Archive for the 'E-Book & Video Tutorial' Category

Jun 02 2008

Tanya Jawab Seputar Xanga

Selain Blogger.com, Xanga juga mempersilahkan para penggunanya secara gratis untuk dapat melakukan pengeditan kode HTML pada template atau skin blog, hanya saja pada Xanga lebih banyak pembatasan penggunaan script-script tertentu jika dibandingkan dengan Blogger yang lebih leluasa dalam penggunaan script terutama Blogger dengan template klasiknya. Dengan fasilitas Footprint yang disediakan Xanga, Anda dapat melacak siapa pengunjung blog Anda dan dengan sedikit pengenalan tentang script pemrograman, Anda juga dapat mengatur agar fungsi klik-kanan pada image dapat dinonaktifkan. Menarik bukan? Untuk itu, simaklah pembahasan selengkapnya mengenai tanya dan jawab seputar Xanga berikut ini.

 

Membuat dan Mengedit Entries

Menonaktifkan Rich Text

Weblog Editor dengan mode rich text tidak bisa bekerja dengan baik dalam komputer saya, apakah saya dapat menonaktifkannya?

Secara default weblog editor dalam blog Xanga memang berbentuk Rich Text. Namun apabila mode tersebut tidak bekerja dengan baik dalam komputer Anda, maka Anda bisa menonaktifkan mode rich text editor dan gunakan plain text editor sebagai gantinya. Berikut ini caranya:

1. Masuklah ke dalam halaman private blog Xanga Anda, lalu klik opsi Settings.

clip_image002

Gambar 3.1. Klik Opsi Settings pada Halaman Private

2. Setelah itu pilihlah Weblog Editor.

clip_image004

Gambar 3.2. Memilih Weblog Editor

3. Selanjutnya Anda akan terhubung ke halaman Basic Editor Settings.

clip_image006

Gambar 3.3. Halaman Basic Editor Settings

4. Untuk mendapat akses cepat ke halaman tersebut, Anda juga bisa langsung mengakses alamat http://edit.xanga.com/editeditorsetting.aspx.

5. Kemudian Anda hanya perlu menuliskan password account Xanga Anda pada kotak teks Password lalu klik tombol Sign In clip_image008.

clip_image010

Gambar 3.4. Masukkan Password Account Xanga

6. Pada bagian Edit Mode drop-down, pilihlah opsi Plain Text.

clip_image012

Gambar 3.5. Memilih Plain Text di Bagian Edit Mode

7. Terakhir, jangan lupa untuk menekan tombol Save Changes clip_image014.

 

Mengaktifkan Weblog Editor

Saya tidak bisa menemukan tempat untuk menulis dalam Weblog Editor blog Xanga, apa yang menyebabkan hal tersebut terjadi dan bagaimana memperbaikinya?

Hal ini bisa terjadi ketika browser Anda sedang berusaha membuka Rich text Editor dari Xanga Premium, sedangkan pada saat yang sama setting tingkat keamanan dari browser Anda sangat tinggi. Ada dua alternatif cara yang bisa Anda lakukan untuk memperbaiki masalah tersebut, pertama adalah mengubah settingan tingkat keamanan pada browser Anda jika Anda tetap ingin rich text editor Xanga Premium bisa bekerja dengan baik. Berikut ini penjelasan tentang pengaturan tingakt keamanan pada browser Internet Explorer dalam Windows:

1. Bukalah browser Internet Explorer, dan pilihlah menu Tools > Internet Options.

clip_image016

Gambar 3.6. Memilih Menu Tools > Internet Options

2. Setelah itu pilihlah Tab Security, lalu klik tombol Costum Level clip_image018 yang terletak hampir di bawah jendela Internet Options.

clip_image020

Gambar 3.7. Memilih Tab Security pada Jendela Internet Options

3. Akan muncul jendela Security Settings. Scroll down mouse Anda ke bawah hingga menemukan kategori Scripting.

4. Lihatlah pada sub kategori Active Scripting, di mana terdapat tiga opsi di dalamnya. Kliklah tombol radio pada opsi Enable.

clip_image022

Gambar 3.8. Klik Tombol Radio pada Opsi Enable dalam Sub Kategori Active Scripting

5. Jika sudah, klik tombol OK clip_image024 dua kali yaitu pada jendela Security Settings dan jendela Internet Options.

6. Terakhir, cobalah untuk membuka weblog editor pada jendela browser yang baru.

Alternatif yang kedua adalah Anda tetap bisa menggunakan setting tingkat keamanan browser yang tinggi, tetapi mengganti Xanga weblog editor dalam mode plain text. Lakukan cara yang sama seperti bahasan sebelumnya (masuklah ke alamat http://edit.xanga.com/editeditorsetting.aspx).

 

Menemukan Post yang Hilang

Saya kehilangan sebuah post, ke manakah perginya dan bagaimana mengatasinya?

Blog Xanga telah berusaha untuk melakukan pencegahan terhadap hilangnya post Anda, walaupun terkadang masih ada kejadian tersebut. Berikut ini beberapa pilihan yang bisa Anda lakukan untuk menyimpan dan mengamankan post Anda:

1. Periksalah situs Anda. Bukalah dalam jendela browser yang lain dan lihatlah apakah entry Anda telah benar-benar terkirim.

2. Gunakan tombol Back. Apabila jendela browser Anda masih terbuka, Anda mungkin bisa mendapatkan kembali post dengan menekan tombol Back pada browser Anda.

3. Copy dan Paste secara manual. Copy terlebih dahulu blog entry Anda sebelum mengirimkannya. Dengan cara ini, apabila browser Anda mengalami crash atau Internet koneksi yang tidak lancar, maka Anda hanya perlu mem-paste entry Anda ke dalam browser kembali dan mengirimkannya.

4. Copy otomatis ke dalam Clipbord. Masuklah ke halaman http://edit.xanga.com/editeditorsetting.aspx dan aktifkan kotak cek opsi Save a Backup Copy of Your Posts When Submitting. Dengan demikian, post Anda akan tersimpan secara otomatis ke dalam clipboard, dan Anda hanya perlu paste entry tersebut ke dalam browser dan kirimkan kembali.

clip_image026

Gambar 3.9. Aktifkan Kotak Cek Save a Backup Copy of Your Posts

5. Menyusun blog pada program lain. Beberapa orang lebih menyukai menyusun atau menuliskan terlebih dahulu blog post yang hendak diposting dalam aplikasi seperti Notepad atau BBEdit, hanya untuk memastikan bahwa post mereka tidak hilang apabila browser mengalami crash.

Ada hal-hal lain seputar browser yang perlu Anda pertimbangkan di mana secara tidak langsung bisa mempengaruhi hilangnya post Anda. Diantaranya adalah:

1. Periksalah dan pastikan bahwa Anda masih dalam koneksi Internet yang aktif.

2. Versi browser yang sudah lama terkenal penuh bug dan sering mengalami crash. Upgrade-lah broser Anda, jika masih menggunakan browser jenis lama.

3. Gunakan browser yang dapat diandalkan, salah satunya adalah versi terakhir dari Mozila. Selain itu, hindarilah menuliskan blog post yang panjang dalam browser yang masih berversi beta.

 

Membuat Draft

Apakah saya bisa menulis blog sekarang tapi dikirim atau dipublikasikan di lain hari?

Ya tentu bisa. Kita mengenalnya dengan istilah Future Posting. Anda bisa mempublikasikan catatan Anda di lain waktu dengan menentukkan sendiri tanggal dan jamnya. Berikut ini caranya:

1. Setelah Anda selesai menuliskan catatan Anda pada Weblog Editor, pergilah di bagian bawah dari weblog Editor. Anda akan menemukan bagian Time.

2. Klik link Edit yang terdapat pada bagian Time tersebut.

clip_image028

Gambar 3.10. Klik Link Edit

3. Selanjutnya Anda akan melihat bahwa di bagian Time akan berubah menjadi format yang dapat diedit.

clip_image030

Gambar 3.11. Format yang Dapat Diedit pada Bagian Time

4. Anda hanya perlu menentukan tanggal dan waktu kapan Anda ingin mempublikasikan catatan Anda itu. Misalnya Anda sedang menulis sesuatu mengenai kemerdekaan Indonesia dan Anda ingin mempublikasikannya pada tanggal 17 Agustus nanti, maka pilihlah bulan August, tanggal 17 tahun 2008 serta jam 08:00 AM (pagi).

clip_image032

Gambar 3.12. Menentukkan Tanggal dan Waktu

5. Terakhir, kliklah tombol Save Changes clip_image034 dan Anda telah selesai membuat Future Posting.

No responses yet

May 31 2008

Cara Mudah Membuat Slide Foto

Published by Jubilee under Grafis, E-Book & Video Tutorial

Jika Anda ingin membuat slide show dari foto-foto digital Anda, maka software inilah yang Anda butuhkan. Dengan menggunakan Quick Slide Show, Anda dapat menciptakan slide show yang indah dan menarik hanya dengan langkah yang mudah dan cepat. Anda bisa mencoba software tersebut dengan men-downloadnya di halaman website dengan alamat berikut http://www.download.com/Quick-Slide-Show/3000-6676_4-10672027.html.

 

4.1 Meluncurkan Quick Slide Show

Sebagai tahap awal sebelum menggunakan aplikasi Quick Slide Show tentu saja yang perlu Anda lakukan adalah meluncurkan aplikasi tersebut. Berikut ini langkah-langkah yang bisa Anda lakukan:

1. Pertama, tekanlah tombol Start clip_image002.

2. Jika sudah, pilih All Programs > Quick Slide Show > Quick Slide Show.

clip_image004

Gambar 4.1. Memilih All Programs > Quick Slide Show > Quick Slide Show

3. Sesudah itu akan muncul jendela Quick Slide Show seperti ilustrasi di bawah ini.

clip_image006

Gambar 4.2. Tampilan Jendela Quick Slide Show

 

4.2 Menampilkan Foto di dalam Satu Folder ke dalam Quick Slide Show

Langkah penting yang tidak bisa dilewatkan begitu saja dalam menggunakan Quick Slide Show adalah cara memasukkan file foto ke dalam aplikasi ini sehingga Anda dapat melakukan kreasi lebih lanjut terhadap foto tersebut. Untuk memasukkan foto ke dalam aplikasi ini, Anda bisa melakukan langkah-langkah berikut:

1. Sesudah Anda masuk ke dalam jendela Quick Slide Show, tekanlah ikon

Add Images Folder clip_image008.

clip_image010

Gambar 4.3. Mengaktifkan Ikon Add Images Folder

2. Sesudah itu, Anda bisa memilih folder image yang Anda inginkan di dalam kotak dialog Quick Slide Show.

clip_image012

Gambar 4.4. Memilih Folder Image yang Diinginkan

3. Kalau sudah, tekanlah tombol OK.

4. Kini, Anda bisa melihat bahwa tampilan image yang ada di dalam folder terpilih tersebut telah masuk ke dalam jendela Quick Slide Show.

clip_image014

Gambar 4.5. Tampilan Folder Image telah Masuk ke dalam Jendela

 

4.3 Menambahkan Foto-Foto Tertentu

Jika Anda masih ingin menambahkan koleksi foto yang Anda miliki ke dalam Quick Slide Show Anda bisa menggunakan ikon Add Image. Lantas di manakah ikon ini bisa Anda jumpai? Nah, berikut ini jawabannya:

1. Pada jendela Quick Slide Show, aktifkanlah ikon Add Images clip_image016.

clip_image018

Gambar 4.6. Mengaktifkan Ikon Add Images

2. Sesudah itu, pilihlah foto yang ingin Anda tambahkan di dalam kotak dialog Add Image. Jika tampilan foto yang ingin Anda tambahkan jumlahnya lebih dari satu dan letaknya berjauhan, Anda bisa menyeleksinya dengan menekan tombol Ctrl.

clip_image020

Gambar 4.7. Memilih File Image yang Diinginkan

3. Sesudah itu, tekan tombol Open.

Jika langkah di atas telah Anda lakukan maka Anda bisa mengamati bahwa foto-foto yang Anda pilih tersebut telah masuk ke dalam jendela Quick Slide Show.

clip_image022

Gambar 4.8. Tampilan Foto setelah Ditambahkan

Untuk mengamati tampilan foto-foto yang telah Anda masukkan tersebut dengan lebih jelas, Anda bisa langsung mengklik foto yang Anda inginkan. Foto tersebut pun akan ditampilkan secara lebih besar pada kotak preview di dalam jendela sebelah bawah.

One response so far

Mar 27 2008

Seleksi dengan Ulead PhotoImpact 10

Software image editing manapun, termasuk PhotoImpact 10 ini, dilengkapi dengan fasilitas seleksi. Memang, fasilitas seleksi tidak bisa dipakai sendirian. Ia harus digabungkan dengan fungsi atau perintah lain dalam PhotoImpact 10 agar kita mendapatkan kreasi karya yang lebih bagus atau sesuai keinginan.

Di dalam bab ini, kita akan memfokuskan diri pada tool seleksi yang ada di PhotoImpact 10. Ada banyak tool dan menu yang berhubungan dengan seleksi ini sehingga pembahasan kita pada bab ini tidaklah terbatas pada pengenalan saja, tapi sudah masuk ke tema tentang bagaimana menggunakan tool-tool seleksi secara maksimal.

 

Dasar-Dasar Menyeleksi Objek

Pada tahap pertama ini, kita akan belajar dasar-dasar menyeleksi objek menggunakan tool seleksi. Coba ikuti panduan langkah-langkah yang tersaji di bawah ini:

1. Bukalah file foto1 yang ada di folder \Bab2\ pada CD.

clip_image002

Gambar 3.1. Membuka File Foto1

2. Tekan tombol Open. Berikut tampilan foto itu di atas kanvas.

clip_image004

Gambar 3.2. Tampilan File Foto1

3. Sekarang, pilihlah Standard Selection Tool yang ada di toolbox.

clip_image006

Gambar 3.3. Ambil Option Standard Selection Tool

4. Klik di salah satu sudut seperti diperlihatkan pada gambar berikut dan tahan tombol kiri mouse Anda.

5. Seret ke arah titik 2 dan lepaskan tombol kiri mouse Anda.

clip_image008

Gambar 3.4. Proses Membuat Bidang Seleksi

Setelah Anda melepaskan tombol kiri mouse, bidang seleksi akan mengelilingi objek yang telah Anda tentukan. Berbeda dengan bidang seleksi di Photoshop CS, bidang seleksi PhotoImpact 10 dibentuk dari garis putus-putus yang diam tak bergerak.

clip_image010

Gambar 3.5. Bidang Seleksi di Atas Kanvas

 

Apa yang Bisa Kita Lakukan Kemudian?

Bagian pada foto atau objek yang telah kita seleksi itu memiliki keistimewaan tersendiri dibanding bagian yang tak ikut terseleksi (berada di luar kotak bidang seleksi). Namanya juga menyeleksi, yang berarti kita memilih objek tersebut karena memiliki keistimewaan tersendiri.

Apa yang bisa kita lakukan terhadap objek yang sudah diistimewakan lewat seleksi itu? Setelah Anda menyeleksinya, Anda bisa melakukan hal-hal berikut:

· Meng-Cropping foto dengan cara memotong area pada foto yang berada di luar kotak seleksi.

· Meng-Copy atau meng-Cut gambar itu untuk di-Paste ditempat lain.

· Menghapus bidang yang terseleksi.

· Memberi efek spesial khusus pada bidang yang terseleksi, dan lain sebagainya.

clip_image012

Gambar 3.6. Bidang yang Terseleksi Bisa Kita Beri Efek Spesial Tanpa Mengganggu Bagian Lain yang tak Terseleksi

 

Memilih Bentuk Bidang Seleksi

Pada contoh di atas, bidang seleksi yang kita buat berbentuk persegi empat dengan ukuran bebas. Sebenarnya, ada bentuk lain yang bisa Anda pilih, antara lain Square, Ellipse, dan Circle, di samping Rectangle itu sendiri yang kita pilih sejak awal.

Berikut cara untuk memilih bentuk-bentuk bidang seleksi dan efeknya pada foto:

1. Pastikan Anda masih memilih Standard Selection Tool clip_image014.

2. Pada Attribute Toolbar, tepatnya di bagian Shape, pilihlah salah satu bentuk yang tersaji di sana. Ada Rectangle, Square, Ellipse, dan Circle.

clip_image016

Gambar 3.7. Memilih Bentuk Bidang Seleksi

3. Lihatlah tampilan masing-masing bidang seleksi di bawah ini (bidang seleksi berbentuk Rectangle tidak lagi dimunculkan).

clip_image018

clip_image020

clip_image022

Gambar 3.8. Bentuk Masing-Masing Bidang Seleksi

 

Catatan

Beda antara Rectangle-Square dan Ellipse-Circle terletak pada fleksibilitas saat membuat ukuran bidang seleksi dimana Square dan Circle jauh lebih terbatas.

 

Menggunakan Soft Edge

Soft Edge berfungsi untuk menghaluskan bidang seleksi sehingga objek pada foto tampak lebih soft di atas kanvas. Untuk menggambarkan kemampuan Soft Edge itu, lakukan panduan langkah-langkah di bawah ini:

1. Buka file foto2 yang ada di dalam CD (masih berada di folder \Bab2\).

clip_image026

Gambar 3.9. Tampilan File Foto2

2. Pilih Standard Selection Tool clip_image014[1] yang ada di toolbox.

3. Sekarang, pilih bentuk bidang seleksi Ellipse.

4. Buat bidang seleksi seperti tampilan berikut ini:

5. Pada Attribute Toolbar, masukkan angka 15 pada kotak Soft Edge seperti ilustrasi berikut:

clip_image028

Gambar 3.10. Masukkan Angka 15 di Bagian Soft Edge

6. Buatlah bidang seleksi berbentuk lingkaran pada foto.

clip_image030

Gambar 3.11. Membuat Bidang Seleksi Berbentuk Lingkaran

7. Tekan tombol Ctrl+C untuk mengkopi bagian yang terseleksi itu.

8. Pilih menu File > New > New Image.

9. Setelah berada di panel New Image, pilih option Same as image in clipboard.

clip_image032

Gambar 3.12. Memilih Option Same as Image in Clipboard

10. Tekan tombol OK dan Anda pun punya kanvas baru.

11. Tekan tombol Ctrl+V untuk mem-paste objek yang tadi telah kita kopi.

12. Hilangkan bidang seleksi dengan menekan tombol Enter.

clip_image034

Gambar 3.13. Sisi Foto Menjadi Tampak Lebih Halus

 

Lasso Tool

Berbeda dengan Standard Selection Tool, Lasso Tool terbukti lebih fleksibel namun butuh ketelatenan tersendiri untuk memakainya.

Kalau kita menggunakan Standard Selection Tool, bentuk bidang seleksi cukup terbatas, yaitu sebatas hanya lingkaran dan persegi empat saja. Sekarang, bagaimana caranya menyeleksi objek dengan bentuk sama persis dengan objek itu sendiri?

Untuk keperluan ini, kita butuh Lasso Tool. Lakukan panduan langkah-langkah di bawah ini:

1. Buka file foto3 yang telah tersedia. Berikut tampilan foto tersebut:

clip_image036

Tampilan 3.14. File Foto3 di dalam CD

2. Klik Standard Selection Tool dan tahan tombol mouse Anda beberapa detik sampai muncul pilihan-pilihan baru.

3. Pilih Lasso Tool.

clip_image038

Gambar 3.15. Memilih Lasso Tool

4. Sebelum memulai, matikan dulu kotak cek Smart Lasso (jika aktif) agar kita bisa menggunakan tool ini secara manual terlebih dulu.

5. Arahkan kursor Anda di salah satu titik terpinggir pada objek yang akan diseleksi.

clip_image040

Gambar 3.16. Klik di Salah Satu Titik Terpinggir pada Objek

6. Klik tombol kiri mouse-tahan-dan gerakkan kursor mouse sampai garis bidang seleksi menelusuri pinggiran objek itu.

clip_image042

Gambar 3.17. Telusuri Pinggiran Objek Menggunakan Lasso Tool

7. Kalau sudah, pertemukan titik awal dan titik akhir garis seleksi itu hingga seluruh objek tertutup atau dikelilingi garis seleksi tersebut.

clip_image044

Gambar 3.18. Titik Awal dan Titik Akhir Bertemu Hingga Menutup Objek

8. Pilihlah Pick Tool dan secara otomatis, garis yang kita buat tadi akan berubah menjadi garis-garis seleksi.

clip_image046

Gambar 3.19. Bidang Seleksi Baru akan Benar-Benar Muncul Setelah Kita Mengklik Pick Tool

 

Magic Wand Tool

Dalam beberapa kasus, tool seleksi yang satu ini sangat menolong dan mudah untuk digunakan. Magic Wand Tool akan menyeleksi area berdasarkan kesamaan warna tertentu.

Magic Wand Tool sangat ideal digunakan untuk menyeleksi objek yang disekelilingnya dikitari oleh warna-warna solid atau sejenis, misalnya rumah yang latar belakangnya tampak langit berwarna biru, manusia yang disekelilingnya hanya terhampar oleh warna putih, dan lain sebagainya. Kita tinggal menyeleksi objek yang warnanya dominan itu dan membalik bidang seleksi sehingga menjadi objek utamalah yang akan terseleksi.

Berikut langkah-langkahnya:

1. Buka file foto4. Anda akan melihat foto serangga seperti ini:

clip_image048

Gambar 3.20. Foto Serangga pada File Foto4

2. Pilih Magic Wand Tool dengan cara mengklik Standard Selection Tool beberapa saat.

clip_image050

Gambar 3.21. Pilih Magic Wand Tool

3. Sekarang, arahkan kursor mouse di atas bidang putih yang mengelilingi objek serangga.

clip_image052

Gambar 3.22. Klik di Area Putih di Sekeliling Serangga

4. Klik tombol kiri mouse sehingga bidang seleksi mengelilingi warna putih tersebut.

clip_image054

Gambar 3.23. Bidang Seleksi Mengelilingi Warna Putih di Sekitar Serangga

5. Pilih menu Selection > Invert untuk membalik seleksi. Kini, objek seranggalah yang terseleksi.

clip_image056Gambar 3.24. Kini, Justru Objek Serangga yang Terseleksi

6. Tekan tombol Ctrl+C.

7. Buka file foto5 untuk memunculkan tampilan foto seperti ini:

clip_image058

Gambar 3.25. Tampilan File Foto5

8. Tekan tombol Ctrl+V untuk mem-paste foto tersebut ke atas kanvas.

9. Tekan Enter untuk menghilangkan seleksi.

clip_image060

Gambar 3.26. Hasil Penggabungan Objek Serangga dan Bunga

 

Menghilangkan Garis Seleksi

Bagi pengguna Photoshop yang sudah lama bekerja dengan software tersebut, mungkin akan mengalami kebingungan ketika harus bekerja dengan PhotoImpact 10 ini, terutama pada saat membuat bidang seleksi. Itu terjadi karena ada perbedaan cara pemakaian tool seleksi ini termasuk bagaimana menghapus garis-garis seleksi dari atas kanvas.

PhotoImpact 10 menyediakan 2 alternatif cara untuk menghapus bidang seleksi. Pertama adalah dengan menggunakan Shift+G dan kedua adalah dengan menekan tombol Enter.

 

Latihan: Membuat Efek Lubang Kunci

Dengan menggunakan trik yang pernah kita pelajari di atas, kita akan membuat sebuah efek lubang kunci pada foto. Untuk mewujudkannya, kita hanya membutuhkan pertolongan dari tool seleksi saja.

Ikuti langkah-langkah di bawah ini:

1. Buka file foto6 dari dalam CD. Anda akan melihat foto ini:

clip_image062

Gambar 3.27. Tampilan File Foto6

2. Pilih Standard Selection Tool clip_image013.

3. Pertama-tama, pilihlah Ellipse pada bagian Shape.

clip_image064

Gambar 3.28. Pilih Ellipse Terlebih Dulu

4. Agar lebih eksotik, masukkan angka 15 ke kotak Soft Edge.

clip_image028[1]

Gambar 3.29. Mengatur Soft Edge

5. Buatlah seleksi berbentuk lingkaran mengelilingi wajah di dalam foto.

clip_image066

Gambar 3.30. Seleksi Bagian Wajah dalam Foto

6. Sekarang, klik tombol + yang ada di bagian Mode.

7. Setelah itu, pada bagian Shape, pilih Rectangle.

clip_image068

Gambar 3.31. Pilih Tanda Plus dan Rectangle

8. Sekarang, buatlah bidang seleksi berbentuk persegi panjang vertikal dimana salah satu bagiannya menyentuh bidang seleksi lingkaran yang sudah ada sebelumnya.

clip_image070

Gambar 3.32. Membuat Seleksi Persegi Empat yang Bersinggungan dengan Seleksi Lingkaran

9. Saat Anda melepas tombol kiri mouse, keduanya lantas menyatu seperti ini:

clip_image072

Gambar 3.33. Kedua Bidang Seleksi Menyatu Secara Otomatis

10. Terakhir, tekan menu Edit > Crop dan hasilnya menjadi seperti ini:

clip_image074

Gambar 3.34. Hasil Akhir yang Anda Dapat

No responses yet

Mar 22 2008

Desain Layout dengan InDesign

Published by Jubilee under Grafis, E-Book & Video Tutorial

clip_image002

Gambar 9.1. Hasil Pembuatan Rubrik “Profil”

Desain rubrik kali ini memang sederhana. Anda bisa me-review lagi materi yang telah dipelajari lewat bab ini. Amati lagi bagaimana kita menggunakan fasilitas-fasilitas untuk membuat sebuah tulisan di dalam lembar kerja.

Berikut langkah-langkah untuk membuat rubrik “profil”:

1. Buat kanvas baru dengan menekan tombol Ctrl+N terlebih dulu.

2. Pilihlah Rectangle Tool clip_image004 dari dalam toolbox.

3. Klik Fill untuk menentukan warna isian terlebih dulu.

clip_image006

Gambar 9.2. Memilih Fill

4. Munculkan panel Swatches dengan mengklik menu Window > Swatches.

5. Di dalam panel tersebut, pilihlah warna hitam.

clip_image008

Gambar 9.3. Memilih Warna Hitam

6. Buat persegi empat seukuran lembar kerja dengan warna hitam.

clip_image010

Gambar 9.4. Warna Hitam yang Menutup Seluruh Area Lembar Kerja

7. Pilihlah Type Tool.

8. Buat area teks terlebih dulu dan ketikkan teks seperti gambar di bawah ini.

clip_image012

Gambar 9.5. Area Teks dengan Teks Isian di dalamnya

9. Kalau sudah, posisikan kursor mouse di awal kalimat.

clip_image014

Gambar 9.6. Memposisikan Kursor Mouse di Awal Kalimat

10. Munculkan panel Paragraph dengan mengklik menu Window > Paragraph.

11. Masukkan angka 2 di dalam kotak Drop Cap Number of Lines.

clip_image016

Gambar 9.7. Memasukkan DropCap

12. Tekan tombol Enter dan huruf pertama akan menjadi Drop Capital.

clip_image018

Gambar 9.8. Huruf ‘M’ yang Tampak Membesar

13. Pilih menu File > Place.

14. Lanjutkan dengan memilih file foto yang akan Anda letakkan di dalam lembar kerja.

15. Klik tombol kiri mouse sehingga foto itu diletakkan di tempat yang sudah Anda tentukan.

clip_image020

Gambar 9.9. Foto di Ujung Kiri Atas pada Lembar Kerja

16. Klik Apply Color.

17. Setelah itu, kliklah Stroke.

clip_image022

Gambar 9.10. Memilih Stroke

18. Pilih warna merah di dalam panel Swatches.

19. Hasilnya, foto itu akan diberi bingkai berwarna merah.

clip_image024

Gambar 9.11. Foto yang Diberi Bingkai Berwarna Merah

20. Pilihlah Type Tool.

21. Buat area teks kecil dan ketiklah teks “profil” di bagian bawah pada foto.

clip_image026

Gambar 9.12. Teks di Bagian Bawah pada Foto

22. Turunkan nilai Opacity menjadi 74% pada panel Transparency.

clip_image028

Gambar 9.13. Penurunan Opacity ke Level 74%

23. Setelah itu, buat teks dengan Stroke merah dan Fill putih seperti yang pernah kita buat di latihan-latihan sebelumnya.

clip_image030

Gambar 9.14. Teks dengan Stroke Merah dan Fill Berwarna Putih

24. Pilih Rectangle Tool.

25. Klik Fill dan pilih warna merah serta Stroke dengan warna kuning.

26. Buat persegi empat vertikal seperti terlihat pada gambar di bawah ini.

clip_image032

Gambar 9.15. Persegi Empat di Sisi Kiri Lembar Kerja

27. Setelah itu, Anda akan mendapatkan sebuah hasil final seperti gambar di bawah ini.

clip_image033

Gambar 9.16. Hasil Akhir Latihan Ke-9

No responses yet

Mar 21 2008

Desain Gedung dengan CorelDraw

Published by Jubilee under Grafis, E-Book & Video Tutorial

clip_image002

Di setiap kota pasti ada gedung-gedung besar yang memiliki banyak fungsi dan identitas. Bisa jadi, gedung itu adalah perkantoran. Bagi kota besar seperti Jakarta, gedung-gedung besar juga bisa dipersepsikan sebagai sebuah apartemen mewah yang memang didesain secara menjulang ke atas.

Tak heran kalau kita akan merancang gedung-gedung besar di kesempatan kali ini. Membuat gedung-gedung besar memang tidak sulit secara teknis karena kita hanya membutuhkan 1 buah tool saja sejak saat merangkai dari sketsa sampai bentuk jadi.

Untuk membuat gedung-gedung besar seperti itu, Anda bisa mengikuti langkah-langkah di bawah ini:

1. Untuk menggambar gedung, klik Bezier Tool clip_image003.

2. Klik dan drag untuk membuat sketsa awal gedung dengan ukuran 3,502 x 3,907cm.

clip_image005

Gambar 11.1. Membuat Sketsa Gedung Utama

3. Buat objek di sampingnya untuk menunjukkan kedalaman gedung dengan ukuran 1,619 x 3,573cm.

clip_image007

Gambar 11.2. Objek di Samping Gedung Utama

4. Pastikan Bezier Tool clip_image009 masih aktif dan buat objek persegi panjang ramping di sisi paling kanan dengan ukuran 1,14 x 3,393cm.

clip_image011

Gambar 11.3. Objek Persegi Ramping di Sisi Paling Kanan

5. Buat lagi objek di sampingnya dengan ukuran 1,226 x 3,464cm.

clip_image013

Gambar 11.4. Objek Persegi Panjang di Sisi Paling Kanan

6. Lalu, buatlah objek di bagian atas dengan ukuran 4,122 x 0,525cm.

clip_image015

Gambar 11.5. Membuat Atap Gedung

7. Beri tambahan garis seperti pada contoh di bawah ini dengan ukuran sembarang.

clip_image017

Gambar 11.6. Atap Gedung yang Sudah Disempurnakan

8. Gunakan cara yang sama untuk menggambar bagian bawah gedung seperti ini.

clip_image019

Gambar 11.7. Bagian Bawah Gedung

9. Klik Bezier Tool clip_image009[1].

10. Tambahkan bagian gedung di bagian bawah seperti ini.

clip_image021

Gambar 11.8. Bagian Bawah Gedung yang Sudah Diperlengkap

11. Buat objek persegi empat panjang untuk sisi kiri dan kanan gedung.

clip_image023

Gambar 11.9. Persegi Empat Panjang Sisi Kiri dan Kanan

12. Di tengah-tengah kedua persegi empat itu, tambahkan dua persegi empat baru dengan ukuran yang lebih gemuk, masih dengan menggunakan Bezier Tool clip_image024.

clip_image026

Gambar 11.10. Dua Buah Persegi Empat Gemuk di Antara Dua Persegi Empat Panjang Sebelumnya

13. Setelah itu, buat persegi empat berukuran sedang di dalam persegi empat panjang sebelah kiri yang telah kita buat sebelumnya.

clip_image028

Gambar 11.11. Sketsa Jendela Berukuran Sedang

14. Tekan tombol Ctrl+D untuk menggandakan jendela itu.

15. Klik Pick Tool clip_image030 dari toolbox.

16. Tarik ke bawah sehingga ada 2 buah jendela di situ.

17. Klik dan drag jendela itu ke arah dalam sehingga ukurannya lebih kecil.

18. Gandakan berkali-kali dan letakkan bertumpuk-tumpuk sehingga akan terlihat sketsa jendela gedung seperti gambar di bawah ini.

clip_image032

Gambar 11.12. Sketsa Jendela-Jendela Sebuah Gedung

19. Aktifkan kembali Bezier Tool clip_image003[1].

20. Buat jendela yang lebih panjang secara horizontal di persegi empat yang besar.

clip_image034

Gambar 11.13. Sketsa Jendela Panjang

21. Gandakan secara vertikal lewat teknik yang telah kita pelajari tadi sehingga tampilannya seperti gambar di bawah ini.

clip_image036

Gambar 11.14. Menggandakan Jendela ke Bawah

22. Buat objek jendela seperti pada contoh di bawah ini pada gedung bagian atas.

clip_image038

Gambar 11.15. Jendela di Gedung Sisi Atas

23. Gandakan dengan menekan tombol Ctrl+D lagi.

24. Pilih Pick Tool clip_image030[1] dan klik jendela hasil duplikasi itu.

25. Klik dan drag ke arah dalam sehingga mengecil ukurannya.

26. Letakkan jendela hasil duplikasi itu ke bawah jendela sebelumnya.

27. Lakukan teknik di atas berulang-ulang sampai seluruh jendela dipasang pada gedung.

clip_image040

Gambar 11.16. Deretan Jendela dari Atas ke Bawah

28. Pilih Bezier Tool clip_image009[2] dari toolbox.

29. Buat jendela untuk gedung sisi kanan seperti ilustrasi di bawah ini.

clip_image042

Gambar 11.17. Jendela untuk Gedung Sisi Kanan

30. Beri pintu kecil di gedung sisi depan seperti gambar di bawah ini.

clip_image043

Gambar 11.18. Pintu Kecil di Gedung Sisi Depan

31. Aktifkan lagi Pick Tool clip_image030[2].

32. Seleksi gedung bagian depan dan beri warna 10% Black dengan mengklik warna itu di daerah kotak warna.

clip_image045

Gambar 11.19. Gedung Bagian Depan dengan Warna Abu-Abu Muda

33. Klik atap gedung dan beri warna 30% Black. Warnai pula bagian bawah gedung dengan warna yang sama.

34. Sedangkan untuk atap sisi bawah dan sekitarnya, beri warna 10% Black dan 20% Black. Lihat ilustrasi di bawah ini.

clip_image046

Gambar 11.20. Gedung dengan Sisi Depan dan Atap yang telah Diwarnai

35. Dengan Pick Tool clip_image030[3], klik sisi kanan gedung sampai terseleksi.

36. Klik 2x kotak Fill Color yang ada di pojok kanan bawah dan masukkan rumus RGB berikut ini: 252, 243, dan 23.

37. Tekan tombol OK.

38. Setelah itu, klik tembok di sisi kanannya dan beri warna Pantone Black 0961.

39. Dengan teknik di atas, beri warna RGB 250, 226, dan 203 untuk mewarnai tembok paling kanan. Lihat hasil jadinya seperti gambar di bawah ini.

clip_image048

Gambar 11.21. Mewarnai Bagian Kanan Gedung Beserta Tembok-Temboknya

40. Seleksi persegi empat panjang-ramping sisi kiri dan beri warna 40% Black. Setelah itu, beri warna 70% Black untuk bayangannya.

41. Klik jendela yang ada di persegi empat panjang itu dan beri warna Pantone Black 0961.

42. Lakukan hal serupa untuk jendela-jendela di persegi empat panjang sisi kanan.

clip_image050

Gambar 11.22. Jendela dengan Warna-Warna yang Menarik

43. Seleksilah jendela-jendela kecil di tengah-tengah gedung dan beri warna 70% Black.

44. Kalau sudah, seleksi persegi empat panjang-gemuk sisi kiri terlebih dulu dan beri warna murky green. Sedangkan untuk bayangannya, beri warna 90% Black. Terakhir, beri warna untuk jendela-jendelanya dengan warna 40% Black.

45. Warnai juga persegi empat panjang-gemuk sisi kanan dengan pola-pola pewarnaan yang sama.

clip_image052

Gambar 11.23. Warna-Warna pada Jendela Persegi Empat Panjang-Gemuk Sisi Kiri dan Kanan

46. Seleksi jendela yang ada di gedung sisi kanan dan beri warna 60% Black, satu demi satu sampai seluruhnya terwarnai.

clip_image054

Gambar 11.24. Jendela dengan Warna Keabuan

47. Pastikan Pick Tool clip_image030[4] masih dalam keadaan terseleksi.

48. Klik dan drag untuk menyeleksi seluruh gedung yang telah kita buat itu.

clip_image056

Gambar 11.25. Menyeleksi Seluruh Objek Gedung

49. Letakkan pada peta yang sekiranya bisa kita tambahkan gedung-gedung tinggi. Gandakan bila perlu (Ctrl+D).

clip_image058

Gambar 11.26. Gedung-Gedung di Sekitar Peta

One response so far

Mar 20 2008

Desain Pintu dan Jendela dengan ArchiCAD 10

clip_image002

Gambar 11.1. Model-Model Desain Pintu dan Jendela

Door Tool clip_image004 sesuai namanya digunakan untuk membuat pintu pada desain. Dari jenisnya dibedakan menjadi beberapa kelompok:

§ Entrance-Storefront untuk jenis pintu pada kantor dan pertokoan.

§ Metal Door. Jenis pintu dari metal yang bisa digunakan untuk pabrik, ruang mechanical electrical, dan gudang.

§ Opening Door digunakan sebagai pintu bukaan dengan pelubangan pada tembok, misal pada penghubung ruang keluarga dengan ruang makan, atau ruang makan dengan pantry, dan sebagainya.

§ Special Door yang di dalamnya berisi pintu kepala bulat (arc), model pintu Bifold, pintu garasi, dan pintu geser (sliding).

§ Wood/Plastic Door yang terbagi dalam pintu masuk dan pintu interior.

§ Building Structure sama fungsinya dengan Storefront, model pintu besar dan tinggi yang sering dijumpai pada bank dan mall.

Pada floorplan display dari door berupa simbol 2D. Dengan editing pada door setting di info box tampilan simbol door dapat divariasikan sesuai keinginan. Editing dan peletakan pintu dapat pula dilakukan pada jendela 3D dan S/E.

11.1. Setting Door Tool

Pada setting door terdapat panel-panel yang digunakan untuk editing elemen pintu, dimensi, bentuk, asesoris, dan pilihan tekstur.

clip_image006

Gambar 11.2. Jendela Door Default Settings

A. Preview and Positioning

Panel ini berisi tool yang berkaitan terhadap display pada floorplan.

clip_image008

Gambar 11.3. Kotak Dialog Preview and Positioning

Pada tool clip_image010 digunakan untuk memilih library jenis pintu dengan cepat tanpa harus menggunakan browser.

Pada panel sebelah kanan terdapat jendela preview untuk melihat model pintu. Dengan pilihan display 2D, 3D, sampai rendering model, dengan klik mouse dalam jendela preview ini, bisa digunakan untuk mengamati objek pintu dari sisi depan dan belakang.

Panel Flip digunakan untuk mengganti orientasi arah dari bukaan pintu.

Panel Empty Opening dengan mengaktifkannya kita akan membuang jenis pilihan pintu sebelumnya dan menempatkan lubang pada dinding dengan parameter dimensi pintu yang dipilih sebelumnya itu.

Anchor Point merupakan metoda peletakan geometri objek pintu pada elemen. Pada pilihan pertama titik seleksi peletakan kursor mouse ada di tengah, dan pada pilihan kedua titik peletakan dengan kursor mouse ada di pinggir. Fungsinya, semisal, diinginkan meletakkan pintu tepat di sebelah kolom, maka dengan pilihan kedua ini peletakan dapat dengan mudah dilakukan tanpa harus berkali-kali menggeser dengan drag untuk presisi.

Construction Method pada door ada 3 macam, yaitu Edge, Sill, dan Reveal, dan digunakan sebagai pilihan peletakan pintu pada dinding. Dengan memilih Sill atau Reveal peletakan objek ditentukan dengan memasukkan nilai kedalaman dari muka dinding.

clip_image012

Gambar 11.4. Konfigurasi Construction Method

B. Parameter

Panel ini digunakan untuk menentukan dimensi pada pintu (door) serta parameter penyusun dari door. Jenis pintu yang berbeda memiliki option parameter yang berbeda-beda pula, tergantung pada bentuk dan susunan model komponennya.

clip_image014

Gambar 11.5. Kotak Dialog Parameters

Pada panel sebelah kanan digunakan untuk memasukkan parameter dimensi lebar dan tinggi pintu.

Pada panel kiri terdapat setting untuk mengatur display pada 2D, 3D, dan material tekstur untuk rendering.

Anchor vertical adalah titik dasar penentuan ketinggian pintu terhadap dinding ataupun story. Dengan macam pilihan ini penempatan pintu lebih bervariasi pada desain:

§ Sill to Wall Base: Peletakan ketinggian berdasar posisi dasar pintu terhadap ketinggian dinding.

§ Sill to Story 0: Posisi ketinggian dasar pintu terhadap Story 0

§ Header to Wall Base: Posisi ketinggian pintu bagian atas terhadap ketinggian dinding.

§ Header to Story 0: Posisi ketinggian bagian teratas pintu terhadap Story 0.

§ Select Story: Posisi ketinggian terhadap Story yang dipilih.

clip_image016 clip_image018

Gambar 11.6. Pengaturan di Daerah Anchor

Sub Floor Thickness merupakan parameter yang dimasukkan untuk menambah elevasi pada anchor dalam hubungannya terhadap ketinggian Sill dan Header.

C. Window Plane berkaitan terhadap penempatan pintu pada slanted wall dan dibedakan menjadi :

· Associated to Wall: Posisi pintu mengikuti bentuk dari slanted wall.

· Vertical: Posisi pintu akan selalu vertikal dan mengacuhkan bentuk dari slanted wall.

D. Entrance Door Setting

Panel ini digunakan untuk editing lebih lanjut terhadap parameter dan bentuk dari pintu. Sedikit berbeda dari panel parameter, pada panel ini pilihan bentuk lanjutan lebih berupa gambar sehingga mempermudah dalam pilihan.

clip_image020

Gambar 11.7. Panel Entrance Door Setting

Selain General Setting di atas pada panel editing ini terdapat pula beberapa panel editing lanjutan lainnya tergantung pada jenis dari pintu.

clip_image022

Gambar 11.8. Panel Editing Lanjutan

E. Floor Plan and Section

clip_image024

Gambar 11.9. Panel Floorplan and Section Door

Dalam floorplan secara default door menggunakan simbol standar. Pada ArchiCAD 10 ada beberapa pilihan untuk memilih display dari pintu pada floorplan:

· Symbolic: Merupakan bentuk default.

· Projected

· Projected With Overhead

· Overhead All

Contoh dan bentuk dapat dilihat lagi pada Bab IV tentang Wall. Pilihan lainnya seperti bentuk garis penyusun, warna, dan ketebalan. Setting yang sama juga pada Section Panel yang merupakan setting display pada S/E atau untuk denah kerja potongan. Gunakan tanda centang pada panel untuk menerapkan perubahan pada desain.

F. Panel Model

Panel ini digunakan untuk menentukan tekstur material pada pintu. Untuk penerapan material yang berbeda-beda pada komponen pintu, digunakan panel parameter. Dengan menonaktifkan checkbox pada Objects Material, elemen pintu akan menggunakan material yang sama pada semua komponennya.

clip_image026

Gambar 11.10. Pengaturan di dalam Kotak Dialog Model

Wall Opening Material. Tekstur material pada dinding dapat diterapkan pada jenis pintu bukaan atau Opening Door dengan pilihan sebagai berikut.

· Same as Wall Edge: Tekstur material pada opening sama dengan tekstur material dalam dinding (edge).

· Same as Wall Side: Tekstur material sama dengan material sisi dinding.

· Splitting Curved Wall: Untuk jenis dinding ini ada dua pilihan peletakan material tekstur pada elemen:

· Stright Line: Material elemen pada opening merentang pada dinding kurva.

· Curved Line: Material elemen opening door mengikuti bentuk dinding kurva.

G. Panel Reveal

Panel ini hanya aktif bilamana menggunakan pilihan Reveal pada Construction Method.

clip_image028

Gambar 11.11. Kotak Dialog Reveal

Pada Panel Section terdapat pilihan untuk mengatur dimensi vertikal dari header (atas) dan sill (bawah) pintu.

Pada Panel Floorplan terdapat masukan pilihan pada kedalaman dan lebar dari elemen reveal pintu.

H. Panel Dimension Marker

Panel ini digunakan untuk memberi marker atau tanda simbol dimensi pada Pintu.

clip_image030

Gambar 11.12. Panel Dimension Marker

Pilihan display penampakan marker pada floorplan dapat di-setting pada menu Document > Set Model View > Model View Option.

clip_image032

Gambar 11.13. Pengaturan pada Door Options

Pada panel ini terdapat banyak pilihan untuk editing marker, dari jenis fonts, warna, ukuran, dimensi garis, dan sebagainya.

I. Panel Marker Setting

Panel ini untuk editing lanjutan pada model marker, dan hanya aktif bila Anda memilih jenis marker tertentu pada panel Dimension Marker.

clip_image034

Gambar 11.14. Jendela Panel Marker Setting

Ada 2 pilihan pada editing marker, yaitu Marker Geometry yang mengatur dimensi dan bentuk marker, serta Marker Content untuk memasukkan teks pada marker.

clip_image036

Gambar 11.15. Pilihan Marker

J. Window Tool clip_image038. Sesuai namanya digunakan untuk membuat jendela pada desain, dari jenisnya juga dibedakan menjadi beberapa kelompok:

· Metal Window. Jenis kisi jendela dari metal yang bisa digunakan untuk pabrik, ruang mechanical electrical, dan gudang.

· Opening Window digunakan sebagai jendela bukaan dengan pelubangan pada tembok, bagus juga untuk menempatkan hole penghubung antara ruang makan dengan pantry.

· Wood/Plastic Window. Model jendela yang umum digunakan pada desain rumah, dimana pada sub pilihan terdapat banyak kategori pilihan untuk jenis jendela.

Editing Panel pada window mirip dengan door panel. Untuk itu akan dijelaskan secara ringkas saja pada tool editing tertentu yang membedakannya.

K. Panel Seting Advance Parameter

Nama panel pini berubah sesuai pilihan bentuk dan fungsi dari window yang dipilih.

clip_image040

Gambar 11.16. Panel Advance Parameter

Pada panel ini terdapat juga beberapa sub pilihan panel untuk editing lebih lanjut pada dimensi dan aksesori komponen. Kemudian, masing-masing panel memiliki sub tab untuk dimensi dan detail simbol pada display.

· General Editing: berisi editing dasar pada dimensi window. Pada panel kiri bawah digunakan untuk menambahkan komponen window pada sisi dinding, yang pada ArchiCAD versi sebelumnya dikenal dengan Trim.

clip_image042 clip_image044 clip_image046 clip_image048

Gambar 11.17. Window pada Posisi Standar, Casing Out, Casing In, dan Sill Out

· Panel Ganging digunakan untuk menyembunyikan frame komponen window dalam display 3D.

clip_image050 clip_image052

Gambar 11.18. Panel Ganging

Pada panel kanan atas terdapat pilihan untuk setting diplay 2D Fill, garis kontur, dan simbol pada floorplan.

clip_image054

Gambar 11.19. Plan Symbol dan Wall Contour Line

· Frame and Sash: berisi dimensi komponen frame (kusen) dan sash (komponen bukaan jendela), arah bukaan dari jendela, dan model sambungan komponen kusen.

clip_image056

Gambar 11.20. Panel Frame dan Sash Window

· Elevation and Opening berisi pilihan penggunaan transom, dimensi transom, opening dan garis bantu opening.

clip_image058

Gambar 11.21. Kotak Dialog Elevation and Opening

L. Transom

Sebagai jendela tambahan di atas jendela. Transom merupakan jenis jendela yang sangat sering digunakan di Indonesia yang beriklim tropis. Pada panel ini ada pilihan peletakan transom untuk diinginkan di bawah atau di atas jendela, dan setting ketebalan kusen penumpu transom juga ketinggian jendela itu sendiri.

M. Panel Opening

Digunakan untuk editing model bukaan pada jendela dan sudut bukaannya. Beberapa tipe bukaan yang ada di antaranya:

clip_image060

Gambar 11.22. Model-Model Bukaan Jendela

· Fix: Pilihan untuk jendela mati/tanpa bukaan.

· Side Hung: Pilihan bukaan dari tepi jendela.

· Bottom Hung: Pilihan bukaan dari bawah jendela.

· Top Hung: Pilihan bukaan dari atas jendela

· Tilt-Turn: Pilihan bukaan dengan tumpuan as tengah

· Reversible: Pilihan bukaan bolak-balik.

clip_image062

Gambar 11.23. Model-Model Jendela

N. Opening Line

Digunakan untuk membuat simbol opening pada display S/E dan 3D. Ada 2 tipe yang disediakan, yaitu bentukan garis yang mengarah pada bukaan dan kebalikannya. Sedang model garis bisa menggunakan tipe garis putus atau lurus.

Di bawah ini contoh penggunaan tipe pada Opening Line:

clip_image064 clip_image066 clip_image068

clip_image070 clip_image072 clip_image074

Gambar 11.24. Contoh Penggunaan Opening Line dalam 3D Preview

O. Sash Option

Berisi editing untuk asesoris jendela, dimensi Grid Panes, dan pilihan material.

clip_image076

Gambar 11.25. Kotak Dialog Sash Option

Seperti pada gambar di atas, jumlah panes dapat diatur dan disesuaikan dengan desain dan juga dimensinya. Pilihan posisi dapat berupa Outside dimana grid panes terletak di luar jendela kaca, di dalam ataupun sebagai tumpuan kaca (troughout).

P. Casing Panel

Sebagai editing lebih lanjut bilamana menggunakan Trim atau penambahan elemen hias pada jendela.

clip_image078

Gambar 11.26. Tampilan Panel Casing

Q. Sill, Board, and Head

Digunakan juga untuk editing lanjutan pada pilihan Sill in dan Sill out.

clip_image080

Gambar 11.27. Panel Sill, Board and Head

Berisi pilihan tipe Sill, dimensi serta sudut kemiringannya. Model pilihan sill ada 3 macam, yaitu: Sill dari kayu, dinding bata, ataupun dari batu.

clip_image082

Gambar 11.28. Pilihan Sill

Board sebagai salah satu pilihan aksen hias pada jendela juga dapat dipilih di sini. Material Sill dan board dapat diedit dengan masuk pada pilihan clip_image084 pada tab panel ini.

R. Shutter

Sebagai ornamen penutup jendela, sesuai fungsinya dibagi dalam 2 pilihan, yaitu sebagai Ornamen dan Fungsional. Pada pilihan fungsional, shutter dapat digunakan untuk menutup jendela dengan memberi centang pada Close Shutter.

clip_image086

Gambar 11.29. Tampilan Panel Shutter

S. Masonry Arc

Sebagai konstruksi di atas jendela. Selain memang menjadi konsruksi struktur pada door/window juga bisa digunakan sebagai ornamen hias jendela. Ornamen ini biasa digunakan pada desain rumah klasik dan model gaya Eropa.

Overhang digunakan untuk menentukan kelebihan panjang dari lebar jendela, baik kiri maupun kanan.

Arch Type bisa digunakan bahan Stucco atau batu bata, dengan parameter dimensi yang kita inginkan.

clip_image088

Gambar 11.30. Beragam Arch Type

clip_image090

Gambar 11.31. Tampilan Masonry Arch

Keystone sebagai elemen tengah arc pada gambar di atas, dengan dimensi yang dapat disesuaikan pula.

T. Corner Windows clip_image092

Digunakan untuk membuat jendela pada perpotongan siku dinding.

Corner Window memiliki setting panel yang sama dengan window dan door sehingga tidak perlu diulas lebih jauh.

clip_image094 clip_image096

Gambar 11.32. Tampilan Corner Windows

Pada Corner Window ini kita dapat melakukan editing pada satu bagian jendela saja. Dengan begitu akan lebih variatif dalam desain.

 

11.2. Menempatkan Pintu dalam Desain

Pada praktek kali ini, kita akan berlatih menempatkan pintu dalam desain. Berikut langkah-langkahnya:

1. Buat dinding sederhana dengan spesifikasi seperti pada gambar di bawah ini dengan Rectangular Method clip_image098. Masukkan dimensi dengan axis X=3, Y=3, gunakan tombol keyboard “x” dan “y”.

clip_image100

Gambar 11.33. Setting untuk Dinding

2. Pilih Door Tool clip_image102 dari toolbox dan klik ganda pada ikon untuk masuk ke Door Default Settings dialog box.

3. Pilih “D1 Entrance Side1”.

clip_image104

Gambar 11.34. Memilih Salah Satu Model Pintu

4. Masuk pada panel Parameter dan biarkan dimensinya sesuai default atau Anda boleh mengatur sendiri dimensinya yang sesuai.

5. Karena kita akan menempatkan pintu ini tepat di tengah dinding, maka pastikan Special Snap Point pada Pallete Control Box dalam posisi Half clip_image106.

clip_image108

Gambar 11.35. Menentukan Arah Orientasi Pintu

6. Tempatkan pintu seperti contoh gambar di atas.

11.2.1. Menempatkan Pintu dengan Side Geometry Method

Selanjutnya, kita akan belajar menempatkan pintu dengan menggunakan Side Geometry Method. Berikut langkah-langkahnya:

1. Gunakan pintu Wood Internal “D1 10” sebagai contoh.

2. Pastikan Geometry Method-Side