Sudah sebulan persis Jubilee Enterprise menguji coba internet super cepat 3.5G yang ditawarkan oleh IndosatM2. Berikut penilaian-penilaian kami atas layanan 3.5G tersebut:
1. Sampai saat ini, kami menilai IndosatM2 menawarkan koneksi internet yang tercepat. Memang Telkomsel dan XL menawarkan koneksi 3.5G juga. Tapi kami tidak melakukan pengujian. Sejauh ini, kami menggunakan koneksi berbasis CDMA (diwakili Fren-Centrin) dan ADSL (diwakili Speedy) dan terakhir, 3.5G dari Indosat.
2. CDMA yang diwakili Fren-Centrin menduduki kecepatan terendah jika dibanding Speedy. Untuk Speedy, layanan ADSL dari Telkom ini sebenarnya relatif cepat. Menariknya lagi, tarif yang dipatok oleh Speedy sangatlah murah. Tapi dibanding IndosatM2 3.5G, Speedy masih di bawahnya.
3. Dibanding yang lain, IndosatM2 3.5G menawarkan tarif yang masih kelewat mahal untuk ukuran saat ini, yaitu Rp. 0,35/Kb sehingga 1Gb kira-kira seharga Rp. 350.000,- (jika mengambil paket tentu jauh lebih murah). Sampai detik ini, IndosatM2 3.5G menggunakan sistem quota untuk tarifnya. Jika ingin yang berbasis waktu, Anda bisa mencoba Telkomsel Flash yang mematok tarif Rp. 350/menit.
4. Koneksi internet dengan IndosatM2 3.5G relatif stabil walaupun kita hanya mendapatkan sinyal dua bar saja.
5. Saat ini, IndosatM2 3.5G memberi layanan free modem namun dengan kontrak 18 bulan dengan menggunakan credit card. Modem yang ditawarkan adalah modem ZTE MF620. Bentuknya lebih kecil dibanding modem sebelumnya yang dikeluarkan oleh Huaweii namun secara keseluruhan, tampil lebih jelek dibanding Huaweii yang cenderung imut dan futuristik.
6. Modem ini bersifat plug-and-play dan tidak memerlukan CD installer sama sekali karena data-data installer langsung ada di dalam modem ini. Jadi, modem ini juga berfungsi sebagai storage media temporer (artinya, hanya bisa dibaca tapi tidak bisa dipakai untuk menyimpan data yang kita miliki).
7. Software Modem MF620 lebih stabil dibanding software Venus T-10 yang kami pakai untuk akses internet menggunakan Fren-Centrin. Fasilitasnya lengkap namun tidak tampilannya tidak semanis Huaweii yang tampilannya sempat kami lihat ketika Indosat melakukan demo di hadapan kami.
8. Layanan IndosatM2 sejauh ini baik karena bertempat di kantor yang secara khusus memang menangani masalah internet dan tidak dicampur dengan kantor Indosat yang mengurus masalah ponsel. Jadi, customer service serta kecepatan tanggapnya relatif cepat dan tidak perlu berburu antrian dengan orang-orang yang hanya sekedar menanyakan masalah ponsel dan jaringannya.
9. Jika Anda menggunakan layanan IndosatM2 3.5G ini, disarankan untuk menginstall software bandwidth meter supaya tidak kebobolan saat berinternet. Untuk mendapatkannya, cukup di-Googling dengan kata kunci "bandwidth meter". Nanti akan muncul banyak sekali software yang berhubungan dengan bandwidth meter ini. IndosatM2 sendiri memiliki layanan bandwidth meter di situsnya. Tapi sayang, tidak real time sehingga kita baru bisa mengecek penggunaan bandwidth sehari sesudah kita berinternet. Software modem ZTE MF620 yang disertakan untuk mengakses internet sebenarnya sudah dilengkapi dengan bandwidth meter juga.
10. Yang menarik, BTS untuk layanan 3.5G dari IndosatM2 ini dibuat terpisah dan tidak menyatu dengan BTS untuk voice. Artinya, walaupun trafik voice tinggi (artinya, banyak yang menggunakan ponsel di suatu area), tidak mempengaruhi kecepatan akses internet 3.5G ini. Hal yang berbeda masih terjadi di Fren Centrin dimana BTS untuk voice dan data masih dicampur menjadi satu sehingga koneksinya sangat lambat ketika trafik voice sangat tinggi.
Itulah beberapa kesimpulan yang kami dapatkan setelah pengujian 1 bulan menggunakan IndosatM2 3.5G. Secara keseluruhan, layanannya oke. Tapi dari harganya, sepertinya masih kemahalan.