Mar 20 2008
Desain Pintu dan Jendela dengan ArchiCAD 10
Gambar 11.1. Model-Model Desain Pintu dan Jendela
Door Tool
sesuai namanya digunakan untuk membuat pintu pada desain. Dari jenisnya dibedakan menjadi beberapa kelompok:
§ Entrance-Storefront untuk jenis pintu pada kantor dan pertokoan.
§ Metal Door. Jenis pintu dari metal yang bisa digunakan untuk pabrik, ruang mechanical electrical, dan gudang.
§ Opening Door digunakan sebagai pintu bukaan dengan pelubangan pada tembok, misal pada penghubung ruang keluarga dengan ruang makan, atau ruang makan dengan pantry, dan sebagainya.
§ Special Door yang di dalamnya berisi pintu kepala bulat (arc), model pintu Bifold, pintu garasi, dan pintu geser (sliding).
§ Wood/Plastic Door yang terbagi dalam pintu masuk dan pintu interior.
§ Building Structure sama fungsinya dengan Storefront, model pintu besar dan tinggi yang sering dijumpai pada bank dan mall.
Pada floorplan display dari door berupa simbol 2D. Dengan editing pada door setting di info box tampilan simbol door dapat divariasikan sesuai keinginan. Editing dan peletakan pintu dapat pula dilakukan pada jendela 3D dan S/E.
11.1. Setting Door Tool
Pada setting door terdapat panel-panel yang digunakan untuk editing elemen pintu, dimensi, bentuk, asesoris, dan pilihan tekstur.
Gambar 11.2. Jendela Door Default Settings
A. Preview and Positioning
Panel ini berisi tool yang berkaitan terhadap display pada floorplan.
Gambar 11.3. Kotak Dialog Preview and Positioning
Pada tool
digunakan untuk memilih library jenis pintu dengan cepat tanpa harus menggunakan browser.
Pada panel sebelah kanan terdapat jendela preview untuk melihat model pintu. Dengan pilihan display 2D, 3D, sampai rendering model, dengan klik mouse dalam jendela preview ini, bisa digunakan untuk mengamati objek pintu dari sisi depan dan belakang.
Panel Flip digunakan untuk mengganti orientasi arah dari bukaan pintu.
Panel Empty Opening dengan mengaktifkannya kita akan membuang jenis pilihan pintu sebelumnya dan menempatkan lubang pada dinding dengan parameter dimensi pintu yang dipilih sebelumnya itu.
Anchor Point merupakan metoda peletakan geometri objek pintu pada elemen. Pada pilihan pertama titik seleksi peletakan kursor mouse ada di tengah, dan pada pilihan kedua titik peletakan dengan kursor mouse ada di pinggir. Fungsinya, semisal, diinginkan meletakkan pintu tepat di sebelah kolom, maka dengan pilihan kedua ini peletakan dapat dengan mudah dilakukan tanpa harus berkali-kali menggeser dengan drag untuk presisi.
Construction Method pada door ada 3 macam, yaitu Edge, Sill, dan Reveal, dan digunakan sebagai pilihan peletakan pintu pada dinding. Dengan memilih Sill atau Reveal peletakan objek ditentukan dengan memasukkan nilai kedalaman dari muka dinding.
Gambar 11.4. Konfigurasi Construction Method
B. Parameter
Panel ini digunakan untuk menentukan dimensi pada pintu (door) serta parameter penyusun dari door. Jenis pintu yang berbeda memiliki option parameter yang berbeda-beda pula, tergantung pada bentuk dan susunan model komponennya.
Gambar 11.5. Kotak Dialog Parameters
Pada panel sebelah kanan digunakan untuk memasukkan parameter dimensi lebar dan tinggi pintu.
Pada panel kiri terdapat setting untuk mengatur display pada 2D, 3D, dan material tekstur untuk rendering.
Anchor vertical adalah titik dasar penentuan ketinggian pintu terhadap dinding ataupun story. Dengan macam pilihan ini penempatan pintu lebih bervariasi pada desain:
§ Sill to Wall Base: Peletakan ketinggian berdasar posisi dasar pintu terhadap ketinggian dinding.
§ Sill to Story 0: Posisi ketinggian dasar pintu terhadap Story 0
§ Header to Wall Base: Posisi ketinggian pintu bagian atas terhadap ketinggian dinding.
§ Header to Story 0: Posisi ketinggian bagian teratas pintu terhadap Story 0.
§ Select Story: Posisi ketinggian terhadap Story yang dipilih.
Gambar 11.6. Pengaturan di Daerah Anchor
Sub Floor Thickness merupakan parameter yang dimasukkan untuk menambah elevasi pada anchor dalam hubungannya terhadap ketinggian Sill dan Header.
C. Window Plane berkaitan terhadap penempatan pintu pada slanted wall dan dibedakan menjadi :
· Associated to Wall: Posisi pintu mengikuti bentuk dari slanted wall.
· Vertical: Posisi pintu akan selalu vertikal dan mengacuhkan bentuk dari slanted wall.
D. Entrance Door Setting
Panel ini digunakan untuk editing lebih lanjut terhadap parameter dan bentuk dari pintu. Sedikit berbeda dari panel parameter, pada panel ini pilihan bentuk lanjutan lebih berupa gambar sehingga mempermudah dalam pilihan.
Gambar 11.7. Panel Entrance Door Setting
Selain General Setting di atas pada panel editing ini terdapat pula beberapa panel editing lanjutan lainnya tergantung pada jenis dari pintu.
Gambar 11.8. Panel Editing Lanjutan
E. Floor Plan and Section
Gambar 11.9. Panel Floorplan and Section Door
Dalam floorplan secara default door menggunakan simbol standar. Pada ArchiCAD 10 ada beberapa pilihan untuk memilih display dari pintu pada floorplan:
· Symbolic: Merupakan bentuk default.
· Projected
· Projected With Overhead
· Overhead All
Contoh dan bentuk dapat dilihat lagi pada Bab IV tentang Wall. Pilihan lainnya seperti bentuk garis penyusun, warna, dan ketebalan. Setting yang sama juga pada Section Panel yang merupakan setting display pada S/E atau untuk denah kerja potongan. Gunakan tanda centang pada panel untuk menerapkan perubahan pada desain.
F. Panel Model
Panel ini digunakan untuk menentukan tekstur material pada pintu. Untuk penerapan material yang berbeda-beda pada komponen pintu, digunakan panel parameter. Dengan menonaktifkan checkbox pada Objects Material, elemen pintu akan menggunakan material yang sama pada semua komponennya.
Gambar 11.10. Pengaturan di dalam Kotak Dialog Model
Wall Opening Material. Tekstur material pada dinding dapat diterapkan pada jenis pintu bukaan atau Opening Door dengan pilihan sebagai berikut.
· Same as Wall Edge: Tekstur material pada opening sama dengan tekstur material dalam dinding (edge).
· Same as Wall Side: Tekstur material sama dengan material sisi dinding.
· Splitting Curved Wall: Untuk jenis dinding ini ada dua pilihan peletakan material tekstur pada elemen:
· Stright Line: Material elemen pada opening merentang pada dinding kurva.
· Curved Line: Material elemen opening door mengikuti bentuk dinding kurva.
G. Panel Reveal
Panel ini hanya aktif bilamana menggunakan pilihan Reveal pada Construction Method.
Gambar 11.11. Kotak Dialog Reveal
Pada Panel Section terdapat pilihan untuk mengatur dimensi vertikal dari header (atas) dan sill (bawah) pintu.
Pada Panel Floorplan terdapat masukan pilihan pada kedalaman dan lebar dari elemen reveal pintu.
H. Panel Dimension Marker
Panel ini digunakan untuk memberi marker atau tanda simbol dimensi pada Pintu.
Gambar 11.12. Panel Dimension Marker
Pilihan display penampakan marker pada floorplan dapat di-setting pada menu Document > Set Model View > Model View Option.
Gambar 11.13. Pengaturan pada Door Options
Pada panel ini terdapat banyak pilihan untuk editing marker, dari jenis fonts, warna, ukuran, dimensi garis, dan sebagainya.
I. Panel Marker Setting
Panel ini untuk editing lanjutan pada model marker, dan hanya aktif bila Anda memilih jenis marker tertentu pada panel Dimension Marker.
Gambar 11.14. Jendela Panel Marker Setting
Ada 2 pilihan pada editing marker, yaitu Marker Geometry yang mengatur dimensi dan bentuk marker, serta Marker Content untuk memasukkan teks pada marker.
Gambar 11.15. Pilihan Marker
J. Window Tool
. Sesuai namanya digunakan untuk membuat jendela pada desain, dari jenisnya juga dibedakan menjadi beberapa kelompok:
· Metal Window. Jenis kisi jendela dari metal yang bisa digunakan untuk pabrik, ruang mechanical electrical, dan gudang.
· Opening Window digunakan sebagai jendela bukaan dengan pelubangan pada tembok, bagus juga untuk menempatkan hole penghubung antara ruang makan dengan pantry.
· Wood/Plastic Window. Model jendela yang umum digunakan pada desain rumah, dimana pada sub pilihan terdapat banyak kategori pilihan untuk jenis jendela.
Editing Panel pada window mirip dengan door panel. Untuk itu akan dijelaskan secara ringkas saja pada tool editing tertentu yang membedakannya.
K. Panel Seting Advance Parameter
Nama panel pini berubah sesuai pilihan bentuk dan fungsi dari window yang dipilih.
Gambar 11.16. Panel Advance Parameter
Pada panel ini terdapat juga beberapa sub pilihan panel untuk editing lebih lanjut pada dimensi dan aksesori komponen. Kemudian, masing-masing panel memiliki sub tab untuk dimensi dan detail simbol pada display.
· General Editing: berisi editing dasar pada dimensi window. Pada panel kiri bawah digunakan untuk menambahkan komponen window pada sisi dinding, yang pada ArchiCAD versi sebelumnya dikenal dengan Trim.
Gambar 11.17. Window pada Posisi Standar, Casing Out, Casing In, dan Sill Out
· Panel Ganging digunakan untuk menyembunyikan frame komponen window dalam display 3D.
Gambar 11.18. Panel Ganging
Pada panel kanan atas terdapat pilihan untuk setting diplay 2D Fill, garis kontur, dan simbol pada floorplan.
Gambar 11.19. Plan Symbol dan Wall Contour Line
· Frame and Sash: berisi dimensi komponen frame (kusen) dan sash (komponen bukaan jendela), arah bukaan dari jendela, dan model sambungan komponen kusen.
Gambar 11.20. Panel Frame dan Sash Window
· Elevation and Opening berisi pilihan penggunaan transom, dimensi transom, opening dan garis bantu opening.
Gambar 11.21. Kotak Dialog Elevation and Opening
L. Transom
Sebagai jendela tambahan di atas jendela. Transom merupakan jenis jendela yang sangat sering digunakan di Indonesia yang beriklim tropis. Pada panel ini ada pilihan peletakan transom untuk diinginkan di bawah atau di atas jendela, dan setting ketebalan kusen penumpu transom juga ketinggian jendela itu sendiri.
M. Panel Opening
Digunakan untuk editing model bukaan pada jendela dan sudut bukaannya. Beberapa tipe bukaan yang ada di antaranya:
Gambar 11.22. Model-Model Bukaan Jendela
· Fix: Pilihan untuk jendela mati/tanpa bukaan.
· Side Hung: Pilihan bukaan dari tepi jendela.
· Bottom Hung: Pilihan bukaan dari bawah jendela.
· Top Hung: Pilihan bukaan dari atas jendela
· Tilt-Turn: Pilihan bukaan dengan tumpuan as tengah
· Reversible: Pilihan bukaan bolak-balik.
Gambar 11.23. Model-Model Jendela
N. Opening Line
Digunakan untuk membuat simbol opening pada display S/E dan 3D. Ada 2 tipe yang disediakan, yaitu bentukan garis yang mengarah pada bukaan dan kebalikannya. Sedang model garis bisa menggunakan tipe garis putus atau lurus.
Di bawah ini contoh penggunaan tipe pada Opening Line:
Gambar 11.24. Contoh Penggunaan Opening Line dalam 3D Preview
O. Sash Option
Berisi editing untuk asesoris jendela, dimensi Grid Panes, dan pilihan material.
Gambar 11.25. Kotak Dialog Sash Option
Seperti pada gambar di atas, jumlah panes dapat diatur dan disesuaikan dengan desain dan juga dimensinya. Pilihan posisi dapat berupa Outside dimana grid panes terletak di luar jendela kaca, di dalam ataupun sebagai tumpuan kaca (troughout).
P. Casing Panel
Sebagai editing lebih lanjut bilamana menggunakan Trim atau penambahan elemen hias pada jendela.
Gambar 11.26. Tampilan Panel Casing
Q. Sill, Board, and Head
Digunakan juga untuk editing lanjutan pada pilihan Sill in dan Sill out.
Gambar 11.27. Panel Sill, Board and Head
Berisi pilihan tipe Sill, dimensi serta sudut kemiringannya. Model pilihan sill ada 3 macam, yaitu: Sill dari kayu, dinding bata, ataupun dari batu.
Gambar 11.28. Pilihan Sill
Board sebagai salah satu pilihan aksen hias pada jendela juga dapat dipilih di sini. Material Sill dan board dapat diedit dengan masuk pada pilihan
pada tab panel ini.
R. Shutter
Sebagai ornamen penutup jendela, sesuai fungsinya dibagi dalam 2 pilihan, yaitu sebagai Ornamen dan Fungsional. Pada pilihan fungsional, shutter dapat digunakan untuk menutup jendela dengan memberi centang pada Close Shutter.
Gambar 11.29. Tampilan Panel Shutter
S. Masonry Arc
Sebagai konstruksi di atas jendela. Selain memang menjadi konsruksi struktur pada door/window juga bisa digunakan sebagai ornamen hias jendela. Ornamen ini biasa digunakan pada desain rumah klasik dan model gaya Eropa.
Overhang digunakan untuk menentukan kelebihan panjang dari lebar jendela, baik kiri maupun kanan.
Arch Type bisa digunakan bahan Stucco atau batu bata, dengan parameter dimensi yang kita inginkan.
Gambar 11.30. Beragam Arch Type
Gambar 11.31. Tampilan Masonry Arch
Keystone sebagai elemen tengah arc pada gambar di atas, dengan dimensi yang dapat disesuaikan pula.
Digunakan untuk membuat jendela pada perpotongan siku dinding.
Corner Window memiliki setting panel yang sama dengan window dan door sehingga tidak perlu diulas lebih jauh.
Gambar 11.32. Tampilan Corner Windows
Pada Corner Window ini kita dapat melakukan editing pada satu bagian jendela saja. Dengan begitu akan lebih variatif dalam desain.
11.2. Menempatkan Pintu dalam Desain
Pada praktek kali ini, kita akan berlatih menempatkan pintu dalam desain. Berikut langkah-langkahnya:
1. Buat dinding sederhana dengan spesifikasi seperti pada gambar di bawah ini dengan Rectangular Method
. Masukkan dimensi dengan axis X=3, Y=3, gunakan tombol keyboard “x” dan “y”.
Gambar 11.33. Setting untuk Dinding
2. Pilih Door Tool
dari toolbox dan klik ganda pada ikon untuk masuk ke Door Default Settings dialog box.
3. Pilih “D1 Entrance Side1”.
Gambar 11.34. Memilih Salah Satu Model Pintu
4. Masuk pada panel Parameter dan biarkan dimensinya sesuai default atau Anda boleh mengatur sendiri dimensinya yang sesuai.
5. Karena kita akan menempatkan pintu ini tepat di tengah dinding, maka pastikan Special Snap Point pada Pallete Control Box dalam posisi Half
.
Gambar 11.35. Menentukan Arah Orientasi Pintu
6. Tempatkan pintu seperti contoh gambar di atas.
11.2.1. Menempatkan Pintu dengan Side Geometry Method
Selanjutnya, kita akan belajar menempatkan pintu dengan menggunakan Side Geometry Method. Berikut langkah-langkahnya:
1. Gunakan pintu Wood Internal “D1 10” sebagai contoh.
2. Pastikan Geometry Method-Side
aktif.
3. Tempatkan pintu pada pojok kiri dinding pada denah.
Gambar 11.36. Menempatkan Pintu pada Pojok Kiri Dinding
11.2.2. Menempatkan Jendela dalam Desain
Kemudian, kita akan menempatkan jendela dalam desain. Penempatan jendela dalam desain memiliki cara yang sama dengan pintu. Berikut langkah-langkahnya:
1. Pilih tipe jendela yang Anda suka dan pastikan dimensinya tidak terlalu lebar atau gunakan saja Parameter lebar 0.9 m dan tinggi 1.4 m.
2. Pada seting Anchor Point pilih penggunaan Header to Story 0, dan dapatkan ketinggian 2,00 m agar rata dengan tinggi pintu sebelumnya.
Gambar 11.37. Pengaturan di Bagian Anchor Point
3. Pastikan Geometry Method-Side
aktif.
4. Tempatkan juga jendela pada pojok kiri dinding pada denah.
5. Akan muncul tanda eyeball yang sama seperti juga pada Door. Tempatkan pada space yang memungkinkan.
11.3. Memasang Pintu Utama
Kita akan belajar untuk memasang pintu utama lewat langkah-langkah di bawah ini:
1. Buka latihan “10.pln” dari CD.
2. Pilih “Pintu Utama” pada Favorites di Door Tool Dialog Box.
3. Pastikan Geometry Method anchor point pada Center
.
4. Pada pilihan Dimensional Marker gunakan “D marker 10”. Atur jarak penggunaan font dan ukuran.
Gambar 11.38. Kotak Dialog Dimension Marker
5. Pada panel Listing and Labeling gunakan ID “P.1”.
Gambar 11.39. Pengaturan di dalam Listing and Labeling
6. Pastikan pula Special Snap Point pada Half
di Control Box.
7. Gunakan Mark Half pada tembok depan untuk acuan penempatan pintu.
Gambar 11.40. Membuat Pintu Ganda
8. Lihat penempatannya pada Axonometry dengan menekan Ctrl+F3 dan pilih pada posisi front.
9. Klik OK dan tekan F3.
Gambar 11.41. Pengaturan di dalam Parallel Projection Settings
10. Lihat hasilnya. Ganti beberapa parameter kalau merasa kurang sesuai atau menginginkan bentuk dan material yang berbeda.
Gambar 11.42. Hasil yang akan Didapat
11.3.1. Memasang Pintu Sliding
Sekarang, kita akan mempelajari teknik pemasangan pintu sliding. Lakukan langkah-langkah di bawah ini:
1. Buka “Pintu Sliding” dari Favorites pada Door Tool dialog box.
2. Amati settingnya dan berikan sedikit sentuhan bilamana diinginkan.
3. Pastikan Geometry Method anchor Point pada Center
.
4. Pada pilihan Dimensional Marker gunakan “D marker 10” juga
5. Pada Panel Listing and Labeling gunakan ID “P.2–1”
6. Pastikan pula Special Snap Point pada Half
di Control Box.
7. Gunakan Mark Half Cursor pada dinding untuk koridor karyawan sebagai acuan penempatan pintu.
Gambar 11.43. Penempatan Sliding Door
8. Gunakan juga pada beberapa pintu penghubung, karena sliding door ini sifatnya praktis dan tidak memakan banyak tempat.
9. Pada dinding di belakang untuk penempatannya, aktifkan Special snap point pada
untuk mendapatkan titik tengah antar kolom.
Gambar 11.44. Hasil yang Didapat
11.3.2. Memasang Jendela Bay
Berikut langkah-langkah untuk memasang jendela bay:
1. Pilih “Jendela Bulat bawah” dari jendela Apply Favorites.
Gambar 11.45. Jendela Apply Favorites
2. Pastikan Geometry Method anchor Point pada center
.
3. Pada pilihan Dimensional Marker, gunakanlah “D marker 10”.
4. Pada Panel Listing and Labeling gunakan ID “J.1 – 1”.
5. Pastikan pula Special Snap Point pada Half
di Control Box.
6. Letakkan di antara kolom pada dinding. Gunakan juga Favorite “Jendela bulat atas” untuk lantai 1.
Gambar 11.46. Posisi Jendela Bay
7. Hasilnya akan nampak seperti berikut.
Gambar 11.47. Jendela Bay Tampak dari Depan
11.3.3. Setting Display Marker
Berikut pengaturan untuk setting display marker:
1. Display Marker dapat disembunyikan dengan menggunakan perintah Editing pada menu Document
Gambar 11.48. Proses Awal Menyembunyikan Display Marker
2. Pada menu ini terdapat pilihan yang dapat digunakan untuk seting Marker pintu, jendela, dan konstruksi lainnya.
Gambar 11.49. Jendela Marker View Options
3. Dengan membuang centang pada Hide Marker maka Display Marker pada floorplan akan dihilangkan.
Gambar 11.50. Membuang Centang Hide Marker
4. Pada pilihan Store as ketiklah “Denah”.
Gambar 11.51. Mengetik “Denah”
Catatan:
Buat folder baru dan namakan “Rencana P.J” pada Navigator View Set dengan cara sama yang telah dijelaskan pada proyek bab sebelumnya.

