Archive for March, 2008

Mar 31 2008

Membuat Efek Teks yang Membelit di Photoshop

Published by Jubilee under Grafis, Tip dan Trik

Tampilan teks horizontal atau vertical sudah biasa kita lihat. Namun teks yang memiliki roh sehingga bisa membelit objek tampaknya akan mengundan perhatian. Inovasi ini sebenarnya bukanlah hal baru, karena kita bisa menemukannya di banyak media massa. Nah, bila Anda tertarik untuk membuatnya, maka lanjutkan saja dengan menekuni langkah demi langkah berikut ini.

clip_image002

Gambar 3.22. Tampilan Objek dengan Teks yang Membelitnya

1. Siapkanlah sebuah kanvas dan letakkan sebuah objek di dalamnya. Kali ini kami memilih sebuah objek planet bumi dengan latar belakang kanvas berwarna hitam.

clip_image004

Gambar 3.23. Objek Bumi yang Hendak Diberi Teks

2. Jika sudah tekanlah tombol huruf T sebagai perintah untuk menggunakan Type Tool.

3. Kemudian ketikkan teks yang Anda inginkan.

clip_image006

Gambar 3.24. Mengetikkan Teks

4. Bila tulisan telah selesai dibuat, klik Warp Text clip_image008 di Options Bar.

clip_image010

Gambar 3.25. Memilih Ikon Warp Text

5. Pada kotak dialog Warp Text, pilihlah opsi Arc dan geserlah slider Bend sampai di posisi +100%.

clip_image012

Gambar 3.26. Tampilan Kotak Dialog Warp Text

6. Jika sudah klik tombol OK.

7. Selanjutnya gandakanlah layer teks tersebut.

clip_image014

Gambar 3.27. Hasil Penggandaan Layer Teks

8. Klik kembali ikon Warp Text clip_image008[1].

9. Geserlah kembali slider Bend ke arah kebalikannya, yakni -100%.

clip_image016

Gambar 3.28. Menggeser Slider Bend

10. Akhiri dengan menekan tombol OK.

11. Pilihlah Move Tool clip_image018 pada Toolbox dan tariklah objek teks hasil penggandaan ke bagian bawah.

12. Tekanlah tombol Ctrl+T untuk memunculkan handle-handle Free Transform Tool pada objek teks. Kemudian klik dan tarik handle-handle tersebut sehingga ukuran objek teks serasi dengan ukuran objek planet yang berada di tengah.

clip_image020

Gambar 3.29. Dua Objek Teks yang Diatur Berhadap-hadapan

13. Tekanlah tombol Ctrl, lantas klik layer teks pertama dan layer teks kedua sehingga keduanya terseleksi.

clip_image022

Gambar 3.30. Dua Buah Layer Teks yang telah Terseleksi

14. Lantas pilihlah menu Layer > Rasterize > Type.

clip_image024

Gambar 3.31. Memilih Opsi Rasterize Type

15. Selanjutnya klik layer teks hasil penggandaan dan tekanlah tombol Ctrl+E sehingga layer teks hasil penggandaan tersebut menjadi satu dengan layer asli.

clip_image026

Gambar 3.32. Layer-Layer Teks yang telah Menjadi Satu

16. Setelah itu gandakanlah layer teks tersebut dengan cara klik layer objek teks yang pertama dan tarik ke ikon Create a New Layer lantas klik pada ikon tersebut.

clip_image028

Gambar 3.33. Hasil Penggandaan Layer Teks

17. Tekanlah kembali tombol Ctrl+T sehingga muncul handle-handle Free Transform pada objek teks hasil penggandaan. Kemudian klik dan tarik handle yang berada di sudut sambil menekan tombol Ctrl.

18. Lakukanlah hal yang sama untuk objek teks yang kedua sehingga kedua teks tampak seperti ilustrasi berikut ini.

clip_image030

Gambar 3.34. Posisi Teks yang Diatur Saling Silang

19. Jika sudah pilihlah layer teks yang pertama, setelah itu tekanlah tombol huruf E untuk perintah Eraser Tool. Lantas hapus teks yang berada di dalam objek planet.

clip_image032

Gambar 3.35. Memilih Layer Teks Pertama

20. Lakukan langkah tersebut pada objek teks yang kedua sehingga memperoleh hasil sebagai berikut.

clip_image033

Gambar 3.36. Tampilan Akhir

2 responses so far

Mar 29 2008

Menghapus Objek dengan Vanishing Point Photoshop CS3

Published by Jubilee under Grafis

Vanishing Point diperkenalkan pertama kali oleh Adobe untuk Photoshop versi Creative Suite 2 (CS2). Di versi CS3 ini, Adobe memperbarui kemampuan Vanishing Point. Ada banyak fungsi Vanishing Point. Salah satunya adalah untuk menciptakan atau memasang foto atau gambar dalam bidang perspektif. Selain itu, Vanishing Point juga bisa dipakai untuk menghapus objek dalam bidang perspektif pula.

Di bawah ini terdapat latihan untuk membantu Anda memahami cara kerja Vanishing Point yang kali ini kita pakai untuk menghapus objek:

1. Buka terlebih dulu foto yang akan diedit menggunakan Vanishing Point. Tugas kita adalah menghapus objek gunting yang ada di depan kacamata.

clip_image002

Gambar 7.13. Tampilan Awal

1. Pilih menu Filter > Vanishing Point.

clip_image004

Gambar 7.14. Memilih Vanishing Point

2. Pilih Create Plane Tool clip_image006 pada jendela Vanishing Point.

3. Klik pada sisi kiri gambar dan tarik ke arah atas sehingga muncul garis lurus menyamping seperti gambar di bawah ini.

clip_image008

Gambar 7.15. Memilih Sisi Kiri Gambar

4. Kemudian, klik di sisi kanan bawah.

clip_image010

Gambar 7.16. Memilih Sisi Kanan Gambar

5. Klik di sisi kiri bawah sehingga objek kacamata tertutup bidang persegi empat seperti gambar di bawah ini.

clip_image012

Gambar 7.17. Memilih Sisi Bawah Gambar.

6. Pilih Stamp Tool clip_image014.

7. Tekan tombol Alt+klik pada sisi kiri atas kacamata (lihat tanda “+” di bawah ini) untuk mengambil sampel tekstur di daerah itu.

clip_image016

Gambar 7.18. Tampilan Obyek Sementara

8. Sapukan pada obyek gunting dengan cara klik dan drag sehingga obyek tersebut terhapus.

clip_image018

Gambar 7.19. Menghapus Objek Gunting

9. Kemudian klik tombol OK.

Akan terlihat di dalam kanvas bahwa objek gunting lenyap dari pandangan. Walaupun bisa dipraktekkan menggunakan Stamp Tool biasa, namun Stamp Tool pada Vanishing Point bisa dimanfaatkan untuk menghapus objek yang tampak secara perspektif.

clip_image020

Gambar 7.20. Tampilan Obyek Sementara

No responses yet

Mar 28 2008

Menggunakan Filter Gallery Photoshop CS3

Published by Jubilee under Grafis

Photoshop CS3 mengkategorikan filter dalam dua bagian, yaitu yang masuk dalam kelompok Filter Gallery dan yang tidak. Untuk melihat filter-filter apa saja yang masuk ke dalam kelompok Filter Gallery, maka satu-satunya cara termudah adalah dengan masuk ke dalam Filter Gallery itu sendiri.

Berikut langkah-langkah untuk masuk ke dalam Filter Gallery:

1. Siapkanlah terlebih dulu foto yang akan diberi efek.

clip_image002

Gambar 7.1. Foto yang akan Diberi Filter dari Kelompok Filter Gallery

2. Pilih menu Filter > Filter Gallery.

clip_image004

Gambar 7.2. Memilih Filter Gallery

3. Tunggulah sampai jendela Filter Gallery muncul di hadapan Anda seperti gambar di bawah ini.

clip_image006

Gambar 7.3. Tampilan Jendela Filter Gallery

4. Buka salah satu folder yang mengelompokkan filter-filter tertentu, misalnya Artistic dengan cara mengkliknya.

clip_image008

Gambar 7.4. Deretan Filter dalam Folder Artistic

5. Klik salah satu filter yang Anda inginkan, misalnya Plastic Warp.

6. Di jendela sisi kanan, Anda bisa atur parameter yang menentukan bagaimana filter yang Anda pilih bekerja atau mempengaruhi gambar/foto yang ada di kanvas.

clip_image010

Gambar 7.5. Pengaturan Parameter untuk Filter yang Kita Pilih

7. Anda bisa melihat bagaimana filter itu mempengaruhi gambar atau foto dengan melihat tampilan di jendela Filter Gallery sisi kiri.

clip_image012

Gambar 7.6. Foto yang telah Diberi Filter Plastic Warp

8. Tekan tombol OK.

Setelah Anda menekan tombol OK, maka Anda akan melihat secara langsung bagaimana filter yang Anda pilih mengubah tampilan visual gambar atau foto di dalam kanvas.

clip_image014

Gambar 7.7. Tampilan Gambar/Foto Setelah Diberi Filter Plastic Warp

 

Beberapa Filter Sekaligus dalam Filter Gallery

Filter Gallery memiliki kelebihan-kelebihan tertentu. Antara lain, kita bisa menggunakan beberapa filter sekaligus tanpa harus menekan tombol OK terlebih dulu—masuk ke dalam Filter Gallery kembali—dan memilih filter yang lain. Dengan demikian, kita bisa “meramu” beberapa filter sekaligus untuk mendapatkan efek-efek yang lebih menarik dan artistik.

Berikut langkah-langkah menggunakan beberapa filter sekaligus dalam Filter Gallery:

1. Pilih menu Filter > Filter Gallery.

2. Kemudian, pilih salah satu filter yang akan Anda pakai terlebih dulu.

clip_image016

Gambar 7.8. Salah Satu Filter yang Dipilih Terlebih Dulu

3. Setelah itu, klik ikon New Effect Layer yang ada di jendela Filter Gallery bagian kanan-bawah.

clip_image018

Gambar 7.9. Memilih New Effect Layer

4. Pilih filter kedua yang akan Anda pakai dengan cara memilih filter tersebut secara langsung.

clip_image020

Gambar 7.10. Memilih Filter Kedua

5. Klik lagi ikon New Effect Layer jika Anda ingin menggunakan filter-filter yang lain untuk satu foto yang sama.

clip_image022

Gambar 7.11. Deretan Filter yang telah Dipakai

6. Tekan tombol OK.

Hasilnya, Anda akan melihat foto atau gambar yang diberi beragam filter sekaligus dalam satu kali waktu yang sama tanpa harus mengklik menu Filter berulang kali.

clip_image024

Gambar 7.12. Foto yang telah Diberi Beragam Efek

No responses yet

Mar 27 2008

Seleksi dengan Ulead PhotoImpact 10

Software image editing manapun, termasuk PhotoImpact 10 ini, dilengkapi dengan fasilitas seleksi. Memang, fasilitas seleksi tidak bisa dipakai sendirian. Ia harus digabungkan dengan fungsi atau perintah lain dalam PhotoImpact 10 agar kita mendapatkan kreasi karya yang lebih bagus atau sesuai keinginan.

Di dalam bab ini, kita akan memfokuskan diri pada tool seleksi yang ada di PhotoImpact 10. Ada banyak tool dan menu yang berhubungan dengan seleksi ini sehingga pembahasan kita pada bab ini tidaklah terbatas pada pengenalan saja, tapi sudah masuk ke tema tentang bagaimana menggunakan tool-tool seleksi secara maksimal.

 

Dasar-Dasar Menyeleksi Objek

Pada tahap pertama ini, kita akan belajar dasar-dasar menyeleksi objek menggunakan tool seleksi. Coba ikuti panduan langkah-langkah yang tersaji di bawah ini:

1. Bukalah file foto1 yang ada di folder \Bab2\ pada CD.

clip_image002

Gambar 3.1. Membuka File Foto1

2. Tekan tombol Open. Berikut tampilan foto itu di atas kanvas.

clip_image004

Gambar 3.2. Tampilan File Foto1

3. Sekarang, pilihlah Standard Selection Tool yang ada di toolbox.

clip_image006

Gambar 3.3. Ambil Option Standard Selection Tool

4. Klik di salah satu sudut seperti diperlihatkan pada gambar berikut dan tahan tombol kiri mouse Anda.

5. Seret ke arah titik 2 dan lepaskan tombol kiri mouse Anda.

clip_image008

Gambar 3.4. Proses Membuat Bidang Seleksi

Setelah Anda melepaskan tombol kiri mouse, bidang seleksi akan mengelilingi objek yang telah Anda tentukan. Berbeda dengan bidang seleksi di Photoshop CS, bidang seleksi PhotoImpact 10 dibentuk dari garis putus-putus yang diam tak bergerak.

clip_image010

Gambar 3.5. Bidang Seleksi di Atas Kanvas

 

Apa yang Bisa Kita Lakukan Kemudian?

Bagian pada foto atau objek yang telah kita seleksi itu memiliki keistimewaan tersendiri dibanding bagian yang tak ikut terseleksi (berada di luar kotak bidang seleksi). Namanya juga menyeleksi, yang berarti kita memilih objek tersebut karena memiliki keistimewaan tersendiri.

Apa yang bisa kita lakukan terhadap objek yang sudah diistimewakan lewat seleksi itu? Setelah Anda menyeleksinya, Anda bisa melakukan hal-hal berikut:

· Meng-Cropping foto dengan cara memotong area pada foto yang berada di luar kotak seleksi.

· Meng-Copy atau meng-Cut gambar itu untuk di-Paste ditempat lain.

· Menghapus bidang yang terseleksi.

· Memberi efek spesial khusus pada bidang yang terseleksi, dan lain sebagainya.

clip_image012

Gambar 3.6. Bidang yang Terseleksi Bisa Kita Beri Efek Spesial Tanpa Mengganggu Bagian Lain yang tak Terseleksi

 

Memilih Bentuk Bidang Seleksi

Pada contoh di atas, bidang seleksi yang kita buat berbentuk persegi empat dengan ukuran bebas. Sebenarnya, ada bentuk lain yang bisa Anda pilih, antara lain Square, Ellipse, dan Circle, di samping Rectangle itu sendiri yang kita pilih sejak awal.

Berikut cara untuk memilih bentuk-bentuk bidang seleksi dan efeknya pada foto:

1. Pastikan Anda masih memilih Standard Selection Tool clip_image014.

2. Pada Attribute Toolbar, tepatnya di bagian Shape, pilihlah salah satu bentuk yang tersaji di sana. Ada Rectangle, Square, Ellipse, dan Circle.

clip_image016

Gambar 3.7. Memilih Bentuk Bidang Seleksi

3. Lihatlah tampilan masing-masing bidang seleksi di bawah ini (bidang seleksi berbentuk Rectangle tidak lagi dimunculkan).

clip_image018

clip_image020

clip_image022

Gambar 3.8. Bentuk Masing-Masing Bidang Seleksi

 

Catatan

Beda antara Rectangle-Square dan Ellipse-Circle terletak pada fleksibilitas saat membuat ukuran bidang seleksi dimana Square dan Circle jauh lebih terbatas.

 

Menggunakan Soft Edge

Soft Edge berfungsi untuk menghaluskan bidang seleksi sehingga objek pada foto tampak lebih soft di atas kanvas. Untuk menggambarkan kemampuan Soft Edge itu, lakukan panduan langkah-langkah di bawah ini:

1. Buka file foto2 yang ada di dalam CD (masih berada di folder \Bab2\).

clip_image026

Gambar 3.9. Tampilan File Foto2

2. Pilih Standard Selection Tool clip_image014[1] yang ada di toolbox.

3. Sekarang, pilih bentuk bidang seleksi Ellipse.

4. Buat bidang seleksi seperti tampilan berikut ini:

5. Pada Attribute Toolbar, masukkan angka 15 pada kotak Soft Edge seperti ilustrasi berikut:

clip_image028

Gambar 3.10. Masukkan Angka 15 di Bagian Soft Edge

6. Buatlah bidang seleksi berbentuk lingkaran pada foto.

clip_image030

Gambar 3.11. Membuat Bidang Seleksi Berbentuk Lingkaran

7. Tekan tombol Ctrl+C untuk mengkopi bagian yang terseleksi itu.

8. Pilih menu File > New > New Image.

9. Setelah berada di panel New Image, pilih option Same as image in clipboard.

clip_image032

Gambar 3.12. Memilih Option Same as Image in Clipboard

10. Tekan tombol OK dan Anda pun punya kanvas baru.

11. Tekan tombol Ctrl+V untuk mem-paste objek yang tadi telah kita kopi.

12. Hilangkan bidang seleksi dengan menekan tombol Enter.

clip_image034

Gambar 3.13. Sisi Foto Menjadi Tampak Lebih Halus

 

Lasso Tool

Berbeda dengan Standard Selection Tool, Lasso Tool terbukti lebih fleksibel namun butuh ketelatenan tersendiri untuk memakainya.

Kalau kita menggunakan Standard Selection Tool, bentuk bidang seleksi cukup terbatas, yaitu sebatas hanya lingkaran dan persegi empat saja. Sekarang, bagaimana caranya menyeleksi objek dengan bentuk sama persis dengan objek itu sendiri?

Untuk keperluan ini, kita butuh Lasso Tool. Lakukan panduan langkah-langkah di bawah ini:

1. Buka file foto3 yang telah tersedia. Berikut tampilan foto tersebut:

clip_image036

Tampilan 3.14. File Foto3 di dalam CD

2. Klik Standard Selection Tool dan tahan tombol mouse Anda beberapa detik sampai muncul pilihan-pilihan baru.

3. Pilih Lasso Tool.

clip_image038

Gambar 3.15. Memilih Lasso Tool

4. Sebelum memulai, matikan dulu kotak cek Smart Lasso (jika aktif) agar kita bisa menggunakan tool ini secara manual terlebih dulu.

5. Arahkan kursor Anda di salah satu titik terpinggir pada objek yang akan diseleksi.

clip_image040

Gambar 3.16. Klik di Salah Satu Titik Terpinggir pada Objek

6. Klik tombol kiri mouse-tahan-dan gerakkan kursor mouse sampai garis bidang seleksi menelusuri pinggiran objek itu.

clip_image042

Gambar 3.17. Telusuri Pinggiran Objek Menggunakan Lasso Tool

7. Kalau sudah, pertemukan titik awal dan titik akhir garis seleksi itu hingga seluruh objek tertutup atau dikelilingi garis seleksi tersebut.

clip_image044

Gambar 3.18. Titik Awal dan Titik Akhir Bertemu Hingga Menutup Objek

8. Pilihlah Pick Tool dan secara otomatis, garis yang kita buat tadi akan berubah menjadi garis-garis seleksi.

clip_image046

Gambar 3.19. Bidang Seleksi Baru akan Benar-Benar Muncul Setelah Kita Mengklik Pick Tool

 

Magic Wand Tool

Dalam beberapa kasus, tool seleksi yang satu ini sangat menolong dan mudah untuk digunakan. Magic Wand Tool akan menyeleksi area berdasarkan kesamaan warna tertentu.

Magic Wand Tool sangat ideal digunakan untuk menyeleksi objek yang disekelilingnya dikitari oleh warna-warna solid atau sejenis, misalnya rumah yang latar belakangnya tampak langit berwarna biru, manusia yang disekelilingnya hanya terhampar oleh warna putih, dan lain sebagainya. Kita tinggal menyeleksi objek yang warnanya dominan itu dan membalik bidang seleksi sehingga menjadi objek utamalah yang akan terseleksi.

Berikut langkah-langkahnya:

1. Buka file foto4. Anda akan melihat foto serangga seperti ini:

clip_image048

Gambar 3.20. Foto Serangga pada File Foto4

2. Pilih Magic Wand Tool dengan cara mengklik Standard Selection Tool beberapa saat.

clip_image050

Gambar 3.21. Pilih Magic Wand Tool

3. Sekarang, arahkan kursor mouse di atas bidang putih yang mengelilingi objek serangga.

clip_image052

Gambar 3.22. Klik di Area Putih di Sekeliling Serangga

4. Klik tombol kiri mouse sehingga bidang seleksi mengelilingi warna putih tersebut.

clip_image054

Gambar 3.23. Bidang Seleksi Mengelilingi Warna Putih di Sekitar Serangga

5. Pilih menu Selection > Invert untuk membalik seleksi. Kini, objek seranggalah yang terseleksi.

clip_image056Gambar 3.24. Kini, Justru Objek Serangga yang Terseleksi

6. Tekan tombol Ctrl+C.

7. Buka file foto5 untuk memunculkan tampilan foto seperti ini:

clip_image058

Gambar 3.25. Tampilan File Foto5

8. Tekan tombol Ctrl+V untuk mem-paste foto tersebut ke atas kanvas.

9. Tekan Enter untuk menghilangkan seleksi.

clip_image060

Gambar 3.26. Hasil Penggabungan Objek Serangga dan Bunga

 

Menghilangkan Garis Seleksi

Bagi pengguna Photoshop yang sudah lama bekerja dengan software tersebut, mungkin akan mengalami kebingungan ketika harus bekerja dengan PhotoImpact 10 ini, terutama pada saat membuat bidang seleksi. Itu terjadi karena ada perbedaan cara pemakaian tool seleksi ini termasuk bagaimana menghapus garis-garis seleksi dari atas kanvas.

PhotoImpact 10 menyediakan 2 alternatif cara untuk menghapus bidang seleksi. Pertama adalah dengan menggunakan Shift+G dan kedua adalah dengan menekan tombol Enter.

 

Latihan: Membuat Efek Lubang Kunci

Dengan menggunakan trik yang pernah kita pelajari di atas, kita akan membuat sebuah efek lubang kunci pada foto. Untuk mewujudkannya, kita hanya membutuhkan pertolongan dari tool seleksi saja.

Ikuti langkah-langkah di bawah ini:

1. Buka file foto6 dari dalam CD. Anda akan melihat foto ini:

clip_image062

Gambar 3.27. Tampilan File Foto6

2. Pilih Standard Selection Tool clip_image013.

3. Pertama-tama, pilihlah Ellipse pada bagian Shape.

clip_image064

Gambar 3.28. Pilih Ellipse Terlebih Dulu

4. Agar lebih eksotik, masukkan angka 15 ke kotak Soft Edge.

clip_image028[1]

Gambar 3.29. Mengatur Soft Edge

5. Buatlah seleksi berbentuk lingkaran mengelilingi wajah di dalam foto.

clip_image066

Gambar 3.30. Seleksi Bagian Wajah dalam Foto

6. Sekarang, klik tombol + yang ada di bagian Mode.

7. Setelah itu, pada bagian Shape, pilih Rectangle.

clip_image068

Gambar 3.31. Pilih Tanda Plus dan Rectangle

8. Sekarang, buatlah bidang seleksi berbentuk persegi panjang vertikal dimana salah satu bagiannya menyentuh bidang seleksi lingkaran yang sudah ada sebelumnya.

clip_image070

Gambar 3.32. Membuat Seleksi Persegi Empat yang Bersinggungan dengan Seleksi Lingkaran

9. Saat Anda melepas tombol kiri mouse, keduanya lantas menyatu seperti ini:

clip_image072

Gambar 3.33. Kedua Bidang Seleksi Menyatu Secara Otomatis

10. Terakhir, tekan menu Edit > Crop dan hasilnya menjadi seperti ini:

clip_image074

Gambar 3.34. Hasil Akhir yang Anda Dapat

No responses yet

Mar 26 2008

Mempercantik Tampilan My Profile Friendster

Published by Jubilee under Internet

Tampilan profil yang menarik pastilah akan mengundang anggota Friendster yang lain untuk bergabung dengan Anda.

Untuk mempercantik tampilan profil Anda, gunakanlah cara berikut ini:

1. Klik menu My Profile dan pilihlah opsi Edit Profile.

clip_image002

Gambar Memilih Opsi Edit Profile

2. Di halaman My Profile, bukalah panel Customize.

clip_image004

Gambar Membuka Panel Customize

3. Ada banyak pilihan latar belakang yang bisa Anda pilih. Selanjutnya pilihlah salah satu tampilan latar belakang yang Anda inginkan. Lantas klik tombol Select di bagian bawah pilihan tersebut.

clip_image006

Gambar Memilih Salah Satu Tampilan

4. Klik View Your Profile Now untuk melihat tampilan profil Anda.

clip_image008

Gambar Melihat Tampilan Profile

5. Berikut ini salah satu tampilan yang bisa Anda peroleh.

clip_image010

Gambar Profil dengan Latar Belakang Warna Ungu

clip_image012

Gambar Profil dengan Latar Belakang Warna Pink

No responses yet

Mar 25 2008

Mengubah Warna di Blogspot.Com

Published by Jubilee under Internet, Tip dan Trik

Ketika Anda memilih sebuah model template untuk blog, maka warna template pun telah ditentukan. Nah, bagaimana bila warna tersebut tidak Anda sukai? Tidak perlu kuatir karena Anda sebenarnya bisa mengubah warna tersebut.

Caranya sebagai berikut:

1. Di tampilan blog, klik tombol Kustomisasi yang berada di bagian atas tampilan blog.

clip_image002

Gambar Memilih Tombol Kustomisasi

2. Bukalah panel Template, lantas pilihlah bagian Font dan Warna.

3. Di kolom sebelah kiri, pilihlah bagian blog yang ingin Anda ubah warnanya, misalnya bagian Warna Latar Belakang Utama.

clip_image004

Gambar Memilih Bagian Warna Latar Belakang Utama

4. Pada kolom-kolom warna di sebelah kanan, pilihlah warna yang Anda inginkan. Begitu salah satu warna dipilih maka tampilan blog akan langsung berubah dan Anda bisa melihat perubahan tersebut di bagian bawah panel Template. Dengan demikian Anda bisa menentukan warna yang cocok untuk sebuah blog.

clip_image006

Gambar Tampilan Warna Latar Blog yang telah Berubah

5. Jika sudah klik tombol Simpan Perubahan.

6. Lihatlah tampilan blog Anda secara keseluruhan dengan membuka panel Lihat Blog.

clip_image008

Gambar Tampilan Warna Halaman Blog yang Bervariasi

One response so far

Mar 24 2008

Memutar Foto di Flickr

Published by Jubilee under Grafis, Internet

Setelah meng-upload foto, mungkin saja Anda mendapati foto tersebut ternyata tampil dalam keadaan terbalik. Untuk membalik posisi foto ini Anda tidak perlu masuk ke program pengolahan foto terlebih dahulu. Tetaplah berada di situs ini karena situs ini menyediakan kemudahan bagi Anda.

1. Klik pada foto yang hendak di putar posisinya.

clip_image002

Gambar Memilih Foto yang Terbalik

2. Kemudian klik opsi Rotate di bagian atas foto.

clip_image004

Gambar Memilih Opsi Rotate

3. Selanjutnya pada kotak pengaturan yang muncul, klik arah rotasi yang Anda inginkan, ke kiri atau ke kanan.

clip_image006

Gambar Memilih Arah Rotasi

4. Jika sudah klik tombol OK dengan demikian posisi foto telah berubah dan siap di tampilkan.

clip_image008

Gambar Tampilan Foto yang telah Dirotasikan

No responses yet

Mar 22 2008

Desain Layout dengan InDesign

Published by Jubilee under Grafis, E-Book & Video Tutorial

clip_image002

Gambar 9.1. Hasil Pembuatan Rubrik “Profil”

Desain rubrik kali ini memang sederhana. Anda bisa me-review lagi materi yang telah dipelajari lewat bab ini. Amati lagi bagaimana kita menggunakan fasilitas-fasilitas untuk membuat sebuah tulisan di dalam lembar kerja.

Berikut langkah-langkah untuk membuat rubrik “profil”:

1. Buat kanvas baru dengan menekan tombol Ctrl+N terlebih dulu.

2. Pilihlah Rectangle Tool clip_image004 dari dalam toolbox.

3. Klik Fill untuk menentukan warna isian terlebih dulu.

clip_image006

Gambar 9.2. Memilih Fill

4. Munculkan panel Swatches dengan mengklik menu Window > Swatches.

5. Di dalam panel tersebut, pilihlah warna hitam.

clip_image008

Gambar 9.3. Memilih Warna Hitam

6. Buat persegi empat seukuran lembar kerja dengan warna hitam.

clip_image010

Gambar 9.4. Warna Hitam yang Menutup Seluruh Area Lembar Kerja

7. Pilihlah Type Tool.

8. Buat area teks terlebih dulu dan ketikkan teks seperti gambar di bawah ini.

clip_image012

Gambar 9.5. Area Teks dengan Teks Isian di dalamnya

9. Kalau sudah, posisikan kursor mouse di awal kalimat.

clip_image014

Gambar 9.6. Memposisikan Kursor Mouse di Awal Kalimat

10. Munculkan panel Paragraph dengan mengklik menu Window > Paragraph.

11. Masukkan angka 2 di dalam kotak Drop Cap Number of Lines.

clip_image016

Gambar 9.7. Memasukkan DropCap

12. Tekan tombol Enter dan huruf pertama akan menjadi Drop Capital.

clip_image018

Gambar 9.8. Huruf ‘M’ yang Tampak Membesar

13. Pilih menu File > Place.

14. Lanjutkan dengan memilih file foto yang akan Anda letakkan di dalam lembar kerja.

15. Klik tombol kiri mouse sehingga foto itu diletakkan di tempat yang sudah Anda tentukan.

clip_image020

Gambar 9.9. Foto di Ujung Kiri Atas pada Lembar Kerja

16. Klik Apply Color.

17. Setelah itu, kliklah Stroke.

clip_image022

Gambar 9.10. Memilih Stroke

18. Pilih warna merah di dalam panel Swatches.

19. Hasilnya, foto itu akan diberi bingkai berwarna merah.

clip_image024

Gambar 9.11. Foto yang Diberi Bingkai Berwarna Merah

20. Pilihlah Type Tool.

21. Buat area teks kecil dan ketiklah teks “profil” di bagian bawah pada foto.

clip_image026

Gambar 9.12. Teks di Bagian Bawah pada Foto

22. Turunkan nilai Opacity menjadi 74% pada panel Transparency.

clip_image028

Gambar 9.13. Penurunan Opacity ke Level 74%

23. Setelah itu, buat teks dengan Stroke merah dan Fill putih seperti yang pernah kita buat di latihan-latihan sebelumnya.

clip_image030

Gambar 9.14. Teks dengan Stroke Merah dan Fill Berwarna Putih

24. Pilih Rectangle Tool.

25. Klik Fill dan pilih warna merah serta Stroke dengan warna kuning.

26. Buat persegi empat vertikal seperti terlihat pada gambar di bawah ini.

clip_image032

Gambar 9.15. Persegi Empat di Sisi Kiri Lembar Kerja

27. Setelah itu, Anda akan mendapatkan sebuah hasil final seperti gambar di bawah ini.

clip_image033

Gambar 9.16. Hasil Akhir Latihan Ke-9

No responses yet

Mar 21 2008

Desain Gedung dengan CorelDraw

Published by Jubilee under Grafis, E-Book & Video Tutorial

clip_image002

Di setiap kota pasti ada gedung-gedung besar yang memiliki banyak fungsi dan identitas. Bisa jadi, gedung itu adalah perkantoran. Bagi kota besar seperti Jakarta, gedung-gedung besar juga bisa dipersepsikan sebagai sebuah apartemen mewah yang memang didesain secara menjulang ke atas.

Tak heran kalau kita akan merancang gedung-gedung besar di kesempatan kali ini. Membuat gedung-gedung besar memang tidak sulit secara teknis karena kita hanya membutuhkan 1 buah tool saja sejak saat merangkai dari sketsa sampai bentuk jadi.

Untuk membuat gedung-gedung besar seperti itu, Anda bisa mengikuti langkah-langkah di bawah ini:

1. Untuk menggambar gedung, klik Bezier Tool clip_image003.

2. Klik dan drag untuk membuat sketsa awal gedung dengan ukuran 3,502 x 3,907cm.

clip_image005

Gambar 11.1. Membuat Sketsa Gedung Utama

3. Buat objek di sampingnya untuk menunjukkan kedalaman gedung dengan ukuran 1,619 x 3,573cm.

clip_image007

Gambar 11.2. Objek di Samping Gedung Utama

4. Pastikan Bezier Tool clip_image009 masih aktif dan buat objek persegi panjang ramping di sisi paling kanan dengan ukuran 1,14 x 3,393cm.

clip_image011

Gambar 11.3. Objek Persegi Ramping di Sisi Paling Kanan

5. Buat lagi objek di sampingnya dengan ukuran 1,226 x 3,464cm.

clip_image013

Gambar 11.4. Objek Persegi Panjang di Sisi Paling Kanan

6. Lalu, buatlah objek di bagian atas dengan ukuran 4,122 x 0,525cm.

clip_image015

Gambar 11.5. Membuat Atap Gedung

7. Beri tambahan garis seperti pada contoh di bawah ini dengan ukuran sembarang.

clip_image017

Gambar 11.6. Atap Gedung yang Sudah Disempurnakan

8. Gunakan cara yang sama untuk menggambar bagian bawah gedung seperti ini.

clip_image019

Gambar 11.7. Bagian Bawah Gedung

9. Klik Bezier Tool clip_image009[1].

10. Tambahkan bagian gedung di bagian bawah seperti ini.

clip_image021

Gambar 11.8. Bagian Bawah Gedung yang Sudah Diperlengkap

11. Buat objek persegi empat panjang untuk sisi kiri dan kanan gedung.

clip_image023

Gambar 11.9. Persegi Empat Panjang Sisi Kiri dan Kanan

12. Di tengah-tengah kedua persegi empat itu, tambahkan dua persegi empat baru dengan ukuran yang lebih gemuk, masih dengan menggunakan Bezier Tool clip_image024.

clip_image026

Gambar 11.10. Dua Buah Persegi Empat Gemuk di Antara Dua Persegi Empat Panjang Sebelumnya

13. Setelah itu, buat persegi empat berukuran sedang di dalam persegi empat panjang sebelah kiri yang telah kita buat sebelumnya.

clip_image028

Gambar 11.11. Sketsa Jendela Berukuran Sedang

14. Tekan tombol Ctrl+D untuk menggandakan jendela itu.

15. Klik Pick Tool clip_image030 dari toolbox.

16. Tarik ke bawah sehingga ada 2 buah jendela di situ.

17. Klik dan drag jendela itu ke arah dalam sehingga ukurannya lebih kecil.

18. Gandakan berkali-kali dan letakkan bertumpuk-tumpuk sehingga akan terlihat sketsa jendela gedung seperti gambar di bawah ini.

clip_image032

Gambar 11.12. Sketsa Jendela-Jendela Sebuah Gedung

19. Aktifkan kembali Bezier Tool clip_image003[1].

20. Buat jendela yang lebih panjang secara horizontal di persegi empat yang besar.

clip_image034

Gambar 11.13. Sketsa Jendela Panjang

21. Gandakan secara vertikal lewat teknik yang telah kita pelajari tadi sehingga tampilannya seperti gambar di bawah ini.

clip_image036

Gambar 11.14. Menggandakan Jendela ke Bawah

22. Buat objek jendela seperti pada contoh di bawah ini pada gedung bagian atas.

clip_image038

Gambar 11.15. Jendela di Gedung Sisi Atas

23. Gandakan dengan menekan tombol Ctrl+D lagi.

24. Pilih Pick Tool clip_image030[1] dan klik jendela hasil duplikasi itu.

25. Klik dan drag ke arah dalam sehingga mengecil ukurannya.

26. Letakkan jendela hasil duplikasi itu ke bawah jendela sebelumnya.

27. Lakukan teknik di atas berulang-ulang sampai seluruh jendela dipasang pada gedung.

clip_image040

Gambar 11.16. Deretan Jendela dari Atas ke Bawah

28. Pilih Bezier Tool clip_image009[2] dari toolbox.

29. Buat jendela untuk gedung sisi kanan seperti ilustrasi di bawah ini.

clip_image042

Gambar 11.17. Jendela untuk Gedung Sisi Kanan

30. Beri pintu kecil di gedung sisi depan seperti gambar di bawah ini.

clip_image043

Gambar 11.18. Pintu Kecil di Gedung Sisi Depan

31. Aktifkan lagi Pick Tool clip_image030[2].

32. Seleksi gedung bagian depan dan beri warna 10% Black dengan mengklik warna itu di daerah kotak warna.

clip_image045

Gambar 11.19. Gedung Bagian Depan dengan Warna Abu-Abu Muda

33. Klik atap gedung dan beri warna 30% Black. Warnai pula bagian bawah gedung dengan warna yang sama.

34. Sedangkan untuk atap sisi bawah dan sekitarnya, beri warna 10% Black dan 20% Black. Lihat ilustrasi di bawah ini.

clip_image046

Gambar 11.20. Gedung dengan Sisi Depan dan Atap yang telah Diwarnai

35. Dengan Pick Tool clip_image030[3], klik sisi kanan gedung sampai terseleksi.

36. Klik 2x kotak Fill Color yang ada di pojok kanan bawah dan masukkan rumus RGB berikut ini: 252, 243, dan 23.

37. Tekan tombol OK.

38. Setelah itu, klik tembok di sisi kanannya dan beri warna Pantone Black 0961.

39. Dengan teknik di atas, beri warna RGB 250, 226, dan 203 untuk mewarnai tembok paling kanan. Lihat hasil jadinya seperti gambar di bawah ini.

clip_image048

Gambar 11.21. Mewarnai Bagian Kanan Gedung Beserta Tembok-Temboknya

40. Seleksi persegi empat panjang-ramping sisi kiri dan beri warna 40% Black. Setelah itu, beri warna 70% Black untuk bayangannya.

41. Klik jendela yang ada di persegi empat panjang itu dan beri warna Pantone Black 0961.

42. Lakukan hal serupa untuk jendela-jendela di persegi empat panjang sisi kanan.

clip_image050

Gambar 11.22. Jendela dengan Warna-Warna yang Menarik

43. Seleksilah jendela-jendela kecil di tengah-tengah gedung dan beri warna 70% Black.

44. Kalau sudah, seleksi persegi empat panjang-gemuk sisi kiri terlebih dulu dan beri warna murky green. Sedangkan untuk bayangannya, beri warna 90% Black. Terakhir, beri warna untuk jendela-jendelanya dengan warna 40% Black.

45. Warnai juga persegi empat panjang-gemuk sisi kanan dengan pola-pola pewarnaan yang sama.

clip_image052

Gambar 11.23. Warna-Warna pada Jendela Persegi Empat Panjang-Gemuk Sisi Kiri dan Kanan

46. Seleksi jendela yang ada di gedung sisi kanan dan beri warna 60% Black, satu demi satu sampai seluruhnya terwarnai.

clip_image054

Gambar 11.24. Jendela dengan Warna Keabuan

47. Pastikan Pick Tool clip_image030[4] masih dalam keadaan terseleksi.

48. Klik dan drag untuk menyeleksi seluruh gedung yang telah kita buat itu.

clip_image056

Gambar 11.25. Menyeleksi Seluruh Objek Gedung

49. Letakkan pada peta yang sekiranya bisa kita tambahkan gedung-gedung tinggi. Gandakan bila perlu (Ctrl+D).

clip_image058

Gambar 11.26. Gedung-Gedung di Sekitar Peta

One response so far

Mar 20 2008

Desain Pintu dan Jendela dengan ArchiCAD 10

clip_image002

Gambar 11.1. Model-Model Desain Pintu dan Jendela

Door Tool clip_image004 sesuai namanya digunakan untuk membuat pintu pada desain. Dari jenisnya dibedakan menjadi beberapa kelompok:

§ Entrance-Storefront untuk jenis pintu pada kantor dan pertokoan.

§ Metal Door. Jenis pintu dari metal yang bisa digunakan untuk pabrik, ruang mechanical electrical, dan gudang.

§ Opening Door digunakan sebagai pintu bukaan dengan pelubangan pada tembok, misal pada penghubung ruang keluarga dengan ruang makan, atau ruang makan dengan pantry, dan sebagainya.

§ Special Door yang di dalamnya berisi pintu kepala bulat (arc), model pintu Bifold, pintu garasi, dan pintu geser (sliding).

§ Wood/Plastic Door yang terbagi dalam pintu masuk dan pintu interior.

§ Building Structure sama fungsinya dengan Storefront, model pintu besar dan tinggi yang sering dijumpai pada bank dan mall.

Pada floorplan display dari door berupa simbol 2D. Dengan editing pada door setting di info box tampilan simbol door dapat divariasikan sesuai keinginan. Editing dan peletakan pintu dapat pula dilakukan pada jendela 3D dan S/E.

11.1. Setting Door Tool

Pada setting door terdapat panel-panel yang digunakan untuk editing elemen pintu, dimensi, bentuk, asesoris, dan pilihan tekstur.

clip_image006

Gambar 11.2. Jendela Door Default Settings

A. Preview and Positioning

Panel ini berisi tool yang berkaitan terhadap display pada floorplan.

clip_image008

Gambar 11.3. Kotak Dialog Preview and Positioning

Pada tool clip_image010 digunakan untuk memilih library jenis pintu dengan cepat tanpa harus menggunakan browser.

Pada panel sebelah kanan terdapat jendela preview untuk melihat model pintu. Dengan pilihan display 2D, 3D, sampai rendering model, dengan klik mouse dalam jendela preview ini, bisa digunakan untuk mengamati objek pintu dari sisi depan dan belakang.

Panel Flip digunakan untuk mengganti orientasi arah dari bukaan pintu.

Panel Empty Opening dengan mengaktifkannya kita akan membuang jenis pilihan pintu sebelumnya dan menempatkan lubang pada dinding dengan parameter dimensi pintu yang dipilih sebelumnya itu.

Anchor Point merupakan metoda peletakan geometri objek pintu pada elemen. Pada pilihan pertama titik seleksi peletakan kursor mouse ada di tengah, dan pada pilihan kedua titik peletakan dengan kursor mouse ada di pinggir. Fungsinya, semisal, diinginkan meletakkan pintu tepat di sebelah kolom, maka dengan pilihan kedua ini peletakan dapat dengan mudah dilakukan tanpa harus berkali-kali menggeser dengan drag untuk presisi.

Construction Method pada door ada 3 macam, yaitu Edge, Sill, dan Reveal, dan digunakan sebagai pilihan peletakan pintu pada dinding. Dengan memilih Sill atau Reveal peletakan objek ditentukan dengan memasukkan nilai kedalaman dari muka dinding.

clip_image012

Gambar 11.4. Konfigurasi Construction Method

B. Parameter

Panel ini digunakan untuk menentukan dimensi pada pintu (door) serta parameter penyusun dari door. Jenis pintu yang berbeda memiliki option parameter yang berbeda-beda pula, tergantung pada bentuk dan susunan model komponennya.

clip_image014

Gambar 11.5. Kotak Dialog Parameters

Pada panel sebelah kanan digunakan untuk memasukkan parameter dimensi lebar dan tinggi pintu.

Pada panel kiri terdapat setting untuk mengatur display pada 2D, 3D, dan material tekstur untuk rendering.

Anchor vertical adalah titik dasar penentuan ketinggian pintu terhadap dinding ataupun story. Dengan macam pilihan ini penempatan pintu lebih bervariasi pada desain:

§ Sill to Wall Base: Peletakan ketinggian berdasar posisi dasar pintu terhadap ketinggian dinding.

§ Sill to Story 0: Posisi ketinggian dasar pintu terhadap Story 0

§ Header to Wall Base: Posisi ketinggian pintu bagian atas terhadap ketinggian dinding.

§ Header to Story 0: Posisi ketinggian bagian teratas pintu terhadap Story 0.

§ Select Story: Posisi ketinggian terhadap Story yang dipilih.

clip_image016 clip_image018

Gambar 11.6. Pengaturan di Daerah Anchor

Sub Floor Thickness merupakan parameter yang dimasukkan untuk menambah elevasi pada anchor dalam hubungannya terhadap ketinggian Sill dan Header.

C. Window Plane berkaitan terhadap penempatan pintu pada slanted wall dan dibedakan menjadi :

· Associated to Wall: Posisi pintu mengikuti bentuk dari slanted wall.

· Vertical: Posisi pintu akan selalu vertikal dan mengacuhkan bentuk dari slanted wall.

D. Entrance Door Setting

Panel ini digunakan untuk editing lebih lanjut terhadap parameter dan bentuk dari pintu. Sedikit berbeda dari panel parameter, pada panel ini pilihan bentuk lanjutan lebih berupa gambar sehingga mempermudah dalam pilihan.

clip_image020

Gambar 11.7. Panel Entrance Door Setting

Selain General Setting di atas pada panel editing ini terdapat pula beberapa panel editing lanjutan lainnya tergantung pada jenis dari pintu.

clip_image022

Gambar 11.8. Panel Editing Lanjutan

E. Floor Plan and Section

clip_image024

Gambar 11.9. Panel Floorplan and Section Door

Dalam floorplan secara default door menggunakan simbol standar. Pada ArchiCAD 10 ada beberapa pilihan untuk memilih display dari pintu pada floorplan:

· Symbolic: Merupakan bentuk default.

· Projected

· Projected With Overhead

· Overhead All

Contoh dan bentuk dapat dilihat lagi pada Bab IV tentang Wall. Pilihan lainnya seperti bentuk garis penyusun, warna, dan ketebalan. Setting yang sama juga pada Section Panel yang merupakan setting display pada S/E atau untuk denah kerja potongan. Gunakan tanda centang pada panel untuk menerapkan perubahan pada desain.

F. Panel Model

Panel ini digunakan untuk menentukan tekstur material pada pintu. Untuk penerapan material yang berbeda-beda pada komponen pintu, digunakan panel parameter. Dengan menonaktifkan checkbox pada Objects Material, elemen pintu akan menggunakan material yang sama pada semua komponennya.

clip_image026

Gambar 11.10. Pengaturan di dalam Kotak Dialog Model

Wall Opening Material. Tekstur material pada dinding dapat diterapkan pada jenis pintu bukaan atau Opening Door dengan pilihan sebagai berikut.

· Same as Wall Edge: Tekstur material pada opening sama dengan tekstur material dalam dinding (edge).

· Same as Wall Side: Tekstur material sama dengan material sisi dinding.

· Splitting Curved Wall: Untuk jenis dinding ini ada dua pilihan peletakan material tekstur pada elemen:

· Stright Line: Material elemen pada opening merentang pada dinding kurva.

· Curved Line: Material elemen opening door mengikuti bentuk dinding kurva.

G. Panel Reveal

Panel ini hanya aktif bilamana menggunakan pilihan Reveal pada Construction Method.

clip_image028

Gambar 11.11. Kotak Dialog Reveal

Pada Panel Section terdapat pilihan untuk mengatur dimensi vertikal dari header (atas) dan sill (bawah) pintu.

Pada Panel Floorplan terdapat masukan pilihan pada kedalaman dan lebar dari elemen reveal pintu.

H. Panel Dimension Marker

Panel ini digunakan untuk memberi marker atau tanda simbol dimensi pada Pintu.

clip_image030

Gambar 11.12. Panel Dimension Marker

Pilihan display penampakan marker pada floorplan dapat di-setting pada menu Document > Set Model View > Model View Option.

clip_image032

Gambar 11.13. Pengaturan pada Door Options

Pada panel ini terdapat banyak pilihan untuk editing marker, dari jenis fonts, warna, ukuran, dimensi garis, dan sebagainya.

I. Panel Marker Setting

Panel ini untuk editing lanjutan pada model marker, dan hanya aktif bila Anda memilih jenis marker tertentu pada panel Dimension Marker.

clip_image034

Gambar 11.14. Jendela Panel Marker Setting

Ada 2 pilihan pada editing marker, yaitu Marker Geometry yang mengatur dimensi dan bentuk marker, serta Marker Content untuk memasukkan teks pada marker.

clip_image036

Gambar 11.15. Pilihan Marker

J. Window Tool clip_image038. Sesuai namanya digunakan untuk membuat jendela pada desain, dari jenisnya juga dibedakan menjadi beberapa kelompok:

· Metal Window. Jenis kisi jendela dari metal yang bisa digunakan untuk pabrik, ruang mechanical electrical, dan gudang.

· Opening Window digunakan sebagai jendela bukaan dengan pelubangan pada tembok, bagus juga untuk menempatkan hole penghubung antara ruang makan dengan pantry.

· Wood/Plastic Window. Model jendela yang umum digunakan pada desain rumah, dimana pada sub pilihan terdapat banyak kategori pilihan untuk jenis jendela.

Editing Panel pada window mirip dengan door panel. Untuk itu akan dijelaskan secara ringkas saja pada tool editing tertentu yang membedakannya.

K. Panel Seting Advance Parameter <