

clip_image054

Gambar 3.23. Bidang Seleksi Mengelilingi Warna Putih di Sekitar Serangga

5. Pilih menu Selection > Invert untuk membalik seleksi. Kini, objek seranggalah yang terseleksi.

clip_image056Gambar 3.24. Kini, Justru Objek Serangga yang Terseleksi

6. Tekan tombol Ctrl+C.

7. Buka file foto5 untuk memunculkan tampilan foto seperti ini:

clip_image058

Gambar 3.25. Tampilan File Foto5

8. Tekan tombol Ctrl+V untuk mem-paste foto tersebut ke atas kanvas.

9. Tekan Enter untuk menghilangkan seleksi.

clip_image060

Gambar 3.26. Hasil Penggabungan Objek Serangga dan Bunga

 

Menghilangkan Garis Seleksi

Bagi pengguna Photoshop yang sudah lama bekerja dengan software tersebut, mungkin akan mengalami kebingungan ketika harus bekerja dengan PhotoImpact 10 ini, terutama pada saat membuat bidang seleksi. Itu terjadi karena ada perbedaan cara pemakaian tool seleksi ini termasuk bagaimana menghapus garis-garis seleksi dari atas kanvas.

PhotoImpact 10 menyediakan 2 alternatif cara untuk menghapus bidang seleksi. Pertama adalah dengan menggunakan Shift+G dan kedua adalah dengan menekan tombol Enter.

 

Latihan: Membuat Efek Lubang Kunci

Dengan menggunakan trik yang pernah kita pelajari di atas, kita akan membuat sebuah efek lubang kunci pada foto. Untuk mewujudkannya, kita hanya membutuhkan pertolongan dari tool seleksi saja.

Ikuti langkah-langkah di bawah ini:

1. Buka file foto6 dari dalam CD. Anda akan melihat foto ini:

clip_image062

Gambar 3.27. Tampilan File Foto6

2. Pilih Standard Selection Tool clip_image013.

3. Pertama-tama, pilihlah Ellipse pada bagian Shape.

clip_image064

Gambar 3.28. Pilih Ellipse Terlebih Dulu

4. Agar lebih eksotik, masukkan angka 15 ke kotak Soft Edge.

clip_image028[1]

Gambar 3.29. Mengatur Soft Edge

5. Buatlah seleksi berbentuk lingkaran mengelilingi wajah di dalam foto.

clip_image066

Gambar 3.30. Seleksi Bagian Wajah dalam Foto

6. Sekarang, klik tombol + yang ada di bagian Mode.

7. Setelah itu, pada bagian Shape, pilih Rectangle.

clip_image068

Gambar 3.31. Pilih Tanda Plus dan Rectangle

8. Sekarang, buatlah bidang seleksi berbentuk persegi panjang vertikal dimana salah satu bagiannya menyentuh bidang seleksi lingkaran yang sudah ada sebelumnya.

clip_image070

Gambar 3.32. Membuat Seleksi Persegi Empat yang Bersinggungan dengan Seleksi Lingkaran

9. Saat Anda melepas tombol kiri mouse, keduanya lantas menyatu seperti ini:

clip_image072

Gambar 3.33. Kedua Bidang Seleksi Menyatu Secara Otomatis

10. Terakhir, tekan menu Edit > Crop dan hasilnya menjadi seperti ini:

clip_image074

Gambar 3.34. Hasil Akhir yang Anda Dapat

No responses yet

Mar 24 2008

Memutar Foto di Flickr

Published by Jubilee under Grafis, Internet

Setelah meng-upload foto, mungkin s