Jan 22 2008
Trik Menentukan Tarif Desain Web Berdasarkan Jam
Sebelum ini, apakah Anda pernah bekerja dalam sebuah perusahaan jasa desain web? Bila pernah, berapa gaji Anda setahun? Mungkin 24 juta. Coba kita hitung, berapa jam dalam setahun Anda bekerja? Idealnya, banyaknya jam yang kita habiskan untuk bekerja per minggu sama dengan 40 jam. Padahal dalam 1 tahun ada 52 minggu. Jadi, hitung-hitungan kasarnya seperti ini :
• Jam kerja dalam 1 minggu = 40 jam
• 1 tahun = 52 minggu
• 40 x 52 = 2080 jam per tahun
Angka 2080 jam merupakan angka ideal. Dalam kenyataannya, terdapat banyak libur nasional, seperti HUT Kemerdekaan, Natal, Idul Fitri, Tahun Baru, dan libur lainnya sehingga, katakanlah, kita membulatkannya menjadi 1600 jam. Mari kita kembali ke angka 24 juta per tahun. Bila dalam 1 tahun Anda bekerja 1600 jam untuk mendapatkan uang sebesar 24 juta maka per jamnya Anda mendapat uang (24.000.000 : 1600) = Rp. 15.000/jam.
Uang dengan nilai Rp. 15.000/jam ini berlaku bila Anda bekerja dalam perusahaan lain. Kini, Anda ingin mendirikan perusahaan sendiri. Apakah Anda meminta tarif yang sama per jamnya untuk mengerjakan proyek desain web?
Tentu tidak. Sebagai pemilik perusahaan, Anda tidak bisa menikmati beragam fasilitas yang akan Anda terima bila menjadi pegawai sebuah perusahaan. Beban biaya yang terjadi dalam perusahaan Anda tanggung sepenuhnya, seperti telepon, akses internet, listrik, dan lain sebagainya termasuk biaya operasional. Bagaimana jika Anda harus menggarap desain web menggunakan Flash padahal Anda tidak menguasainya? Sekali lagi, uang akan keluar dari saku sendiri untuk membeli buku tentang Flash. Hitung juga pengeluaran yang terjadi bila Anda harus membayar di muka seorang freelancer atau partner. Yang terpenting, andaikan Anda sakit, siapa yang menanggung? Dana pribadi, bukan. Apabila menjadi pegawai, sakit bukanlah perkara sulit karena biasanya biaya berobat sudah dijamin oleh perusahaan. Lalu bagaimana dengan software? Setiap saat software perlu diperbarui, begitu juga komputer, scanner, printer, tinta printer, dan segala alat-alat yang sangat penting untuk produksi.
Perhitungan di atas cukup penting agar Anda tidak nombok (merugi) saat menerima proyek baru—ini khan aneh! Mari kita hitung, bila menggunakan patokan 15.000/jam dan proyek desain web selesai dalam 2 bulan (8 minggu) maka Anda mendapat uang sebesar Rp. 4.800.000,-. Uang ini mungkin akan dipotong untuk biaya web hosting, pendaftaran nama domain, dan maintenance¬¬- selama 1 tahun, termasuk update content, memasukkan foto atau gambar baru, dan biaya promosi menggunakan e-mail, newsletter, search engine submission, dan iklan baris. Bila dihitung-hitung, Anda malah rugi sebab selama Anda mengupdate dan mempromosikan situs itu, biaya akses internet sangat tinggi.
Untuk mendapatkan tarif yang pas per bulannya, Anda bisa menaikkan tarif per jam dalam prosentase tertentu, biasanya sebesar 35%-40%, atau menaikkannya sampai 2 kali lipat, sehingga mendapatkan angka Rp. 21.000, sampai Rp. 30.000/jam.
Angka di atas tentu bukan patokan yang baku. Anda bisa mendapatkan tarif per jam yang lebih sesuai dengan kondisi tertentu. Mungkin Anda tinggal di Amerika Serikat dan punya banyak pegawai. Angka ratusan dollar per jam bukanlah angka yang ajaib, itu bisa saja terjadi, seperti yang dipatok situs desain web Summitontheweb.Com yang menaksir angka minimal $85 per jam sampai $4675 per jam. Angka ini jauh di atas angka yang telah kita hitung bersama tadi.


