Archive for the 'E-Book & Video Tutorial' Category

Jun 02 2008

Tanya Jawab Seputar Xanga

Selain Blogger.com, Xanga juga mempersilahkan para penggunanya secara gratis untuk dapat melakukan pengeditan kode HTML pada template atau skin blog, hanya saja pada Xanga lebih banyak pembatasan penggunaan script-script tertentu jika dibandingkan dengan Blogger yang lebih leluasa dalam penggunaan script terutama Blogger dengan template klasiknya. Dengan fasilitas Footprint yang disediakan Xanga, Anda dapat melacak siapa pengunjung blog Anda dan dengan sedikit pengenalan tentang script pemrograman, Anda juga dapat mengatur agar fungsi klik-kanan pada image dapat dinonaktifkan. Menarik bukan? Untuk itu, simaklah pembahasan selengkapnya mengenai tanya dan jawab seputar Xanga berikut ini.

 

Membuat dan Mengedit Entries

Menonaktifkan Rich Text

Weblog Editor dengan mode rich text tidak bisa bekerja dengan baik dalam komputer saya, apakah saya dapat menonaktifkannya?

Secara default weblog editor dalam blog Xanga memang berbentuk Rich Text. Namun apabila mode tersebut tidak bekerja dengan baik dalam komputer Anda, maka Anda bisa menonaktifkan mode rich text editor dan gunakan plain text editor sebagai gantinya. Berikut ini caranya:

1. Masuklah ke dalam halaman private blog Xanga Anda, lalu klik opsi Settings.

clip_image002

Gambar 3.1. Klik Opsi Settings pada Halaman Private

2. Setelah itu pilihlah Weblog Editor.

clip_image004

Gambar 3.2. Memilih Weblog Editor

3. Selanjutnya Anda akan terhubung ke halaman Basic Editor Settings.

clip_image006

Gambar 3.3. Halaman Basic Editor Settings

4. Untuk mendapat akses cepat ke halaman tersebut, Anda juga bisa langsung mengakses alamat http://edit.xanga.com/editeditorsetting.aspx.

5. Kemudian Anda hanya perlu menuliskan password account Xanga Anda pada kotak teks Password lalu klik tombol Sign In clip_image008.

clip_image010

Gambar 3.4. Masukkan Password Account Xanga

6. Pada bagian Edit Mode drop-down, pilihlah opsi Plain Text.

clip_image012

Gambar 3.5. Memilih Plain Text di Bagian Edit Mode

7. Terakhir, jangan lupa untuk menekan tombol Save Changes clip_image014.

 

Mengaktifkan Weblog Editor

Saya tidak bisa menemukan tempat untuk menulis dalam Weblog Editor blog Xanga, apa yang menyebabkan hal tersebut terjadi dan bagaimana memperbaikinya?

Hal ini bisa terjadi ketika browser Anda sedang berusaha membuka Rich text Editor dari Xanga Premium, sedangkan pada saat yang sama setting tingkat keamanan dari browser Anda sangat tinggi. Ada dua alternatif cara yang bisa Anda lakukan untuk memperbaiki masalah tersebut, pertama adalah mengubah settingan tingkat keamanan pada browser Anda jika Anda tetap ingin rich text editor Xanga Premium bisa bekerja dengan baik. Berikut ini penjelasan tentang pengaturan tingakt keamanan pada browser Internet Explorer dalam Windows:

1. Bukalah browser Internet Explorer, dan pilihlah menu Tools > Internet Options.

clip_image016

Gambar 3.6. Memilih Menu Tools > Internet Options

2. Setelah itu pilihlah Tab Security, lalu klik tombol Costum Level clip_image018 yang terletak hampir di bawah jendela Internet Options.

clip_image020

Gambar 3.7. Memilih Tab Security pada Jendela Internet Options

3. Akan muncul jendela Security Settings. Scroll down mouse Anda ke bawah hingga menemukan kategori Scripting.

4. Lihatlah pada sub kategori Active Scripting, di mana terdapat tiga opsi di dalamnya. Kliklah tombol radio pada opsi Enable.

clip_image022

Gambar 3.8. Klik Tombol Radio pada Opsi Enable dalam Sub Kategori Active Scripting

5. Jika sudah, klik tombol OK clip_image024 dua kali yaitu pada jendela Security Settings dan jendela Internet Options.

6. Terakhir, cobalah untuk membuka weblog editor pada jendela browser yang baru.

Alternatif yang kedua adalah Anda tetap bisa menggunakan setting tingkat keamanan browser yang tinggi, tetapi mengganti Xanga weblog editor dalam mode plain text. Lakukan cara yang sama seperti bahasan sebelumnya (masuklah ke alamat http://edit.xanga.com/editeditorsetting.aspx).

 

Menemukan Post yang Hilang

Saya kehilangan sebuah post, ke manakah perginya dan bagaimana mengatasinya?

Blog Xanga telah berusaha untuk melakukan pencegahan terhadap hilangnya post Anda, walaupun terkadang masih ada kejadian tersebut. Berikut ini beberapa pilihan yang bisa Anda lakukan untuk menyimpan dan mengamankan post Anda:

1. Periksalah situs Anda. Bukalah dalam jendela browser yang lain dan lihatlah apakah entry Anda telah benar-benar terkirim.

2. Gunakan tombol Back. Apabila jendela browser Anda masih terbuka, Anda mungkin bisa mendapatkan kembali post dengan menekan tombol Back pada browser Anda.

3. Copy dan Paste secara manual. Copy terlebih dahulu blog entry Anda sebelum mengirimkannya. Dengan cara ini, apabila browser Anda mengalami crash atau Internet koneksi yang tidak lancar, maka Anda hanya perlu mem-paste entry Anda ke dalam browser kembali dan mengirimkannya.

4. Copy otomatis ke dalam Clipbord. Masuklah ke halaman http://edit.xanga.com/editeditorsetting.aspx dan aktifkan kotak cek opsi Save a Backup Copy of Your Posts When Submitting. Dengan demikian, post Anda akan tersimpan secara otomatis ke dalam clipboard, dan Anda hanya perlu paste entry tersebut ke dalam browser dan kirimkan kembali.

clip_image026

Gambar 3.9. Aktifkan Kotak Cek Save a Backup Copy of Your Posts

5. Menyusun blog pada program lain. Beberapa orang lebih menyukai menyusun atau menuliskan terlebih dahulu blog post yang hendak diposting dalam aplikasi seperti Notepad atau BBEdit, hanya untuk memastikan bahwa post mereka tidak hilang apabila browser mengalami crash.

Ada hal-hal lain seputar browser yang perlu Anda pertimbangkan di mana secara tidak langsung bisa mempengaruhi hilangnya post Anda. Diantaranya adalah:

1. Periksalah dan pastikan bahwa Anda masih dalam koneksi Internet yang aktif.

2. Versi browser yang sudah lama terkenal penuh bug dan sering mengalami crash. Upgrade-lah broser Anda, jika masih menggunakan browser jenis lama.

3. Gunakan browser yang dapat diandalkan, salah satunya adalah versi terakhir dari Mozila. Selain itu, hindarilah menuliskan blog post yang panjang dalam browser yang masih berversi beta.

 

Membuat Draft

Apakah saya bisa menulis blog sekarang tapi dikirim atau dipublikasikan di lain hari?

Ya tentu bisa. Kita mengenalnya dengan istilah Future Posting. Anda bisa mempublikasikan catatan Anda di lain waktu dengan menentukkan sendiri tanggal dan jamnya. Berikut ini caranya:

1. Setelah Anda selesai menuliskan catatan Anda pada Weblog Editor, pergilah di bagian bawah dari weblog Editor. Anda akan menemukan bagian Time.

2. Klik link Edit yang terdapat pada bagian Time tersebut.

clip_image028

Gambar 3.10. Klik Link Edit

3. Selanjutnya Anda akan melihat bahwa di bagian Time akan berubah menjadi format yang dapat diedit.

clip_image030

Gambar 3.11. Format yang Dapat Diedit pada Bagian Time

4. Anda hanya perlu menentukan tanggal dan waktu kapan Anda ingin mempublikasikan catatan Anda itu. Misalnya Anda sedang menulis sesuatu mengenai kemerdekaan Indonesia dan Anda ingin mempublikasikannya pada tanggal 17 Agustus nanti, maka pilihlah bulan August, tanggal 17 tahun 2008 serta jam 08:00 AM (pagi).

clip_image032

Gambar 3.12. Menentukkan Tanggal dan Waktu

5. Terakhir, kliklah tombol Save Changes clip_image034 dan Anda telah selesai membuat Future Posting.

No responses yet

May 31 2008

Cara Mudah Membuat Slide Foto

Published by Jubilee under E-Book & Video Tutorial, Grafis

Jika Anda ingin membuat slide show dari foto-foto digital Anda, maka software inilah yang Anda butuhkan. Dengan menggunakan Quick Slide Show, Anda dapat menciptakan slide show yang indah dan menarik hanya dengan langkah yang mudah dan cepat. Anda bisa mencoba software tersebut dengan men-downloadnya di halaman website dengan alamat berikut http://www.download.com/Quick-Slide-Show/3000-6676_4-10672027.html.

 

4.1 Meluncurkan Quick Slide Show

Sebagai tahap awal sebelum menggunakan aplikasi Quick Slide Show tentu saja yang perlu Anda lakukan adalah meluncurkan aplikasi tersebut. Berikut ini langkah-langkah yang bisa Anda lakukan:

1. Pertama, tekanlah tombol Start clip_image002.

2. Jika sudah, pilih All Programs > Quick Slide Show > Quick Slide Show.

clip_image004

Gambar 4.1. Memilih All Programs > Quick Slide Show > Quick Slide Show

3. Sesudah itu akan muncul jendela Quick Slide Show seperti ilustrasi di bawah ini.

clip_image006

Gambar 4.2. Tampilan Jendela Quick Slide Show

 

4.2 Menampilkan Foto di dalam Satu Folder ke dalam Quick Slide Show

Langkah penting yang tidak bisa dilewatkan begitu saja dalam menggunakan Quick Slide Show adalah cara memasukkan file foto ke dalam aplikasi ini sehingga Anda dapat melakukan kreasi lebih lanjut terhadap foto tersebut. Untuk memasukkan foto ke dalam aplikasi ini, Anda bisa melakukan langkah-langkah berikut:

1. Sesudah Anda masuk ke dalam jendela Quick Slide Show, tekanlah ikon

Add Images Folder clip_image008.

clip_image010

Gambar 4.3. Mengaktifkan Ikon Add Images Folder

2. Sesudah itu, Anda bisa memilih folder image yang Anda inginkan di dalam kotak dialog Quick Slide Show.

clip_image012

Gambar 4.4. Memilih Folder Image yang Diinginkan

3. Kalau sudah, tekanlah tombol OK.

4. Kini, Anda bisa melihat bahwa tampilan image yang ada di dalam folder terpilih tersebut telah masuk ke dalam jendela Quick Slide Show.

clip_image014

Gambar 4.5. Tampilan Folder Image telah Masuk ke dalam Jendela

 

4.3 Menambahkan Foto-Foto Tertentu

Jika Anda masih ingin menambahkan koleksi foto yang Anda miliki ke dalam Quick Slide Show Anda bisa menggunakan ikon Add Image. Lantas di manakah ikon ini bisa Anda jumpai? Nah, berikut ini jawabannya:

1. Pada jendela Quick Slide Show, aktifkanlah ikon Add Images clip_image016.

clip_image018

Gambar 4.6. Mengaktifkan Ikon Add Images

2. Sesudah itu, pilihlah foto yang ingin Anda tambahkan di dalam kotak dialog Add Image. Jika tampilan foto yang ingin Anda tambahkan jumlahnya lebih dari satu dan letaknya berjauhan, Anda bisa menyeleksinya dengan menekan tombol Ctrl.

clip_image020

Gambar 4.7. Memilih File Image yang Diinginkan

3. Sesudah itu, tekan tombol Open.

Jika langkah di atas telah Anda lakukan maka Anda bisa mengamati bahwa foto-foto yang Anda pilih tersebut telah masuk ke dalam jendela Quick Slide Show.

clip_image022

Gambar 4.8. Tampilan Foto setelah Ditambahkan

Untuk mengamati tampilan foto-foto yang telah Anda masukkan tersebut dengan lebih jelas, Anda bisa langsung mengklik foto yang Anda inginkan. Foto tersebut pun akan ditampilkan secara lebih besar pada kotak preview di dalam jendela sebelah bawah.

4 responses so far

Mar 27 2008

Seleksi dengan Ulead PhotoImpact 10

Software image editing manapun, termasuk PhotoImpact 10 ini, dilengkapi dengan fasilitas seleksi. Memang, fasilitas seleksi tidak bisa dipakai sendirian. Ia harus digabungkan dengan fungsi atau perintah lain dalam PhotoImpact 10 agar kita mendapatkan kreasi karya yang lebih bagus atau sesuai keinginan.

Di dalam bab ini, kita akan memfokuskan diri pada tool seleksi yang ada di PhotoImpact 10. Ada banyak tool dan menu yang berhubungan dengan seleksi ini sehingga pembahasan kita pada bab ini tidaklah terbatas pada pengenalan saja, tapi sudah masuk ke tema tentang bagaimana menggunakan tool-tool seleksi secara maksimal.

 

Dasar-Dasar Menyeleksi Objek

Pada tahap pertama ini, kita akan belajar dasar-dasar menyeleksi objek menggunakan tool seleksi. Coba ikuti panduan langkah-langkah yang tersaji di bawah ini:

1. Bukalah file foto1 yang ada di folder \Bab2\ pada CD.

clip_image002

Gambar 3.1. Membuka File Foto1

2. Tekan tombol Open. Berikut tampilan foto itu di atas kanvas.

clip_image004

Gambar 3.2. Tampilan File Foto1

3. Sekarang, pilihlah Standard Selection Tool yang ada di toolbox.

clip_image006

Gambar 3.3. Ambil Option Standard Selection Tool

4. Klik di salah satu sudut seperti diperlihatkan pada gambar berikut dan tahan tombol kiri mouse Anda.

5. Seret ke arah titik 2 dan lepaskan tombol kiri mouse Anda.

clip_image008

Gambar 3.4. Proses Membuat Bidang Seleksi

Setelah Anda melepaskan tombol kiri mouse, bidang seleksi akan mengelilingi objek yang telah Anda tentukan. Berbeda dengan bidang seleksi di Photoshop CS, bidang seleksi PhotoImpact 10 dibentuk dari garis putus-putus yang diam tak bergerak.

clip_image010

Gambar 3.5. Bidang Seleksi di Atas Kanvas

 

Apa yang Bisa Kita Lakukan Kemudian?

Bagian pada foto atau objek yang telah kita seleksi itu memiliki keistimewaan tersendiri dibanding bagian yang tak ikut terseleksi (berada di luar kotak bidang seleksi). Namanya juga menyeleksi, yang berarti kita memilih objek tersebut karena memiliki keistimewaan tersendiri.

Apa yang bisa kita lakukan terhadap objek yang sudah diistimewakan lewat seleksi itu? Setelah Anda menyeleksinya, Anda bisa melakukan hal-hal berikut:

· Meng-Cropping foto dengan cara memotong area pada foto yang berada di luar kotak seleksi.

· Meng-Copy atau meng-Cut gambar itu untuk di-Paste ditempat lain.

· Menghapus bidang yang terseleksi.

· Memberi efek spesial khusus pada bidang yang terseleksi, dan lain sebagainya.

clip_image012

Gambar 3.6. Bidang yang Terseleksi Bisa Kita Beri Efek Spesial Tanpa Mengganggu Bagian Lain yang tak Terseleksi

 

Memilih Bentuk Bidang Seleksi

Pada contoh di atas, bidang seleksi yang kita buat berbentuk persegi empat dengan ukuran bebas. Sebenarnya, ada bentuk lain yang bisa Anda pilih, antara lain Square, Ellipse, dan Circle, di samping Rectangle itu sendiri yang kita pilih sejak awal.

Berikut cara untuk memilih bentuk-bentuk bidang seleksi dan efeknya pada foto:

1. Pastikan Anda masih memilih Standard Selection Tool clip_image014.

2. Pada Attribute Toolbar, tepatnya di bagian Shape, pilihlah salah satu bentuk yang tersaji di sana. Ada Rectangle, Square, Ellipse, dan Circle.

clip_image016

Gambar 3.7. Memilih Bentuk Bidang Seleksi

3. Lihatlah tampilan masing-masing bidang seleksi di bawah ini (bidang seleksi berbentuk Rectangle tidak lagi dimunculkan).

clip_image018

clip_image020

clip_image022

Gambar 3.8. Bentuk Masing-Masing Bidang Seleksi

 

Catatan

Beda antara Rectangle-Square dan Ellipse-Circle terletak pada fleksibilitas saat membuat ukuran bidang seleksi dimana Square dan Circle jauh lebih terbatas.

 

Menggunakan Soft Edge

Soft Edge berfungsi untuk menghaluskan bidang seleksi sehingga objek pada foto tampak lebih soft di atas kanvas. Untuk menggambarkan kemampuan Soft Edge itu, lakukan panduan langkah-langkah di bawah ini:

1. Buka file foto2 yang ada di dalam CD (masih berada di folder \Bab2\).

clip_image026

Gambar 3.9. Tampilan File Foto2

2. Pilih Standard Selection Tool clip_image014[1] yang ada di toolbox.

3. Sekarang, pilih bentuk bidang seleksi Ellipse.

4. Buat bidang seleksi seperti tampilan berikut ini:

5. Pada Attribute Toolbar, masukkan angka 15 pada kotak Soft Edge seperti ilustrasi berikut:

clip_image028

Gambar 3.10. Masukkan Angka 15 di Bagian Soft Edge

6. Buatlah bidang seleksi berbentuk lingkaran pada foto.

clip_image030

Gambar 3.11. Membuat Bidang Seleksi Berbentuk Lingkaran

7. Tekan tombol Ctrl+C untuk mengkopi bagian yang terseleksi itu.

8. Pilih menu File > New > New Image.

9. Setelah berada di panel New Image, pilih option Same as image in clipboard.

clip_image032

Gambar 3.12. Memilih Option Same as Image in Clipboard

10. Tekan tombol OK dan Anda pun punya kanvas baru.

11. Tekan tombol Ctrl+V untuk mem-paste objek yang tadi telah kita kopi.

12. Hilangkan bidang seleksi dengan menekan tombol Enter.

clip_image034

Gambar 3.13. Sisi Foto Menjadi Tampak Lebih Halus

 

Lasso Tool

Berbeda dengan Standard Selection Tool, Lasso Tool terbukti lebih fleksibel namun butuh ketelatenan tersendiri untuk memakainya.

Kalau kita menggunakan Standard Selection Tool, bentuk bidang seleksi cukup terbatas, yaitu sebatas hanya lingkaran dan persegi empat saja. Sekarang, bagaimana caranya menyeleksi objek dengan bentuk sama persis dengan objek itu sendiri?

Untuk keperluan ini, kita butuh Lasso Tool. Lakukan panduan langkah-langkah di bawah ini:

1. Buka file foto3 yang telah tersedia. Berikut tampilan foto tersebut:

clip_image036

Tampilan 3.14. File Foto3 di dalam CD

2. Klik Standard Selection Tool dan tahan tombol mouse Anda beberapa detik sampai muncul pilihan-pilihan baru.

3. Pilih Lasso Tool.

clip_image038

Gambar 3.15. Memilih Lasso Tool

4. Sebelum memulai, matikan dulu kotak cek Smart Lasso (jika aktif) agar kita bisa menggunakan tool ini secara manual terlebih dulu.

5. Arahkan kursor Anda di salah satu titik terpinggir pada objek yang akan diseleksi.

clip_image040

Gambar 3.16. Klik di Salah Satu Titik Terpinggir pada Objek

6. Klik tombol kiri mouse-tahan-dan gerakkan kursor mouse sampai garis bidang seleksi menelusuri pinggiran objek itu.

clip_image042

Gambar 3.17. Telusuri Pinggiran Objek Menggunakan Lasso Tool

7. Kalau sudah, pertemukan titik awal dan titik akhir garis seleksi itu hingga seluruh objek tertutup atau dikelilingi garis seleksi tersebut.

clip_image044

Gambar 3.18. Titik Awal dan Titik Akhir Bertemu Hingga Menutup Objek

8. Pilihlah Pick Tool dan secara otomatis, garis yang kita buat tadi akan berubah menjadi garis-garis seleksi.

clip_image046

Gambar 3.19. Bidang Seleksi Baru akan Benar-Benar Muncul Setelah Kita Mengklik Pick Tool

 

Magic Wand Tool

Dalam beberapa kasus, tool seleksi yang satu ini sangat menolong dan mudah untuk digunakan. Magic Wand Tool akan menyeleksi area berdasarkan kesamaan warna tertentu.

Magic Wand Tool sangat ideal digunakan untuk menyeleksi objek yang disekelilingnya dikitari oleh warna-warna solid atau sejenis, misalnya rumah yang latar belakangnya tampak langit berwarna biru, manusia yang disekelilingnya hanya terhampar oleh warna putih, dan lain sebagainya. Kita tinggal menyeleksi objek yang warnanya dominan itu dan membalik bidang seleksi sehingga menjadi objek utamalah yang akan terseleksi.

Berikut langkah-langkahnya:

1. Buka file foto4. Anda akan melihat foto serangga seperti ini:

clip_image048

Gambar 3.20. Foto Serangga pada File Foto4

2. Pilih Magic Wand Tool dengan cara mengklik Standard Selection Tool beberapa saat.

clip_image050

Gambar 3.21. Pilih Magic Wand Tool

3. Sekarang, arahkan kursor mouse di atas bidang putih yang mengelilingi objek serangga.

clip_image052

Gambar 3.22. Klik di Area Putih di Sekeliling Serangga

4. Klik tombol kiri mouse sehingga bidang seleksi mengelilingi warna putih tersebut.

clip_image054

Gambar 3.23. Bidang Seleksi Mengelilingi Warna Putih di Sekitar Serangga

5. Pilih menu Selection > Invert untuk membalik seleksi. Kini, objek seranggalah yang terseleksi.

clip_image056Gambar 3.24. Kini, Justru Objek Serangga yang Terseleksi

6. Tekan tombol Ctrl+C.

7. Buka file foto5 untuk memunculkan tampilan foto seperti ini:

clip_image058

Gambar 3.25. Tampilan File Foto5

8. Tekan tombol Ctrl+V untuk mem-paste foto tersebut ke atas kanvas.

9. Tekan Enter untuk menghilangkan seleksi.

clip_image060

Gambar 3.26. Hasil Penggabungan Objek Serangga dan Bunga

 

Menghilangkan Garis Seleksi

Bagi pengguna Photoshop yang sudah lama bekerja dengan software tersebut, mungkin akan mengalami kebingungan ketika harus bekerja dengan PhotoImpact 10 ini, terutama pada saat membuat bidang seleksi. Itu terjadi karena ada perbedaan cara pemakaian tool seleksi ini termasuk bagaimana menghapus garis-garis seleksi dari atas kanvas.

PhotoImpact 10 menyediakan 2 alternatif cara untuk menghapus bidang seleksi. Pertama adalah dengan menggunakan Shift+G dan kedua adalah dengan menekan tombol Enter.

 

Latihan: Membuat Efek Lubang Kunci

Dengan menggunakan trik yang pernah kita pelajari di atas, kita akan membuat sebuah efek lubang kunci pada foto. Untuk mewujudkannya, kita hanya membutuhkan pertolongan dari tool seleksi saja.

Ikuti langkah-langkah di bawah ini:

1. Buka file foto6 dari dalam CD. Anda akan melihat foto ini:

clip_image062

Gambar 3.27. Tampilan File Foto6

2. Pilih Standard Selection Tool clip_image013.

3. Pertama-tama, pilihlah Ellipse pada bagian Shape.

clip_image064

Gambar 3.28. Pilih Ellipse Terlebih Dulu

4. Agar lebih eksotik, masukkan angka 15 ke kotak Soft Edge.

clip_image028[1]

Gambar 3.29. Mengatur Soft Edge

5. Buatlah seleksi berbentuk lingkaran mengelilingi wajah di dalam foto.

clip_image066

Gambar 3.30. Seleksi Bagian Wajah dalam Foto

6. Sekarang, klik tombol + yang ada di bagian Mode.

7. Setelah itu, pada bagian Shape, pilih Rectangle.

clip_image068

Gambar 3.31. Pilih Tanda Plus dan Rectangle

8. Sekarang, buatlah bidang seleksi berbentuk persegi panjang vertikal dimana salah satu bagiannya menyentuh bidang seleksi lingkaran yang sudah ada sebelumnya.

clip_image070

Gambar 3.32. Membuat Seleksi Persegi Empat yang Bersinggungan dengan Seleksi Lingkaran

9. Saat Anda melepas tombol kiri mouse, keduanya lantas menyatu seperti ini:

clip_image072

Gambar 3.33. Kedua Bidang Seleksi Menyatu Secara Otomatis

10. Terakhir, tekan menu Edit > Crop dan hasilnya menjadi seperti ini:

clip_image074

Gambar 3.34. Hasil Akhir yang Anda Dapat

One response so far

Mar 22 2008

Desain Layout dengan InDesign

Published by Jubilee under E-Book & Video Tutorial, Grafis

clip_image002

Gambar 9.1. Hasil Pembuatan Rubrik “Profil”

Desain rubrik kali ini memang sederhana. Anda bisa me-review lagi materi yang telah dipelajari lewat bab ini. Amati lagi bagaimana kita menggunakan fasilitas-fasilitas untuk membuat sebuah tulisan di dalam lembar kerja.

Berikut langkah-langkah untuk membuat rubrik “profil”:

1. Buat kanvas baru dengan menekan tombol Ctrl+N terlebih dulu.

2. Pilihlah Rectangle Tool clip_image004 dari dalam toolbox.

3. Klik Fill untuk menentukan warna isian terlebih dulu.

clip_image006

Gambar 9.2. Memilih Fill

4. Munculkan panel Swatches dengan mengklik menu Window > Swatches.

5. Di dalam panel tersebut, pilihlah warna hitam.

clip_image008

Gambar 9.3. Memilih Warna Hitam

6. Buat persegi empat seukuran lembar kerja dengan warna hitam.

clip_image010

Gambar 9.4. Warna Hitam yang Menutup Seluruh Area Lembar Kerja

7. Pilihlah Type Tool.

8. Buat area teks terlebih dulu dan ketikkan teks seperti gambar di bawah ini.

clip_image012

Gambar 9.5. Area Teks dengan Teks Isian di dalamnya

9. Kalau sudah, posisikan kursor mouse di awal kalimat.

clip_image014

Gambar 9.6. Memposisikan Kursor Mouse di Awal Kalimat

10. Munculkan panel Paragraph dengan mengklik menu Window > Paragraph.

11. Masukkan angka 2 di dalam kotak Drop Cap Number of Lines.

clip_image016

Gambar 9.7. Memasukkan DropCap

12. Tekan tombol Enter dan huruf pertama akan menjadi Drop Capital.

clip_image018

Gambar 9.8. Huruf ‘M’ yang Tampak Membesar

13. Pilih menu File > Place.

14. Lanjutkan dengan memilih file foto yang akan Anda letakkan di dalam lembar kerja.

15. Klik tombol kiri mouse sehingga foto itu diletakkan di tempat yang sudah Anda tentukan.

clip_image020

Gambar 9.9. Foto di Ujung Kiri Atas pada Lembar Kerja

16. Klik Apply Color.

17. Setelah itu, kliklah Stroke.

clip_image022

Gambar 9.10. Memilih Stroke

18. Pilih warna merah di dalam panel Swatches.

19. Hasilnya, foto itu akan diberi bingkai berwarna merah.

clip_image024

Gambar 9.11. Foto yang Diberi Bingkai Berwarna Merah

20. Pilihlah Type Tool.

21. Buat area teks kecil dan ketiklah teks “profil” di bagian bawah pada foto.

clip_image026

Gambar 9.12. Teks di Bagian Bawah pada Foto

22. Turunkan nilai Opacity menjadi 74% pada panel Transparency.

clip_image028

Gambar 9.13. Penurunan Opacity ke Level 74%

23. Setelah itu, buat teks dengan Stroke merah dan Fill putih seperti yang pernah kita buat di latihan-latihan sebelumnya.

clip_image030

Gambar 9.14. Teks dengan Stroke Merah dan Fill Berwarna Putih

24. Pilih Rectangle Tool.

25. Klik Fill dan pilih warna merah serta Stroke dengan warna kuning.

26. Buat persegi empat vertikal seperti terlihat pada gambar di bawah ini.

clip_image032

Gambar 9.15. Persegi Empat di Sisi Kiri Lembar Kerja

27. Setelah itu, Anda akan mendapatkan sebuah hasil final seperti gambar di bawah ini.

clip_image033

Gambar 9.16. Hasil Akhir Latihan Ke-9

No responses yet

Mar 21 2008

Desain Gedung dengan CorelDraw

Published by Jubilee under E-Book & Video Tutorial, Grafis

clip_image002

Di setiap kota pasti ada gedung-gedung besar yang memiliki banyak fungsi dan identitas. Bisa jadi, gedung itu adalah perkantoran. Bagi kota besar seperti Jakarta, gedung-gedung besar juga bisa dipersepsikan sebagai sebuah apartemen mewah yang memang didesain secara menjulang ke atas.

Tak heran kalau kita akan merancang gedung-gedung besar di kesempatan kali ini. Membuat gedung-gedung besar memang tidak sulit secara teknis karena kita hanya membutuhkan 1 buah tool saja sejak saat merangkai dari sketsa sampai bentuk jadi.

Untuk membuat gedung-gedung besar seperti itu, Anda bisa mengikuti langkah-langkah di bawah ini:

1. Untuk menggambar gedung, klik Bezier Tool clip_image003.

2. Klik dan drag untuk membuat sketsa awal gedung dengan ukuran 3,502 x 3,907cm.

clip_image005

Gambar 11.1. Membuat Sketsa Gedung Utama

3. Buat objek di sampingnya untuk menunjukkan kedalaman gedung dengan ukuran 1,619 x 3,573cm.

clip_image007

Gambar 11.2. Objek di Samping Gedung Utama

4. Pastikan Bezier Tool clip_image009 masih aktif dan buat objek persegi panjang ramping di sisi paling kanan dengan ukuran 1,14 x 3,393cm.

clip_image011

Gambar 11.3. Objek Persegi Ramping di Sisi Paling Kanan

5. Buat lagi objek di sampingnya dengan ukuran 1,226 x 3,464cm.

clip_image013

Gambar 11.4. Objek Persegi Panjang di Sisi Paling Kanan

6. Lalu, buatlah objek di bagian atas dengan ukuran 4,122 x 0,525cm.

clip_image015

Gambar 11.5. Membuat Atap Gedung

7. Beri tambahan garis seperti pada contoh di bawah ini dengan ukuran sembarang.

clip_image017

Gambar 11.6. Atap Gedung yang Sudah Disempurnakan

8. Gunakan cara yang sama untuk menggambar bagian bawah gedung seperti ini.

clip_image019

Gambar 11.7. Bagian Bawah Gedung

9. Klik Bezier Tool clip_image009[1].

10. Tambahkan bagian gedung di bagian bawah seperti ini.

clip_image021

Gambar 11.8. Bagian Bawah Gedung yang Sudah Diperlengkap

11. Buat objek persegi empat panjang untuk sisi kiri dan kanan gedung.

clip_image023

Gambar 11.9. Persegi Empat Panjang Sisi Kiri dan Kanan

12. Di tengah-tengah kedua persegi empat itu, tambahkan dua persegi empat baru dengan ukuran yang lebih gemuk, masih dengan menggunakan Bezier Tool clip_image024.

clip_image026

Gambar 11.10. Dua Buah Persegi Empat Gemuk di Antara Dua Persegi Empat Panjang Sebelumnya

13. Setelah itu, buat persegi empat berukuran sedang di dalam persegi empat panjang sebelah kiri yang telah kita buat sebelumnya.

clip_image028

Gambar 11.11. Sketsa Jendela Berukuran Sedang

14. Tekan tombol Ctrl+D untuk menggandakan jendela itu.

15. Klik Pick Tool clip_image030 dari toolbox.

16. Tarik ke bawah sehingga ada 2 buah jendela di situ.

17. Klik dan drag jendela itu ke arah dalam sehingga ukurannya lebih kecil.

18. Gandakan berkali-kali dan letakkan bertumpuk-tumpuk sehingga akan terlihat sketsa jendela gedung seperti gambar di bawah ini.

clip_image032

Gambar 11.12. Sketsa Jendela-Jendela Sebuah Gedung

19. Aktifkan kembali Bezier Tool clip_image003[1].

20. Buat jendela yang lebih panjang secara horizontal di persegi empat yang besar.

clip_image034

Gambar 11.13. Sketsa Jendela Panjang

21. Gandakan secara vertikal lewat teknik yang telah kita pelajari tadi sehingga tampilannya seperti gambar di bawah ini.

clip_image036

Gambar 11.14. Menggandakan Jendela ke Bawah

22. Buat objek jendela seperti pada contoh di bawah ini pada gedung bagian atas.

clip_image038

Gambar 11.15. Jendela di Gedung Sisi Atas

23. Gandakan dengan menekan tombol Ctrl+D lagi.

24. Pilih Pick Tool clip_image030[1] dan klik jendela hasil duplikasi itu.

25. Klik dan drag ke arah dalam sehingga mengecil ukurannya.

26. Letakkan jendela hasil duplikasi itu ke bawah jendela sebelumnya.

27. Lakukan teknik di atas berulang-ulang sampai seluruh jendela dipasang pada gedung.

clip_image040

Gambar 11.16. Deretan Jendela dari Atas ke Bawah

28. Pilih Bezier Tool clip_image009[2] dari toolbox.

29. Buat jendela untuk gedung sisi kanan seperti ilustrasi di bawah ini.

clip_image042

Gambar 11.17. Jendela untuk Gedung Sisi Kanan

30. Beri pintu kecil di gedung sisi depan seperti gambar di bawah ini.

clip_image043

Gambar 11.18. Pintu Kecil di Gedung Sisi Depan

31. Aktifkan lagi Pick Tool clip_image030[2].

32. Seleksi gedung bagian depan dan beri warna 10% Black dengan mengklik warna itu di daerah kotak warna.

clip_image045

Gambar 11.19. Gedung Bagian Depan dengan Warna Abu-Abu Muda

33. Klik atap gedung dan beri warna 30% Black. Warnai pula bagian bawah gedung dengan warna yang sama.

34. Sedangkan untuk atap sisi bawah dan sekitarnya, beri warna 10% Black dan 20% Black. Lihat ilustrasi di bawah ini.

clip_image046

Gambar 11.20. Gedung dengan Sisi Depan dan Atap yang telah Diwarnai

35. Dengan Pick Tool clip_image030[3], klik sisi kanan gedung sampai terseleksi.

36. Klik 2x kotak Fill Color yang ada di pojok kanan bawah dan masukkan rumus RGB berikut ini: 252, 243, dan 23.

37. Tekan tombol OK.

38. Setelah itu, klik tembok di sisi kanannya dan beri warna Pantone Black 0961.

39. Dengan teknik di atas, beri warna RGB 250, 226, dan 203 untuk mewarnai tembok paling kanan. Lihat hasil jadinya seperti gambar di bawah ini.

clip_image048

Gambar 11.21. Mewarnai Bagian Kanan Gedung Beserta Tembok-Temboknya

40. Seleksi persegi empat panjang-ramping sisi kiri dan beri warna 40% Black. Setelah itu, beri warna 70% Black untuk bayangannya.

41. Klik jendela yang ada di persegi empat panjang itu dan beri warna Pantone Black 0961.

42. Lakukan hal serupa untuk jendela-jendela di persegi empat panjang sisi kanan.

clip_image050

Gambar 11.22. Jendela dengan Warna-Warna yang Menarik

43. Seleksilah jendela-jendela kecil di tengah-tengah gedung dan beri warna 70% Black.

44. Kalau sudah, seleksi persegi empat panjang-gemuk sisi kiri terlebih dulu dan beri warna murky green. Sedangkan untuk bayangannya, beri warna 90% Black. Terakhir, beri warna untuk jendela-jendelanya dengan warna 40% Black.

45. Warnai juga persegi empat panjang-gemuk sisi kanan dengan pola-pola pewarnaan yang sama.

clip_image052

Gambar 11.23. Warna-Warna pada Jendela Persegi Empat Panjang-Gemuk Sisi Kiri dan Kanan

46. Seleksi jendela yang ada di gedung sisi kanan dan beri warna 60% Black, satu demi satu sampai seluruhnya terwarnai.

clip_image054

Gambar 11.24. Jendela dengan Warna Keabuan

47. Pastikan Pick Tool clip_image030[4] masih dalam keadaan terseleksi.

48. Klik dan drag untuk menyeleksi seluruh gedung yang telah kita buat itu.

clip_image056

Gambar 11.25. Menyeleksi Seluruh Objek Gedung

49. Letakkan pada peta yang sekiranya bisa kita tambahkan gedung-gedung tinggi. Gandakan bila perlu (Ctrl+D).

clip_image058

Gambar 11.26. Gedung-Gedung di Sekitar Peta

One response so far

Mar 20 2008

Desain Pintu dan Jendela dengan ArchiCAD 10

clip_image002

Gambar 11.1. Model-Model Desain Pintu dan Jendela

Door Tool clip_image004 sesuai namanya digunakan untuk membuat pintu pada desain. Dari jenisnya dibedakan menjadi beberapa kelompok:

§ Entrance-Storefront untuk jenis pintu pada kantor dan pertokoan.

§ Metal Door. Jenis pintu dari metal yang bisa digunakan untuk pabrik, ruang mechanical electrical, dan gudang.

§ Opening Door digunakan sebagai pintu bukaan dengan pelubangan pada tembok, misal pada penghubung ruang keluarga dengan ruang makan, atau ruang makan dengan pantry, dan sebagainya.

§ Special Door yang di dalamnya berisi pintu kepala bulat (arc), model pintu Bifold, pintu garasi, dan pintu geser (sliding).

§ Wood/Plastic Door yang terbagi dalam pintu masuk dan pintu interior.

§ Building Structure sama fungsinya dengan Storefront, model pintu besar dan tinggi yang sering dijumpai pada bank dan mall.

Pada floorplan display dari door berupa simbol 2D. Dengan editing pada door setting di info box tampilan simbol door dapat divariasikan sesuai keinginan. Editing dan peletakan pintu dapat pula dilakukan pada jendela 3D dan S/E.

11.1. Setting Door Tool

Pada setting door terdapat panel-panel yang digunakan untuk editing elemen pintu, dimensi, bentuk, asesoris, dan pilihan tekstur.

clip_image006

Gambar 11.2. Jendela Door Default Settings

A. Preview and Positioning

Panel ini berisi tool yang berkaitan terhadap display pada floorplan.

clip_image008

Gambar 11.3. Kotak Dialog Preview and Positioning

Pada tool clip_image010 digunakan untuk memilih library jenis pintu dengan cepat tanpa harus menggunakan browser.

Pada panel sebelah kanan terdapat jendela preview untuk melihat model pintu. Dengan pilihan display 2D, 3D, sampai rendering model, dengan klik mouse dalam jendela preview ini, bisa digunakan untuk mengamati objek pintu dari sisi depan dan belakang.

Panel Flip digunakan untuk mengganti orientasi arah dari bukaan pintu.

Panel Empty Opening dengan mengaktifkannya kita akan membuang jenis pilihan pintu sebelumnya dan menempatkan lubang pada dinding dengan parameter dimensi pintu yang dipilih sebelumnya itu.

Anchor Point merupakan metoda peletakan geometri objek pintu pada elemen. Pada pilihan pertama titik seleksi peletakan kursor mouse ada di tengah, dan pada pilihan kedua titik peletakan dengan kursor mouse ada di pinggir. Fungsinya, semisal, diinginkan meletakkan pintu tepat di sebelah kolom, maka dengan pilihan kedua ini peletakan dapat dengan mudah dilakukan tanpa harus berkali-kali menggeser dengan drag untuk presisi.

Construction Method pada door ada 3 macam, yaitu Edge, Sill, dan Reveal, dan digunakan sebagai pilihan peletakan pintu pada dinding. Dengan memilih Sill atau Reveal peletakan objek ditentukan dengan memasukkan nilai kedalaman dari muka dinding.

clip_image012

Gambar 11.4. Konfigurasi Construction Method

B. Parameter

Panel ini digunakan untuk menentukan dimensi pada pintu (door) serta parameter penyusun dari door. Jenis pintu yang berbeda memiliki option parameter yang berbeda-beda pula, tergantung pada bentuk dan susunan model komponennya.

clip_image014

Gambar 11.5. Kotak Dialog Parameters

Pada panel sebelah kanan digunakan untuk memasukkan parameter dimensi lebar dan tinggi pintu.

Pada panel kiri terdapat setting untuk mengatur display pada 2D, 3D, dan material tekstur untuk rendering.

Anchor vertical adalah titik dasar penentuan ketinggian pintu terhadap dinding ataupun story. Dengan macam pilihan ini penempatan pintu lebih bervariasi pada desain:

§ Sill to Wall Base: Peletakan ketinggian berdasar posisi dasar pintu terhadap ketinggian dinding.

§ Sill to Story 0: Posisi ketinggian dasar pintu terhadap Story 0

§ Header to Wall Base: Posisi ketinggian pintu bagian atas terhadap ketinggian dinding.

§ Header to Story 0: Posisi ketinggian bagian teratas pintu terhadap Story 0.

§ Select Story: Posisi ketinggian terhadap Story yang dipilih.

clip_image016 clip_image018

Gambar 11.6. Pengaturan di Daerah Anchor

Sub Floor Thickness merupakan parameter yang dimasukkan untuk menambah elevasi pada anchor dalam hubungannya terhadap ketinggian Sill dan Header.

C. Window Plane berkaitan terhadap penempatan pintu pada slanted wall dan dibedakan menjadi :

· Associated to Wall: Posisi pintu mengikuti bentuk dari slanted wall.

· Vertical: Posisi pintu akan selalu vertikal dan mengacuhkan bentuk dari slanted wall.

D. Entrance Door Setting

Panel ini digunakan untuk editing lebih lanjut terhadap parameter dan bentuk dari pintu. Sedikit berbeda dari panel parameter, pada panel ini pilihan bentuk lanjutan lebih berupa gambar sehingga mempermudah dalam pilihan.

clip_image020

Gambar 11.7. Panel Entrance Door Setting

Selain General Setting di atas pada panel editing ini terdapat pula beberapa panel editing lanjutan lainnya tergantung pada jenis dari pintu.

clip_image022

Gambar 11.8. Panel Editing Lanjutan

E. Floor Plan and Section

clip_image024

Gambar 11.9. Panel Floorplan and Section Door

Dalam floorplan secara default door menggunakan simbol standar. Pada ArchiCAD 10 ada beberapa pilihan untuk memilih display dari pintu pada floorplan:

· Symbolic: Merupakan bentuk default.

· Projected

· Projected With Overhead

· Overhead All

Contoh dan bentuk dapat dilihat lagi pada Bab IV tentang Wall. Pilihan lainnya seperti bentuk garis penyusun, warna, dan ketebalan. Setting yang sama juga pada Section Panel yang merupakan setting display pada S/E atau untuk denah kerja potongan. Gunakan tanda centang pada panel untuk menerapkan perubahan pada desain.

F. Panel Model

Panel ini digunakan untuk menentukan tekstur material pada pintu. Untuk penerapan material yang berbeda-beda pada komponen pintu, digunakan panel parameter. Dengan menonaktifkan checkbox pada Objects Material, elemen pintu akan menggunakan material yang sama pada semua komponennya.

clip_image026

Gambar 11.10. Pengaturan di dalam Kotak Dialog Model

Wall Opening Material. Tekstur material pada dinding dapat diterapkan pada jenis pintu bukaan atau Opening Door dengan pilihan sebagai berikut.

· Same as Wall Edge: Tekstur material pada opening sama dengan tekstur material dalam dinding (edge).

· Same as Wall Side: Tekstur material sama dengan material sisi dinding.

· Splitting Curved Wall: Untuk jenis dinding ini ada dua pilihan peletakan material tekstur pada elemen:

· Stright Line: Material elemen pada opening merentang pada dinding kurva.

· Curved Line: Material elemen opening door mengikuti bentuk dinding kurva.

G. Panel Reveal

Panel ini hanya aktif bilamana menggunakan pilihan Reveal pada Construction Method.

clip_image028

Gambar 11.11. Kotak Dialog Reveal

Pada Panel Section terdapat pilihan untuk mengatur dimensi vertikal dari header (atas) dan sill (bawah) pintu.

Pada Panel Floorplan terdapat masukan pilihan pada kedalaman dan lebar dari elemen reveal pintu.

H. Panel Dimension Marker

Panel ini digunakan untuk memberi marker atau tanda simbol dimensi pada Pintu.

clip_image030

Gambar 11.12. Panel Dimension Marker

Pilihan display penampakan marker pada floorplan dapat di-setting pada menu Document > Set Model View > Model View Option.

clip_image032

Gambar 11.13. Pengaturan pada Door Options

Pada panel ini terdapat banyak pilihan untuk editing marker, dari jenis fonts, warna, ukuran, dimensi garis, dan sebagainya.

I. Panel Marker Setting

Panel ini untuk editing lanjutan pada model marker, dan hanya aktif bila Anda memilih jenis marker tertentu pada panel Dimension Marker.

clip_image034

Gambar 11.14. Jendela Panel Marker Setting

Ada 2 pilihan pada editing marker, yaitu Marker Geometry yang mengatur dimensi dan bentuk marker, serta Marker Content untuk memasukkan teks pada marker.

clip_image036

Gambar 11.15. Pilihan Marker

J. Window Tool clip_image038. Sesuai namanya digunakan untuk membuat jendela pada desain, dari jenisnya juga dibedakan menjadi beberapa kelompok:

· Metal Window. Jenis kisi jendela dari metal yang bisa digunakan untuk pabrik, ruang mechanical electrical, dan gudang.

· Opening Window digunakan sebagai jendela bukaan dengan pelubangan pada tembok, bagus juga untuk menempatkan hole penghubung antara ruang makan dengan pantry.

· Wood/Plastic Window. Model jendela yang umum digunakan pada desain rumah, dimana pada sub pilihan terdapat banyak kategori pilihan untuk jenis jendela.

Editing Panel pada window mirip dengan door panel. Untuk itu akan dijelaskan secara ringkas saja pada tool editing tertentu yang membedakannya.

K. Panel Seting Advance Parameter

Nama panel pini berubah sesuai pilihan bentuk dan fungsi dari window yang dipilih.

clip_image040

Gambar 11.16. Panel Advance Parameter

Pada panel ini terdapat juga beberapa sub pilihan panel untuk editing lebih lanjut pada dimensi dan aksesori komponen. Kemudian, masing-masing panel memiliki sub tab untuk dimensi dan detail simbol pada display.

· General Editing: berisi editing dasar pada dimensi window. Pada panel kiri bawah digunakan untuk menambahkan komponen window pada sisi dinding, yang pada ArchiCAD versi sebelumnya dikenal dengan Trim.

clip_image042 clip_image044 clip_image046 clip_image048

Gambar 11.17. Window pada Posisi Standar, Casing Out, Casing In, dan Sill Out

· Panel Ganging digunakan untuk menyembunyikan frame komponen window dalam display 3D.

clip_image050 clip_image052

Gambar 11.18. Panel Ganging

Pada panel kanan atas terdapat pilihan untuk setting diplay 2D Fill, garis kontur, dan simbol pada floorplan.

clip_image054

Gambar 11.19. Plan Symbol dan Wall Contour Line

· Frame and Sash: berisi dimensi komponen frame (kusen) dan sash (komponen bukaan jendela), arah bukaan dari jendela, dan model sambungan komponen kusen.

clip_image056

Gambar 11.20. Panel Frame dan Sash Window

· Elevation and Opening berisi pilihan penggunaan transom, dimensi transom, opening dan garis bantu opening.

clip_image058

Gambar 11.21. Kotak Dialog Elevation and Opening

L. Transom

Sebagai jendela tambahan di atas jendela. Transom merupakan jenis jendela yang sangat sering digunakan di Indonesia yang beriklim tropis. Pada panel ini ada pilihan peletakan transom untuk diinginkan di bawah atau di atas jendela, dan setting ketebalan kusen penumpu transom juga ketinggian jendela itu sendiri.

M. Panel Opening

Digunakan untuk editing model bukaan pada jendela dan sudut bukaannya. Beberapa tipe bukaan yang ada di antaranya:

clip_image060

Gambar 11.22. Model-Model Bukaan Jendela

· Fix: Pilihan untuk jendela mati/tanpa bukaan.

· Side Hung: Pilihan bukaan dari tepi jendela.

· Bottom Hung: Pilihan bukaan dari bawah jendela.

· Top Hung: Pilihan bukaan dari atas jendela

· Tilt-Turn: Pilihan bukaan dengan tumpuan as tengah

· Reversible: Pilihan bukaan bolak-balik.

clip_image062

Gambar 11.23. Model-Model Jendela

N. Opening Line

Digunakan untuk membuat simbol opening pada display S/E dan 3D. Ada 2 tipe yang disediakan, yaitu bentukan garis yang mengarah pada bukaan dan kebalikannya. Sedang model garis bisa menggunakan tipe garis putus atau lurus.

Di bawah ini contoh penggunaan tipe pada Opening Line:

clip_image064 clip_image066 clip_image068

clip_image070 clip_image072 clip_image074

Gambar 11.24. Contoh Penggunaan Opening Line dalam 3D Preview

O. Sash Option

Berisi editing untuk asesoris jendela, dimensi Grid Panes, dan pilihan material.

clip_image076

Gambar 11.25. Kotak Dialog Sash Option

Seperti pada gambar di atas, jumlah panes dapat diatur dan disesuaikan dengan desain dan juga dimensinya. Pilihan posisi dapat berupa Outside dimana grid panes terletak di luar jendela kaca, di dalam ataupun sebagai tumpuan kaca (troughout).

P. Casing Panel

Sebagai editing lebih lanjut bilamana menggunakan Trim atau penambahan elemen hias pada jendela.

clip_image078

Gambar 11.26. Tampilan Panel Casing

Q. Sill, Board, and Head

Digunakan juga untuk editing lanjutan pada pilihan Sill in dan Sill out.

clip_image080

Gambar 11.27. Panel Sill, Board and Head

Berisi pilihan tipe Sill, dimensi serta sudut kemiringannya. Model pilihan sill ada 3 macam, yaitu: Sill dari kayu, dinding bata, ataupun dari batu.

clip_image082

Gambar 11.28. Pilihan Sill

Board sebagai salah satu pilihan aksen hias pada jendela juga dapat dipilih di sini. Material Sill dan board dapat diedit dengan masuk pada pilihan clip_image084 pada tab panel ini.

R. Shutter

Sebagai ornamen penutup jendela, sesuai fungsinya dibagi dalam 2 pilihan, yaitu sebagai Ornamen dan Fungsional. Pada pilihan fungsional, shutter dapat digunakan untuk menutup jendela dengan memberi centang pada Close Shutter.

clip_image086

Gambar 11.29. Tampilan Panel Shutter

S. Masonry Arc

Sebagai konstruksi di atas jendela. Selain memang menjadi konsruksi struktur pada door/window juga bisa digunakan sebagai ornamen hias jendela. Ornamen ini biasa digunakan pada desain rumah klasik dan model gaya Eropa.

Overhang digunakan untuk menentukan kelebihan panjang dari lebar jendela, baik kiri maupun kanan.

Arch Type bisa digunakan bahan Stucco atau batu bata, dengan parameter dimensi yang kita inginkan.

clip_image088

Gambar 11.30. Beragam Arch Type

clip_image090

Gambar 11.31. Tampilan Masonry Arch

Keystone sebagai elemen tengah arc pada gambar di atas, dengan dimensi yang dapat disesuaikan pula.

T. Corner Windows clip_image092

Digunakan untuk membuat jendela pada perpotongan siku dinding.

Corner Window memiliki setting panel yang sama dengan window dan door sehingga tidak perlu diulas lebih jauh.

clip_image094 clip_image096

Gambar 11.32. Tampilan Corner Windows

Pada Corner Window ini kita dapat melakukan editing pada satu bagian jendela saja. Dengan begitu akan lebih variatif dalam desain.

 

11.2. Menempatkan Pintu dalam Desain

Pada praktek kali ini, kita akan berlatih menempatkan pintu dalam desain. Berikut langkah-langkahnya:

1. Buat dinding sederhana dengan spesifikasi seperti pada gambar di bawah ini dengan Rectangular Method clip_image098. Masukkan dimensi dengan axis X=3, Y=3, gunakan tombol keyboard “x” dan “y”.

clip_image100

Gambar 11.33. Setting untuk Dinding

2. Pilih Door Tool clip_image102 dari toolbox dan klik ganda pada ikon untuk masuk ke Door Default Settings dialog box.

3. Pilih “D1 Entrance Side1”.

clip_image104

Gambar 11.34. Memilih Salah Satu Model Pintu

4. Masuk pada panel Parameter dan biarkan dimensinya sesuai default atau Anda boleh mengatur sendiri dimensinya yang sesuai.

5. Karena kita akan menempatkan pintu ini tepat di tengah dinding, maka pastikan Special Snap Point pada Pallete Control Box dalam posisi Half clip_image106.

clip_image108

Gambar 11.35. Menentukan Arah Orientasi Pintu

6. Tempatkan pintu seperti contoh gambar di atas.

11.2.1. Menempatkan Pintu dengan Side Geometry Method

Selanjutnya, kita akan belajar menempatkan pintu dengan menggunakan Side Geometry Method. Berikut langkah-langkahnya:

1. Gunakan pintu Wood Internal “D1 10” sebagai contoh.

2. Pastikan Geometry Method-Side clip_image110 aktif.

3. Tempatkan pintu pada pojok kiri dinding pada denah.

clip_image112

Gambar 11.36. Menempatkan Pintu pada Pojok Kiri Dinding

11.2.2. Menempatkan Jendela dalam Desain

Kemudian, kita akan menempatkan jendela dalam desain. Penempatan jendela dalam desain memiliki cara yang sama dengan pintu. Berikut langkah-langkahnya:

1. Pilih tipe jendela yang Anda suka dan pastikan dimensinya tidak terlalu lebar atau gunakan saja Parameter lebar 0.9 m dan tinggi 1.4 m.

2. Pada seting Anchor Point pilih penggunaan Header to Story 0, dan dapatkan ketinggian 2,00 m agar rata dengan tinggi pintu sebelumnya.

clip_image114

Gambar 11.37. Pengaturan di Bagian Anchor Point

3. Pastikan Geometry Method-Side clip_image115 aktif.

4. Tempatkan juga jendela pada pojok kiri dinding pada denah.

5. Akan muncul tanda eyeball yang sama seperti juga pada Door. Tempatkan pada space yang memungkinkan.

11.3. Memasang Pintu Utama

Kita akan belajar untuk memasang pintu utama lewat langkah-langkah di bawah ini:

1. Buka latihan “10.pln” dari CD.

2. Pilih “Pintu Utama” pada Favorites di Door Tool Dialog Box.

3. Pastikan Geometry Method anchor point pada Center clip_image117.

4. Pada pilihan Dimensional Marker gunakan “D marker 10”. Atur jarak penggunaan font dan ukuran.

clip_image119

Gambar 11.38. Kotak Dialog Dimension Marker

5. Pada panel Listing and Labeling gunakan ID “P.1”.

clip_image121

Gambar 11.39. Pengaturan di dalam Listing and Labeling

6. Pastikan pula Special Snap Point pada Half clip_image123 di Control Box.

7. Gunakan Mark Half pada tembok depan untuk acuan penempatan pintu.

clip_image125 clip_image127

Gambar 11.40. Membuat Pintu Ganda

8. Lihat penempatannya pada Axonometry dengan menekan Ctrl+F3 dan pilih pada posisi front.

9. Klik OK dan tekan F3.

clip_image129

Gambar 11.41. Pengaturan di dalam Parallel Projection Settings

10. Lihat hasilnya. Ganti beberapa parameter kalau merasa kurang sesuai atau menginginkan bentuk dan material yang berbeda.

clip_image131

Gambar 11.42. Hasil yang akan Didapat

11.3.1. Memasang Pintu Sliding

Sekarang, kita akan mempelajari teknik pemasangan pintu sliding. Lakukan langkah-langkah di bawah ini:

1. Buka “Pintu Sliding” dari Favorites pada Door Tool dialog box.

2. Amati settingnya dan berikan sedikit sentuhan bilamana diinginkan.

3. Pastikan Geometry Method anchor Point pada Center clip_image132.

4. Pada pilihan Dimensional Marker gunakan “D marker 10” juga

5. Pada Panel Listing and Labeling gunakan ID “P.2–1”

6. Pastikan pula Special Snap Point pada Half clip_image133 di Control Box.

7. Gunakan Mark Half Cursor pada dinding untuk koridor karyawan sebagai acuan penempatan pintu.

clip_image135

Gambar 11.43. Penempatan Sliding Door

8. Gunakan juga pada beberapa pintu penghubung, karena sliding door ini sifatnya praktis dan tidak memakan banyak tempat.

9. Pada dinding di belakang untuk penempatannya, aktifkan Special snap point pada clip_image137 untuk mendapatkan titik tengah antar kolom.

clip_image139

Gambar 11.44. Hasil yang Didapat

11.3.2. Memasang Jendela Bay

Berikut langkah-langkah untuk memasang jendela bay:

1. Pilih “Jendela Bulat bawah” dari jendela Apply Favorites.

clip_image141

Gambar 11.45. Jendela Apply Favorites

2. Pastikan Geometry Method anchor Point pada center clip_image142.

3. Pada pilihan Dimensional Marker, gunakanlah “D marker 10”.

4. Pada Panel Listing and Labeling gunakan ID “J.1 – 1”.

5. Pastikan pula Special Snap Point pada Half clip_image143 di Control Box.

6. Letakkan di antara kolom pada dinding. Gunakan juga Favorite “Jendela bulat atas” untuk lantai 1.

clip_image145

Gambar 11.46. Posisi Jendela Bay

7. Hasilnya akan nampak seperti berikut.

clip_image147

Gambar 11.47. Jendela Bay Tampak dari Depan

11.3.3. Setting Display Marker

Berikut pengaturan untuk setting display marker:

1. Display Marker dapat disembunyikan dengan menggunakan perintah Editing pada menu Document

clip_image149

Gambar 11.48. Proses Awal Menyembunyikan Display Marker

2. Pada menu ini terdapat pilihan yang dapat digunakan untuk seting Marker pintu, jendela, dan konstruksi lainnya.

clip_image151

Gambar 11.49. Jendela Marker View Options

3. Dengan membuang centang pada Hide Marker maka Display Marker pada floorplan akan dihilangkan.

clip_image153

Gambar 11.50. Membuang Centang Hide Marker

4. Pada pilihan Store as ketiklah “Denah”.

clip_image155

Gambar 11.51. Mengetik “Denah”

Catatan:

Buat folder baru dan namakan “Rencana P.J” pada Navigator View Set dengan cara sama yang telah dijelaskan pada proyek bab sebelumnya.

No responses yet

Mar 19 2008

Lebih Sentimentil dengan Photoshop Element

 

Dunia digital photography memang tak begitu saja melepas dunia fotografi konvensional. Sudah sejak puluhan tahun lamanya kita mendengar istilah “Album Foto” yang langsung memicu otak kita mengasosiasikan diri dengan sebuah buku berisi sampul-sampul plastik tempat foto-foto diselipkan.

Di dunia riil, album foto ini bermacam-macam pula gayanya, ada yang sederhana (bersampul tipis) dan ada yang sangat modern dan mewah (terutama bagi foto-foto yang memiliki moment istimewa, seperti pernikahan, misalnya).

Jika Anda suka dengan “kesederhanaan” konsep seperti ini, maka Anda saya ajak berkenalan dengan salah satu fasilitas dari Adobe Photoshop Elements 3, yaitu Photo Album Pages.

clip_image002

Gambar 5.1. Salah Satu Sampul Album Foto Digital

Langkah Pertama...

Pilihan Photo Album Pages ada di sektor Creation dari Photoshop Elements 3. Untuk memasukinya cukup dengan bermodalkan langkah-langkah berikut:

1. Pilihlah icon Create. clip_image004 sama seperti saat kita membuat kreasi-kreasi yang lain.

· Pastikan sebelumnya bahwa Anda berada di Organizer dari Photoshop Elements 3. Jika belum, masuklah ke sana terlebih dulu.

2. Kemudian, lewat beragam option yang ada, pilih Photo Album Pages.

clip_image006

Gambar 5.2. Pilih Photo Album Pages

3. Tekan tombol OK. Mulailah ke dunia petualangan untuk membuat Photo Album.

Pilih Album Foto...

Sebenarnya, tak ada bedanya antara membuat Photo Album lewat Photoshop Elements dengan memilih album foto-album foto yang ada di laboratorium cuci-cetak foto. Langkah awal yang harus Anda lakukan adalah memilih salah satu desain photo album yang menarik. Ada banyak album di sini.

1. Pilih salah satu model yang Anda inginkan. Ia ada di sisi kanan pada Photoshop Elements 3.

clip_image008

Gambar 5.3. Pilih Terlebih Dulu Desain Anda

2. Anda bahkan bisa menuliskan beragam informasi—dalam wujud teks—ke dalam album foto. Informasi-informasi apa saja yang akan Anda aktifkan, pilihlah option-option itu di bagian Options.

clip_image010

Gambar 5.4. Tentukan, Informasi-Informasi Apa Saja yang Ingin Anda Libatkan

3. Berapakah jumlah foto yang ingin Anda masukkan ke dalam selembar album foto? Tentukan di bagian Photos per Pages.

· Jika foto itu teramat istimewa, lebih baik pilihlah 1 foto per halaman agar eksklusif dan tidak saling mengganggu.

clip_image012

Gambar 5.5. Tentukan Jumlah Foto per Halaman Album

4. Tekanlah tombol Next Step.

5. Selanjutnya, Anda tentukan foto-foto yang akan dimasukkan ke dalam foto album digital ini. Klik tombol Add Photos clip_image014.

6. Kini, prosesnya seperti biasa saja. Tentukan foto-foto yang akan Anda masukkan ke dalam album foto.

clip_image016

Gambar 5.6. Tentukan Foto-Foto yang ingin Anda Jadikan Album Foto

7. Tekan tombol OK.

clip_image018

Gambar 5.7. Foto-Foto yang akan Dimasukkan ke dalam Album Foto

Menata Urut-Urutan Foto

Seperti layaknya menata album foto, ada foto yang sengaja dipakai sebagai sampul album. Di Photoshop Elements 3, foto yang dipakai sebagai sampul adalah foto pertama. Di dalam jendela yang Anda amati di atas, foto itu akan diberi nama “Title”. Masalahnya, bisa saja Photoshop Elements 3 tidak memilih foto yang pas sebagai title.

Supaya Anda bisa menentukannya sesuai selera Anda sendiri, maka Anda bisa mengganti foto lain sebagai title yang dimulai lewat langkah-langkah berikut:

1. Klik salah satu foto dan tahan tombol kiri mouse Anda.

2. Seret ia ke atas foto yang telah menjadi title.

· Pastikan Anda selalu menekan tombol kiri mouse selama melewati proses ini.

3. Lepaskan tombol kiri mouse Anda.

clip_image020clip_image022

Gambar 5.8. Pengubahan Foto untuk Title (Foto Sebelah Kiri)

Mendepak Foto dari Album...

Simple Step.

1. Pilih salah satu foto yang akan “dibuang” dari album foto.

2. Tekan tombol Remove Photo clip_image024.

Begitu proses di atas Anda lakukan, foto yang Anda inginkan agar keluar dari album foto akan terhapus. Dalam kenyataannya, foto itu tidak benar-benar terhapus dari hard disk. Ia hanya sekedar tidak diikutsertakan dalam album foto saja.

Lanjut ke Proses Berikutnya...

Mari kita lanjutkan proses pembuatan album foto ke tahap berikutnya. Di sini, kita akan mengkonfigurasi album foto ini menjadi lebih bagus lagi:

1. Tekanlah tombol Next Step agar Anda masuk ke tahap berikutnya.

2. Pertama kali, Anda harus mengkonfigurasi album foto ini.

· Anda bisa menulis teks untuk judul album foto ini.

· Kalau mau, Anda juga bisa memperbesar ukuran foto yang ada di dalam sampul tersebut.

clip_image026

Gambar 5.9. Aturlah Judul Album Foto Ini

3. Klik 2x pada teks “Double-Click to Insert Title”.

4. Ketikkan teks yang baru sesuai selera Anda.

clip_image028

Gambar 5.10. Ketikkan Teks yang Anda Inginkan

5. Tekanlah tombol Done untuk menyelesaikan proses ini.

· Sebelum Anda menekan tombol tersebut, Anda bisa mengkonfigurasi teks itu dengan model font, ukuran, serta style-style yang lain. Sebagian besar fasilitas yang ada di situ telah kita pelajari di bab sebelum ini—ketika berbicara tentang slide show.

6. Konfigurasilah lembar album yang baru dengan menekan tombol clip_image030.

7. Tugas Anda berikutnya adalah mengatur isi album lembar tiap lembar. Anda bisa mengatur berapa besar foto terhadap frame yang ada di sekelilingnya. Klik salah satu handle (kotak kecil yang mengelilingi foto) dan tarik ke arah dalam atau luar. Lepaskan kalau sudah.

· Yang terjadi sebenarnya adalah, foto itu di-crop atau dipotong mengikuti besar frame yang ada di sekitarnya. Tidak secara otomatis, frame itu akan mengikuti besar foto.

clip_image032

Gambar 5.11. Mengatur Seberapa Besar Foto Terhadap Bingkai

8. Klik teks “Double Click to Insert Header” dan gantilah teks untuk header itu (ada di sisi atas pada album foto itu).

9. Lakukan hal yang sama pada teks “Double Click to Insert Footer” yang ada di sisi kiri bawah.

· Mengapa saya tak menemukan Header atau Footer? Bisa jadi, karena Anda tidak mengaktifkan option ini (lihat langkah 2 pada bagian “Pilih Album Foto”).

10. Klik 2x pada teks “Double Click to Insert Caption”.

clip_image034

Gambar 5.12. Mengganti Caption

11. Tekan tombol clip_image030[1] untuk bergerak ke lembar berikutnya.

12. Begitu seterusnya sampai semua sudah Anda edit.

13. Bergeraklah ke tahap selanjutnya dengan menekan tombol Next Step.

Sampai saat ini, Anda sudah mengkonfigurasi album foto ini sampai ke tahap yang sudah hampir final.

 

Memberi Nama untuk Album Foto

Saatnya kita memberi nama untuk album foto ini. Setelah Anda menekan tombol Next Step seperti diuraikan pada langkah-langkah di atas, Anda akan melihat tampilan berikut:

clip_image036

Gambar 5.13. Tahap Berikut yang Harus Anda Lalui

Lakukan langkah-langkah berikut:

1. Masukkan nama album foto ini ke dalam kotak Album Pages Name.

· Kalau Anda mau agar album foto ini memiliki nama yang sama dengan title yang tadi telah Anda masukkan, klik kotak cek Use Title for Name.

clip_image038 clip_image040

Gambar 5.14. Pemberian Nama untuk Album Foto

2. Tekanlah tombol Save.

 

Done? Apakah telah Selesai...?

Sampai detik ini—begitu Anda menekan tombol Save—proses pembuatan album foto sebenarnya sudah usai. Namun masalahnya, untuk melihat album foto itu kembali, Anda harus meluncurkan Adobe Photoshop Elements 3 terlebih dulu. Tidak masalah jika komputer Anda selalu memiliki software ini. Namun, menjadi masalah jika album foto itu akan dilihat oleh banyak orang yang belum tentu memiliki software Photoshop Elements 3 ini.

Lantas? Begitu proses penyimpanan di atas telah selesai, Anda akan melihat tampilan final seperti ditunjukkan pada screenshot berikut ini:

clip_image042

Gambar 5.15. Hasil Final dari Album Foto

Paling tidak, ada beberapa tombol di situ yang dapat Anda pilih salah satunya:

· Create a PDF clip_image044: Pilih tombol ini jika album foto yang telah Anda buat itu akan dijadikan dokumen PDF. Cara ini adalah cara termudah jika album tersebut akan didistribusikan kepada banyak orang.

· Print clip_image046: Tekan tombol ini jika album foto ini akan dicetak di atas sehelai kertas. Kalau Anda ingin cara konvensional, lebih baik pilih fasilitas dimana Anda akan mendapatkan album foto cetak yang benar-benar mirip dengan album foto yang selama ini kita kenal.

· E-Mail clip_image048: Kalau album foto ini akan Anda kirim via e-mail, pilihan ini merupakan jawaban yang paling praktis.

· Done: Ini adalah pilihan terakhir dimana album foto ini hanya akan disimpan saja tanpa harus diubah ke format lain. Ideal hanya apabila Anda masih menyimpan Adobe Photoshop Elements 3 di dalam komputer.

a. Menyimpan Album Foto ke Format PDF

1. Tekan tombol Create a PDF.

2. Ada 3 pilihan yang dapat Anda ambil begitu muncul kotak dialog seperti gambar di bawah ini:

· Optimize for Viewing Onscreen: Option ini bisa Anda pilih jika orientasi Anda pada kualitas tampilan foto di layar monitor.

· Optimize for Printing: Pilih option ini apabila Anda ingin berorientasi pada kualitas cetakan saat foto-foto ini di-print.

· Use Full Resolution: Pilih option ini jika Anda ingin menggunakan 2 setting di atas, sehingga foto ini enak untuk dilihat langsung via layar monitor dan berkualitas tinggi saat dicetak.

clip_image050

Gambar 5.16. Pilih Salah Satu Orientasi Kualitas Anda

3. Tekanlah tombol OK.

4. Masukkan nama file PDF yang Anda inginkan di kotak File Name.

clip_image052

Gambar 5.17. Menyimpan Album Foto ke Format PDF

5. Tekan tombol Save jika sudah selesai.

Proses pembuatan file PDF jauh lebih cepat dibanding proses pembuatan file WMV yang kita hadapi saat bekerja menggunakan slide show. Berikut proses pembuatan album foto itu.

clip_image054

Gambar 5.18. Proses Pengubahan File PDF

Apabila prosesnya telah usai. Anda akan melihat kotak dialog seperti di bawah ini. Tekan tombol Yes untuk menyelesaikannya.

clip_image056

Gambar 5.19. Album Foto Ketika Dilihat Menggunakan Adobe Acrobat

b. Mencetak Album Foto ke Sehelai Kertas

1. Tekan tombol Print untuk memulai proses pencetakan.

2. Pilih salah satu printer yang sudah terkoneksi ke komputer Anda.

clip_image058

Gambar 5.20. Pilih Printer yang akan Anda Gunakan

3. Tentukan lembar album nomor berapa saja yang akan Anda cetak di bagian Page Range.

· All: Pilih option ini apabila Anda ingin mencetak seluruh lembar album foto.

· Selection: Kalau Anda memilih option ini, hanya salah satu lembar album foto saja yang dicetak, yaitu lembar yang saat itu sedang aktif.

· Pages: Apabila Anda ingin mencetak halaman-halaman tertentu, pilihlah option ini dan tentukan nomor halamannya.

4. Berapa kali album foto ini akan dicetak? Tentukan di bagian Number of Copies.

5. Tekanlah tombol Print.

Proses pencetakan akan berlangsung. Pastikan printer telah Anda nyalakan dan kertas telah Anda masukkan ke tempatnya.

c. Mengirim Album Foto Via E-Mail

1. Tekan tombol E-Mail apabila Anda ingin mengirim album foto ini via e-mail.

2. Tentukan nama dan alamat si penerima dengan menekan tombol Add Recipient.

clip_image060

Gambar 5.21. Beginilah Tampilan Saat Anda Harus Mengirim E-Mail

3. Masukkan nama orang yang akan menerima album foto ini di bagian First Name dan Last Name. Kemudian, masukkan alamat e-mail si penerima di bagian E-Mail Address.

clip_image062

Gambar 5.22. Masukkan Nama si Penerima

4. Tekanlah tombol OK untuk mendaftar nama si penerima itu.

5. Kalau Anda ingin mengetik pesan kepada si penerima sembari mengirim album foto ini, ketikkan pesannya di bagian Message menggantikan teks “Enter Message Here…

clip_image064

Gambar 5.23. Mengetik Teks Sebelum Mengirimnya ke si Penerima

6. Tekan tombol OK untuk mengawali pengiriman e-mail ini.

7. Sebelum Photoshop Elements 3 mengirimnya via e-mail, Anda akan mendapat pesan khusus berisi informasi tentang ukuran file dan estimasi (perkiraan) berapa lama album foto ini dikirim via e-mail jika menggunakan modem berkecepatan tertentu.

clip_image066

Gambar 5.24. Informasi Awal tentang Ukuran File dan Segala Hal Teknisnya

8. Tekan tombol OK yang ada di situ.

9. Pilih atau tentukan terlebih dulu Profile yang ingin Anda pakai.

clip_image068

Gambar 5.25. Tentukan Profile yang akan Anda Pakai

10. Klik OK.

Pastikan modem telah menyala dan Anda sudah terkoneksi dengan dunia maya.

Sampai detik ini, Anda sudah belajar banyak hal tentang teknik pembuatan album foto digital dengan beragam keperluan dan trik. Mari kita lanjut ke bab berikutnya untuk membuat kreasi yang lain.

No responses yet

Mar 18 2008

Mengenal Google Notebook

Google Notebook merupakan salah satu layanan terbaru Google. Dengan layanan ini Anda bisa mengumpulkan segala sesuatu yang menarik lengkap dengan link ke sumbernya yang Anda temui ketika sedang browsing. Nantinya Anda bisa membuka kumpulan catatan tersebut di semua lokasi yang memiliki koneksi internet.

Google Notebook akan semakin menyenangkan bila dikolaborasikan dengan browser Firefox. Karena Google menyediakan ekstensi khusus untuk perambah ini sehingga cukup dengan klik kanan saja maka alamat URL, teks, dan gambar langsung masuk ke dalam Google Notebook. Dan yang lebih menarik lagi, Anda bisa membagi catatan tersebut ke teman yang lain.

3.1 Download dan Install Google Notebook

Jika Anda tertarik untuk menggunakan layanan Google Notebook ini, ikutilah langkah-langkah berikut ini untuk download dan instalasi softwarenya.

1. Luncurkan browser Anda, kali ini kami menggunakan browser Mozilla Firefox, dan masukkan alamat www.google.co.id.

2. Selanjutnya pilihlah opsi About Google.

clip_image002

Gambar 3.1. Memilih Opsi About Google

3. Kemudian pilihlah opsi Sevices & Tools.

clip_image004

Gambar 3.2. Memilih Opsi Google Services & Tools

4. Lantas carilah opsi Notebook dan klik pada opsi tersebut.

clip_image006

Gambar 3.3. Memilih Opsi Notebook

5. Setelah itu masukkan Email dan Password Anda.

clip_image008

Gambar 3.4. Memasukkan Alamat Email dan Password

6. Pada tampilan halaman berikutnya, klik tombol Agree and Download.

clip_image010

Gambar 3.5. Memilih Tombol Agree and Download

7. Sesudah itu klik tombol Install Now pada kotak dialog Software Installation untuk memulai proses installasi.

clip_image012

Gambar 3.6. Tampilan Kotak Konfirmasi Installasi

8. Jika proses installasi sudah selesai, klik tombol Restart Firefox.

clip_image014

Gambar 3.7. Tampilan Kotak Konfirmasi Ketika Proses Installasi Selesai

9. Setelah itu luncurkan kembali browser Anda. Fitur Notebook yang telah terinstall akan Anda temukan di sudut kanan bawah jendela browser.

clip_image016

Gambar 3.8. Tampilan Ikon Notebook di Sudut Kanan Bawah

10. Pilihlah opsi Open Notebook tersebut untuk melihat jendela Google Notebook.

11. Selanjutnya untuk melihat tampilan full page, klik opsi Open in Full Page.

clip_image018

Gambar 3.9. Memilih Opsi Open in Full Page

12. Berikut ini tampilan full page jendela Google Notebook.

clip_image020

Gambar 3.10. Tampilan Jendela Google Notebook

3.2 Clipping Image dan Alamat URL

Inilah tahapan pertama yang akan kita lakukan untuk mengisi sebuah notebook yakni melakukan clipping gambar dan artikel.

1. Pastikan Anda telah membuka image yang hendak dimasukkan ke Google Notebook.

2. Selanjutnya klik kanan pada image tersebut dan pilihlah opsi Note This (Google Notebook).

clip_image022

Gambar 3.11. Memilih Opsi Note This (Google Notebook)

3. Beberapa saat kemudian munculah jendela Google Notebook di sudut kanan bawah berisi image yang telah Anda pilih. Namun bila Anda tidak nyaman dengan tampilan ini, klik ikon Pop Out di sudut kanan atas.

clip_image024

Gambar 3.12. Memilih Ikon Pop Out

4. Setelah itu, Anda akan melihat jendela Google Notebook dalam ukuran yang lebih proporsional. Selanjutnya berilah nama untuk image yang Anda masukkan tersebut.

clip_image026

Gambar 3.13. Memberi Nama Image

5. Sementara itu bila Anda ingin menyimpan sebuah link tertentu, lakukanlah hal yang sama. Klik kanan pada mouse dan pilihlah opsi Note This (Google Notebook).

clip_image028

Gambar 3.14. Memilih Opsi Note This (Google Notebook)

6. Lantas berilah nama untuk link tersebut pada jendela Google Notebook yang muncul.

clip_image030

Gambar 3.15. Link Artikel yang telah Masuk Google Notebook

7. Nantinya bila Anda ingin melihat tampilan Google Notebook beserta isinya dalam tampilan full page maka pilihlah opsi Open Full Page yang berada di bagian atas.

clip_image032

Gambar 3.16. Tampilan Google Notebook dan Isinya

3.3 Membuat dan Mengelompokkan Notebook

Untuk memudahkan pencarian clipping-clipping yang telah masuk ke dalam Google Notebook, maka selanjutnya kita akan mengelompokkannya dalam beberapa notebook. Nantinya Anda bisa memberi nama yang spesifik untuk masing-masing notebook tersebut.

1. Pastikan Anda telah membuka Google Notebook dengan tampilan full page.

2. Selanjutnya klik opsi Create a New Notebook.

clip_image034

Gambar 3.17. Memilih Opsi Create a New Notebook

3. Lantas berilah nama yang spesifik untuk notebook tersebut, misalnya “Artikelkuâ€.

clip_image036

Gambar 3.18. Memberi Nama Notebook

4. Jika sudah klik tombol OK.

5. Ulangi langkah tersebut sehingga Anda memiliki beberapa notebook dengan nama yang berbeda-beda.

6. Sesudah itu pilihlah opsi Unfiled Bookmarks untuk membuka kumpulan clipping yang telah kita peroleh.

clip_image038

Gambar 3.19. Membuka Kumpulan Clipping

7. Berikutnya klik ikon segitiga di sudut kanan atas salah satu clipping dan pilihlah opsi Move yang muncul.

clip_image040

Gambar 3.20. Memilih Opsi Move

8. Kemudian, pilihlah notebook yang telah Anda buat sebelumnya yakni “Artikelkuâ€.

clip_image042

Gambar 3.21. Memilih Salah Satu Notebook

9. Sesudahnya klik tombol Move.

10. Lakukan hal ini pada clipping-clipping yang lain sehingga clipping tersebut masuk ke dalam kelompok masing-masing.

11. Sekarang pilihlah notebook “Artikelkuâ€.

clip_image044

Gambar 3.22. Memilih Notebook Artikelku

12. Dengan demikian Anda akan mendapati kumpulan clipping artikel di dalamnya.

clip_image046

Gambar 3.23. Tampilan Isi Notebook Artikelku

13. Sementara itu, notebook “Imageku†telah terisi dengan clipping image.

clip_image048

Gambar 3.24. Tampilan Isi Notebook Imageku

3.4 Melengkapi Clipping dengan Labels

Selain dengan memasukkan clipping ke dalam notebook yang berbeda-beda, Anda pun bisa menggunakan Label untuk mengelompokkan clipping. Berikut ini cara melengkapi clipping dengan label.

1. Pilihlah sebuah clipping, lantas klik opsi Add Labels.

clip_image050

Gambar 3.25. Memilih Opsi Add Labels

2. Selanjutnya ketikkan nama label yang hendak digunakan.

clip_image052

Gambar 3.26. Memasukkan Nama Label

3. Jika sudah klik tombol OK.

4. Nantinya label ini akan terlihat dibagian bawah clipping.

clip_image054

Gambar 3.27. Nama Label di Bagian Bawah Label

5. Anda juga dapat menemukan nama label tersebut pada kotak Labels di sisi kiri jendela Google Notebook.

clip_image056

Gambar 3.28. Kotak Labels Berisi Daftar Label

3.5 Menampilkan Komentar yang Menarik

Pada jendela Google Notebook, Anda akan menemukan serangkaian ikon untuk pengaturan teks. Nah, dengan ikon-ikon tersebut Anda bisa berkreasi membuat tampilan komentar yang menarik.

1. Pilihlah sebuah clipping yang hendak diberi komentar dan klik opsi Comment di bagian bawah.

clip_image058

Gambar 3.29. Memilih Opsi Comment

2. Selanjutnya klik ikon Text Color clip_image060 dan pilihlah warna font yang Anda inginkan.

clip_image062

Gambar 3.30. Memilih Warna Font

3. Kemudian, klik tombol Font clip_image064 dan pilihlah jenis font yang Anda inginkan.

clip_image066

Gambar 3.31. Memilih Jenis Font

4. Setelah itu klik tombol Size clip_image068 dan pilihlah ukuran font yang ingin digunakan.

clip_image070

Gambar 3.32. Memilih Ukuran Font

5. Jika sudah, ketikkan teks untuk komentar pada kolom yang tersedia.

clip_image072

Gambar 3.33. Tampilan Teks Hasil Pengaturan

6. Sementara itu untuk membuat urutan point-point, tersedia ikon Numbering clip_image074 dan ikon Bullet clip_image076. Pilih salah satunya yang ingin Anda pakai.

clip_image078

Gambar 3.34. Tampilan Ikon Numbering dan Bullet

7. Lantas ketikkan teks untuk point yang pertama. Sedangkan untuk melanjutkan ke point berikutnya, tekanlah tombol Enter.

clip_image080

Gambar 3.35. Tampilan Penggunaan Bullet

3.6 Kemudahan Menggunakan Label

Pada bagian sebelumnya, kita telah membuat label untuk masing-masing clipping. Tetapi apakah sebenarnya kegunaan label tersebut? Untuk mengetahui kegunaan dan kemudahan penggunaan sistem label, ikutilah langkah-langkah berikut ini.

1. Di sisi kiri jendela Google Notebook, terdapat kotak Labels yang berisi daftar nama-nama labels dan keterangan angka. Nah, angka tersebut menerangkan jumlah clipping yang memiliki nama label yang sama.

clip_image082

Gambar 3.36. Kotak Label dengan Angka Jumlah Label

2. Klik pada salah satu label tersebut misalnya tulip, maka munculah clipping-clipping yang memiliki kesamaan nama label pada kotak Notes Labeled “tulipâ€.

clip_image084

Gambar 3.37. Tampilan Clipping dengan Label yang Sama

3. Selanjutnya klik pada link di salah satu clipping.

clip_image086

Gambar 3.38. Memilih Link Situs

4. Dengan cara ini maka Anda akan terhubung dengan lokasi asal clipping tersebut sehingga Anda tidak perlu melakukan pencarian dari awal.

clip_image088

Gambar 3.39. Tampilan Lokasi Awal Clipping

3.7 Mempublikasikan Notebook

Bila Anda tertarik untuk mempublikasikan clipping di notebook Anda kepada orang banyak, cobalah ikuti langkah-langkah berikut ini.

1. Bukalah notebook yang hendak dipublikasikan.

2. Selanjutnya klik tombol Tools di sudut kanan atas jendela Google Notebook dan pilihlah opsi Export to Google Docs.

clip_image090

Gambar 3.40. Memilih Opsi Export to Google Docs

3. Lantas masukkan keterangan First Name dan Last Name pada kolom yang telah disediakan.

clip_image092

Gambar 3.41. Memasukkan Keterangan Nama

4. Jika sudah klik tombol Continue.

5. Pada halaman berikutnya bukalah tab Publikasikan.

clip_image094

Gambar 3.42. Memilih Tab Publikasikan

6. Sesudah itu, klik tombol Publikasikan Dokumen.

clip_image096

Gambar 3.43. Memilih Tombol Publikasikan Dokumen

7. Nantikan beberapa saat hingga proses publikasi selesai yang ditandai dengan munculnya halaman konfirmasi yang berisi alamat URL untuk notebook Anda.

clip_image098

Gambar 3.44. Tampilan Alamat URL untuk Notebook

Dengan demikian Anda bisa membuka notebook tersebut dengan menggunakan alamat URL yang telah diberikan dan membaginya dengan rekan-rekan Anda.

3.8 Mengirimkan Notebook ke Blog

Jika Anda ingin melengkapi blog dengan link situs-situs yang berhubungan dengan tema yang sedang diulas pada blog Anda maka tambahkanlah clipping di notebook ke dalam blog. Caranya sebagai berikut.

1. Pastikan Anda telah mengelompokkan clipping yang berkaitan dengan tulisan pada blog Anda ke dalam sebuah notebook yang spesifik. Selanjutnya bukalah notebook tersebut.

2. Lantas klik tombol Tools dan pilihlah opsi Export to Google Docs.

clip_image099

Gambar 3.45. Memilih Opsi Export to Google Docs

3. Kemudian lengkapi keterangan yang dibutuhkan dan klik tombol Continue.

clip_image100

Gambar 3.46. Tampilan Halaman Berikutnya

4. Sesudah itu bukalah kembali tab Publikasikan.

clip_image101

Gambar 3.47. Memilih Tab Publikasikan

5. Lantas klik tombol Kirim ke Blog.

clip_image103

Gambar 3.48. Memilih Tombol Kirim ke Blog

6. Pada halaman Pengaturan Situs, pilihlah layanan blog yang Anda gunakan di kolom Penyedia dan masukan Username serta Kata Sandi.

clip_image105

Gambar 3.49. Pengaturan pada Halaman Pengaturan Situs Blog

7. Berikutnya klik tombol OK pada kotak konfirmasi yang muncul.

clip_image107

Gambar 3.50. Tampilan Kotak Konfirmasi

8. Nantikan hingga proses pengiriman selesai yang ditandai dengan munculnya halam konfirmasi.

clip_image109

Gambar 3.51. Tampilan Konfirmasi Pengiriman

9. Bukalah blog Anda dan di situ terlihat tampilan link-link situs dan nama notebook Anda di bagian atas.

clip_image111

Gambar 3.52. Tampilan Notebook dalam Blog

One response so far

Mar 17 2008

Kreasi "TV Hitam Putih" dengan Photoshop

Bukan hanya fasilitas menu ataupun opsi–opsi yang bisa Anda gunakan untuk menghitamputihkan foto namun dengan teknik-teknik khusus dari pengubahan warna dan Blending Mode pun juga dapat menghasilkan foto hitam putih. Namun demikian, diperlukan kecermatan dan ketelitian agar Anda tidak mengubah warna pada layer yang salah.

Untuk menciptakan kreasi yang unik dengan hasil foto hitam putih tersebut, Anda bisa mencoba membuat bingkai yang lain dari biasanya, yakni berupa frame televisi.

clip_image002

Gambar 10.1. Tampilan Foto Hitam Putih di dalam Frame Televisi

 

Teknik Panel Layers

Untuk menghitamputihkan dengan teknik ini, Anda hanya perlu melakukan langkah sebagai berikut:

1. Bukalah foto yang akan Anda koreksi terlebih dahulu.

clip_image004

Gambar 10.2. Tampilan Foto yang akan Dihitamputihkan

2. Sebelumnya, buatlah layer baru dengan menekan ikon Create a New Layer di dalam panel Layers.

clip_image006

Gambar 10.3. Membuat Layer Baru

3. Setelah itu, sorotlah Layer 1.

4. Pada toolbox, tekanlah ikon Paint Bucket Tool clip_image008 atau tekan huruf G.

5. Setelah itu, klik ikon Foreground Color di dalam toolbox.

clip_image010

Gambar 10.4. Mengklik Foreground Color

6. Pada kotak dialog Color Picker (Foreground Color), pilihlah warna hitam.

clip_image012

Gambar 10.5. Memilih Warna Hitam

7. Lanjutkan dengan menekan OK.

8. Arahkan kursor ke kanvas, lantas tekanlah tombol kiri mouse.

clip_image014

Gambar 10.6. Tampian Kanvas Menjadi Berwarna Hitam

9. Pada panel Layers, ubahlah Blending Mode menjadi Color.

clip_image016

Gambar 10.7. Memilih Blending Mode menjadi Color

10. Klik kanan pada Layer 1 (bukan pada layer thumbnail), setelah itu pilihlah Flatten Image.

clip_image018

Gambar 10.8. Memilih Opsi Flatten Image

11. Tampilan image setelah dikoreksi menjadi berwarna hitam putih seperti ilustrasi di bawah ini.

clip_image020

Tampikan 10.9. Warna menjadi Hitam Putih

Membuat Frame Televisi

Untuk membuat frame televisi, terlebih dahulu Anda harus menyiapkan foto yang akan dijadikan sebagai percobaan, lebih bagus jika Anda bisa mendapatkan foto dengan tampilan yang hampir sama seperti ilustrasi di bawah ini.

clip_image022

Gambar 10.10. Tampilan Awal Foto yang akan Diseleksi

Sebagai langkah awal, buatlah bidang seleksi hanya pada objek televisi (tidak termasuk antena) dengan cara sebagai berikut:

1. Pada toolbox, pilihlah klik ikon Magic Wand Tool clip_image024.

2. Beralihlah pada option bar, lantas buatlah konfigurasi sebagai berikut:

· Aktifkan ikon Add to Selection clip_image026

· Tolerance: 32

· Aktifkan kotak cek Anti Alias

· Aktifkan Contiguous

· Nonaktifkan kotak cek Sample All Layers

clip_image028

Gambar 10.11. Tampilan Setting di dalam Option Bar

3. Jika sudah, arahkan kursor ke kanvas dan klik pada area berwarna putih.

clip_image030

Gambar 10.12. Seleksi pada Image menggunakan Magic Wand Tool

4. Pastikan juga bahwa area pegangan televisi telah terseleksi.

5. Selanjutnya, tekan tombol Ctrl+Shift+I atau klik menu Select > Inverse untuk membalikkan area bidang seleksi.

6. Objek televisi termasuk antena telah terseleksi penuh.

clip_image032

Gambar 10.13. Tampilan Seleksi Setelah Dibalik atau Di-Inverse

7. Hilangkan seleksi pada objek antena dengan cara menekan ikon Polygonal Lasso Tool clip_image034 langsung dari dalam toolbox.

8. Pastikan bahwa konfigurasi pada option bar adalah sebagai berikut:

· Ikon Substract from selection clip_image036 dalam keadaan aktif

· Feather: 0 px

· Kotak cek Anti alias dalam keadaan aktif

clip_image037

Gambar 10.14. Tampilan Konfigurasi di dalam Option Bar

9. Arahkan kursor ke kanvas, buat titik awal seleksi dengan menekan tombol kiri mouse pada area ujung antena kedua dari kiri. Tarik garis membentuk bidang persegi sampai kembali ke titik awal sehingga objek antena terlepas dari bidang seleksi.

clip_image039

Gambar 10.15. Proses Menghilangkan Seleksi pada Antena

clip_image041

Gambar 10.16. Tampilan Seleksi yang telah Menghilang dari Objek Antena

10. Jikalau sudah, tekan Ctrl+C (copy).

11. Buatlah file dokumen baru dengan menekan tombol Ctrl+N.

12. Sesuaikan nilai Width dan Height-nya dengan image Anda sebelumnya, lantas pilihlah combo box Background Contents > Transparent.

clip_image043

Gambar 10.17. Memilih Combo Box Background Content > Transparent

13. Apabila sudah, tekanlah tombol OK.

14. Selanjutnya untuk menghilangkan objek layar televisi, klik ikon Magnetic Lasso Tool clip_image045 dari dalam toolbox.

clip_image047

Gambar 10.18. Memilih Ikon Magnetic Lasso Tool

15. Beralihlah ke bagian sisi layar televisi, tekan tombol kiri mouse untuk membuat titik awal seleksi.

16. Arahkan kursor bergerak menyisir sepanjang sisi layar televisi.

clip_image049

Gambar 10.19. Tampilan Proses Menyeleksi Layar Televisi

clip_image051

Gambar 10.20. Tampilan Layer Televisi yang telah Selesai Diseleksi

17. Setelah selesai, tekan tombol Delete.

clip_image053

Gambar 10.21. Tampilan Layar Televisi Setelah Dihapus

Memasukkan Foto ke dalam Frame Televisi

Apabila Anda telah mempraktekkan langkah di atas dengan benar maka Anda akan mendapatkan frame berbentuk televisi. Sekarang, Anda dapat melanjutkan kembali langkah di atas dengan memasukkan foto yang Anda inginkan ke dalam bingkai berbentuk televisi tersebut. Bisa Anda bayangkan, Anda seperti sedang berada di dalam layar televisi dengan bidikan kamera di depan Anda.

1. Bukalah kembali foto yang sebelumnya telah Anda hitam putihkan.

2. Pada toolbox, tekanlah ikon Move Tool clip_image055.

3. Arahkan kursor ke kanvas foto hitam putih, klik dan drag ke dalam kanvas frame televisi.

clip_image059

Gambar 10.22. Tampilan Memasukkan Foto Hitam Putih ke dalam Frame Televisi

4. Masuklah ke dalam panel Layers, lantas ubahlah nama Layer 1 (untuk layer frame) menjadi "FRAME" dan Layer 2 (untuk layer foto hitam putih) menjadi "FOTO". Langkah ini dapat Anda lakukan dengan mengklik ganda layer yang akan Anda ubah namanya tersebut.

clip_image061

Gambar 10.23. Mengubah Nama Layer

5. Ubah susunan layer FOTO sehingga berada dibawah layer FRAME.

clip_image063

Gambar 10.24. Mengubah Posisi Layer FOTO sehingga berada di Bawah layer FRAME

Catatan:

langkah nomor 4 tidak perlu Anda lakukan, jika frame televisi yang sebelumnya telah Anda buat telah disimpan dalam format JPEG.

6. Pilih layer FOTO, arahkan kursor pada kanvas, lalu klik+drag foto ke pojok kiri atas layar televisi.

clip_image065

Gambar 10.25. Memposisikan Image ke Pojok Kiri Atas Layar Televisi

7. Tekan tombol Ctrl+T atau klik menu Edit > Free Transform.

8. Klik dan tarik kotak handle yang berada di pojok kanan bawah foto ke bawah sehingga masing-masing pojok dari foto tersebut menyentuh batas pada frame televisi bagian dalam. Kalau sudah, tekanlah tombol Enter.

clip_image067

Gambar 10.26. Tampilan Foto yang telah Diperbesar di Bagian Dalam Frame Televisi

9. Masih pada layer FOTO, klik menu Edit > Transform > Warp sehingga muncul tampilan kotak-kotak dengan titik-titik seperti di bawah ini.

clip_image069

Gambar 10.27. Tampilan Image setelah Ditekan Menu

10. Klik dan tarik titik-titik pada kotak di dalam image disesuaikan dengan layar televisi.

clip_image071

Gambar 10.28. Mengklik dan Menarik Titik Handle

11. Sesudah itu, tampilan image akan seperti ilustrasi di bawah ini.

clip_image073

Gambar 10.29. Tampilan Image Setelah Ukurannya Disesuaikan dengan Ukuran Layar Televisi

12. Apabila sudah, tekanlah ikon Commit clip_image075.

clip_image077

Gambar 10.30. Tampilan Image Setelah Menekan Ikon Commit

Menambah Efek Scanlines atau TV Lines

Agar tampilan foto di dalam bingkai televisi tersebut terkesan alami, Anda bisa menambahkan efek scanlines atau tv lines dengan cara sebagai berikut:

1. Buat layer baru dengan mengklik ikon Create a New Layer clip_image079 di bagian bawah panel Layers.

2. Pilihlah Layer 1 yang baru saja Anda buat tersebut.

3. Masuklah ke dalam toolbox, lantas tekanlah ikon Single Row Marquee Tool clip_image081.

4. Arahkan kursor ke kanvas dan tekan tombol kiri mouse.

5. Hasilnya, terbentuk bidang seleksi 1 pixel.

clip_image083

Gambar 10.31. Membuat Garis

6. Pastikan warna Foreground Color adalah hitam, lanjutkan dengan menekan tombol Shift+Backspace.

clip_image085

Gambar 10.32. Warna Foreground Color adalah Hitam

7. Tunggulah beberapa saat sampai muncul kotak dialog Fill, di dalamnya aturlah konfigurasi sebagai berikut:

· Use > Foreground Color

· Mode > Normal

· Opacity: 100%

· Preserve Transparency: tidak aktif

clip_image087

Gambar 10.33. Tampilan Kotak Dialog Fill

8. Jikalau sudah, tekanlah tombol OK pada kotak dialog Fill.

9. Lanjutkan dengn menkan tombol Ctrl+C.

10. Buatlah dokumen baru dengan menekan tombol Ctrl +N.

11. Kalau sudah, pada kotak dialog New atur konfigurasi sbb:

· Width: jangan di ubah

· Height: 3 pixels

· Background Contents > Transparent

clip_image089

Gambar 10.34. Mengatur Setting di dalam Kotak Dialog New

12. Tekan tombol OK pada kotak dialog New jika sudah.

clip_image091

Gambar 10.35. Tampilan setelah Ditekan Tombol OK

13. Buatlah pattern baru dengan memilih menu Edit > Define Pattern.

14. Masukkan "GARIS" pada kotak teks Name, kemudian tekan tombol OK.

15. Tutuplah jendela dokumen, tidak usah disimpan.

16. Kembali ke foto pemain musik dan bingkai televisi.

clip_image093

Tampilan 10.36. Foto di dalam Bingkai Frame

17. Hapus Layer 1 caranya mengklik dan drag ke ikon Delete Layer clip_image095.

clip_image097

Gambar 10.37. Tampilan Layer 1 Telah Terhapus

18. Bila bidang seleksi masih tampak pada kanvas, hilangkan dengan Ctrl+D.

clip_image099

Gambar 10.38. Menghilangkan Bidang Seleksi

19. Buat layer baru, ubah namanya menjadi "GARIS".

clip_image101

Gambar 10.39. Membuat Layer Baru dengan Nama “GARIS”

20. Pilih layer GARIS lalu klik menu Edit > Fill.

21. Pada kotak dialog Fill, atur konfigurasi sebagai berikut:

· Use > Pattern

· Custom Pattern > pilih pattern "GARIS" yang sudah dibuat tadi

clip_image103

Gambar 10.40. Tampilan Setting di dalam Kotak Dialog Fill

22. Kini, tekanlah tombol OK pada kotak dialog Fill.

23. Kalau sudah pilih layer FRAME.

24. Aktifkan ikon Magic Wand Tool clip_image105 dari dalam toolbox.

25. Arahkan ke kanvas dan klik tepat di area layar televisi.

26. Pilihlah layer GARIS.

27. Kalu sudah, pilihlah menu Select > Modify > Feather.

28. Pada kotak dialog Feather Selection, masukkan nilai Feather Radius: 5 px.

clip_image107

Gambar 10.41. Memasukkan Nilai Feather Radius

29. Tekanlah tombol OK kalau sudah.

30. Beralihlah ke dalam panel Layers, lantas tekanlah ikon Add Layer Mask clip_image109.

31. Pindahkan posisi layer GARIS sehingga berada di bawah layer FRAME.

32. Langkah terakhir, geser slider Fill di dalam panel Layers sehingga berada pada level 25%.

clip_image111

Gambar 10.42. Memasukkan Nilai 25% ke dalam Kotak Teks Fill

33. Hasil akhir dapat Anda lihat seperti ilustrasi di bawah ini.

clip_image112

Gambar 10.43. Tampilan Hasil Akhir

One response so far

Jan 22 2008

Upcoming Title…SPV Membuat Blog dengan Windows Live Writer (Februari 2008)

Published by Jubilee under E-Book & Video Tutorial

Apa jadinya kalau Anda punya ide seabrek untuk menulis blog tapi Anda sedang tidak online? Solusinya, jangan lupakan ide-ide itu. Tulislah sebanyak-banyaknya menggunakan Windows Live Writer secara offline. Software ini gratis jadi bisa didapatkan kapanpun Anda mau. Jika Anda sudah online lagi, tulisan Anda itu bisa dimasukkan ke dalam blog milik Anda, entah Wordpress, Blogspot, Live Journal, atau lainnya.
Buku Seri Penuntun Visual Membuat Blog dengan Windows Live Writer  ini ditujukan untuk semua kalangan yang ingin membuat blog secara cepat, dalam waktu terbatas, dan didesain bagi mereka yang ingin mengalami nuansa baru dalam belajar, khususnya bagi orang-orang yang lebih mudah menangkap materi yang diberikan lewat petunjuk visual.
Dalam penulisan buku ini, penulis berusaha memberikan materi, tip-trik yang terkait dengan materi, contoh kasus sederhana, dan soal latihan yang bisa diaplikasikan oleh para pembaca.
Setelah mempelajari buku Seri Penuntun Visual Membuat Blog dengan Windows Live Writer  ini, pembaca akan dapat:
- Mendownload dan menginstall Windows Live Writer
- Membuat blog secara offline
- Menata layout, font, warna, dan lain sebagainya
- Memasukkan peta dan gambar
- Publikasi materi blog ke Wordpress, Blogspot, dan lain sebagainya
- Mendaftarkan diri ke blog gratisan semacam Wordpress, Blogspot, dan sebagainya

Sesudah mempelajari topik yang ada di dalam buku ini, pembaca akan diundang untuk masuk ke blog Jubilee Enterprise di http://jubilee.ruangkerja.com.
- Download SPV Membuat Blog dengan Windows Live Writer

- Download Windows Live Writer 

One response so far

Next »

Close
E-mail It