Nov 20 2007

Nostalgia Yogyakarta dengan Google Maps

Published by Jubilee at 10:15 pm under Isu-Isu Terpanas!

Yogyakarta merupakan kota yang dinamis. Setiap hari, kota Gudeg ini selalu berbenah, mempercantik diri. Tujuh tahun yang lalu, misalnya, kawasan ring road selatan bak area kosong yang penuh dengan cerita misteri. Hantu, garong, dan segala bentuk "dunia kegelapan" menjadi cerita yang tak pernah sepi di area tersebut. Sekarang, daerah tersebut telah menjadi area elit yang gemerlap dan glamour. Terlebih, di situ dibangun perumahan Casa Grande yang lux dimana Digital Studio berada. Ya, daerah yang lux itu dulunya hanyalah padang pasir tempat penggemar motocross melakukan perlombaan.

Sekarang, Yogyakarta sudah menjadi area bisnis. Di awal tahun 2000, kita masih melihat Hotel Ambarrukmo berdiri megah di Jl. Adisucipto. Saat ini, hotel tersebut sudah tidak eksis walaupun gedungnya masih ada. Konon, karena sudah lama tidak ditinggali, hotel ini lebih menyerupai sarang hantu. Di sisi kiri hotel tersebut sekarang berdiri megah Plaza Ambarrukmo, area pertokoan yang sangat elit dimana Bread Talk dan Rotiboy saling beradu. Bagaimana wajah Hotel Ambarrukmo ketika masih eksis dan belum didampingi oleh Plaza Ambarrukmo? Sulit untuk mencari jawabannya. Kebetulan, kami iseng melacak kota Yogyakarta menggunakan Google Maps. Untunglah, kami mendapatkan visualisasi citra satelit yang memperlihatkan area Hotel Ambarrukmo lengkap dengan pemandangan kolam renangnya. Di sebelah kirinya, Plaza Ambarrukmo belum berdiri. Tampak di situ area kosong dimana sekarang sudah berdiri Plaza Ambarrukmo (Lihat Gambar 1).

Ke barat lagi, kita akan menemukan IAIN Sunan Kalijaga, satu-satunya IAIN di kota Yogyakarta. Dulu, kampus ini tak pernah sepi dengan aksi demo ketika Soeharto masih berkuasa. Masjid besar yang berdiri megah di atas tangga berundak seolah-olah telah menjadi trade mark kampus yang sekarang berganti nama menjadi UIN Kalijaga ini. Saat ini, kampus tersebut sudah dirombak total. Keberadaan masjidnya pun masih dalam tahap rekonstruksi. Tapi lewat Google Maps pula, kita bisa menyaksikan kemegahan kubah masjid IAIN Sunan Kalijaga dari atas (lihat Gambar 2).

Terakhir, apakah Anda penasaran dengan kantor Jubilee Enterprise? Benar, kantor kami berdiri di samping area persawahan yang masih sejuk. Jika ingin melihatnya, cobalah tengok Gambar 3 di bawah ini. Lihat area sawah yang masih kosong di sisi kanan bawah. Di sampingnya (tepat di samping ikon tangan yang ada di situ), berdiri kantor Jubilee Enterprise.

Akhirnya, kita pun bisa bernostalgia dengan teknologi Google Maps ini. Rindu dengan Yogya? Coba cari area-area lain yang masih terekam oleh aplikasi canggih ini.

Hotel Ambarrukmo

Kubah Masjid IAIN

Kantor Jubilee Enterprise

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply

Close
E-mail It