Archive for March, 2007

Mar 31 2007

Wawancara dengan Sdri. Irine Ramon, Penulis Novel “Little Secrets”

Published by Jubilee under Isu-Isu Terpanas!

Awal bulan Maret 2007, Jubilee Enterprise bekerja sama dengan PT Elex Media Komputindo telah merilis novel terbaru yang ditulis oleh Sdri. Irine Ramon. Novel ini kiranya bisa menjadi semacam “pencerahan” di dunia novel itu sendiri. Mengapa? Karena di balik tema-tema yang sangat umum saat ini, novel berjudul “Little Secrets” ini berani masuk ke tema yang sangat tidak lazim untuk ukuran sekarang, yaitu tema tentang transeksual. Beberapa waktu, Jubilee Enterprise melakukan wawancara secara tertulis dengan Sdri. Irine Ramon. Berikut petikan wawancara yang menggambarkan secara global novel “Little Secrets” dan peristiwa behind the scene yang mengawali pembuatan novel tersebut.

1. Apa yang membedakan novel "Little Secrets" dengan novel-novel sejenis yang sudah ada sebelumnya?

Novel saya menyinggung sedikit soal transgender atau transseksual, memang tidak dibahas terlalu mendalam tapi mengangkat sedikit soal fenomena yang belum terlalu banyak dibahas di novel-novel chicklit.

2. Mengapa tema tentang transeksual lebih menarik perhatian Anda?

Nggak ada alasan khusus sebetulnya tapi saya tertarik karena untuk orang-orang transgender atau transeksual ini, mereka merasa pada awalnya seperti lahir di tubuh yang salah dan sering bertanya-tanya siapa sebenarnya mereka ini. I think many people will relate to this question, pertanyaan ini kan soal pencarian jati diri, yang sering juga ditanyakan oleh banyak orang lainnya, bukan hanya orang-orang transgender saja.

3. Bagaimana cara Anda riset tentang kehidupan orang yang hidup dalam fenomena transeksual ini?Apakah ada pengalaman pribadi, teman, atau keluarga yang menjadi rujukan?

Khusus untuk transseksualnya sendiri, selain lewat pengalaman orang-orang terdekat, saya juga sering baca bacaan yang membahas soal ini, browsing di internet sampai lewat tv. Untuk beberapa kejadian, ada juga yang saya ambil dari pengalaman saya sendiri.

4. Menurut Anda, mengapa seseorang-seperti pacar Ibu Mody-bisa mengalami masalah transeksual dan memutuskan untuk berganti kelamin? Apakah faktor biologis atau psikologis?

Soal sebabnya ini bahkan sampai sekarang masih diperdebatkan dan masih sulit untuk diketahui tapi yang jelas situasi ini ada dan terjadi di masyarakat manapun, termasuk di Indonesia. Yang saya tahu, tidak banyak yang kemudian benar-benar memutuskan untuk berganti kelamin karena berbagai alasan. Kadang-kadang banyak orang yang terlalu fokus mencari apa sebabnya tapi menurut saya yang paling penting adalah mencari solusi untuk masalah yang ada, membuka diskusi dengan mereka dan mencoba menerima mereka dengan baik, tanpa prasangka.

5. Setelah novel "Little Secrets" ini terbit, apakah ada semangat lagi untuk menulis novel-novel selanjutnya? Kira-kira apakah temanya juga masih berkaitan dengan dunia transeksual?

Tentunya, saya nggak mau kalau karya penulisan saya hanya berhenti sampai di sini saja. Semakin sering saya menulis, tentunya saya berharap kemampuan menulis saya akan semakin terasah dan mampu memperbaiki kekurangan-kekurangan yang ada di novel yang sebelumnya. Soal tema, tentunya saya ingin juga menulis berbagai macam tema, tidak terbatas hanya soal transeksual saja jadi saya akan selalu mempertimbangkan beragam macam pilihan tema.

6. Apakah masyarakat umum menerima fenomena transeksual ini? Bukankah sangat beresiko jika menulis novel tentang tema yang belum sepenuhnya diterima oleh masyarakat (misalnya novel tersebut tidak dibeli atau malah diprotes)?

Soal penerimaan terhadap fenomena transeksual, saya tak bisa berbicara mewakili semua orang ya..tapi saya rasa masyarakat sekarang semakin terbuka dan whether they like it or not, fenomena ini nyata. Soal setuju atau tidak setuju itu kan hak masing-masing pribadi. Saya rasa kalau kita menulis novel, kita harus memberi kebebasan pada diri sendiri untuk mengembangkan tulisan kita semaksimal mungkin, tidak membatas diri karena rasa takut novelnya nggak laku atau bahkan diprotes. Apalagi untuk kisah yang terinspirasi dari kisah nyata, seperti Little Secrets, yang hanya ingin menyampaikan kenyataan yang ada.

7. Siapa penulis novel yang paling mempengaruhi cara Anda berpikir dan menulis novel?

Sebetulnya banyak, tapi pada saat penulisan novel ini saya lagi membaca buku-bukunya Sophie Kinsella. Tulisannya ringan seperti Chicklit pada umumnya tapi cukup detil dan membuktikan hasil riset yang mendalam. Di Indonesia sendiri, salah satu penulis chicklit yang saya sukai itu Alberthiene Endah.

8. Sepertinya, hidup seorang Mody dalam novel "Little Secrets" sangat malang. Bagaimana pendapat Anda?

Mody memang merasa dirinya malang, tapi kadang-kadang ini terjadi karena situasi yang dipilih dan diciptakannya sendiri. Ia gadis yang tertutup dan sedikit misterius. Ia banyak membuat rekaan dan asumsi sendiri di dalam dirinya jadi tanpa dia sadari she’s building a wall around herself. Intinya, dia sempat labil karena tak tahu benar-benar apa yang ia inginkan.

9. Apa yang ingin Anda sampaikan ke masyarakat dengan novel "Little Secrets" ini?

Intinya, novel “Little Secrets” ini ingin menyampaikan bahwa kadang-kadang diperlukan berbagai macam dorongan dan mungkin juga “tamparan” untuk menjadi diri sendiri tanpa perlu pura-pura dan juga untuk dapat menerima orang lain apa adanya. Novel ini tidak menulis soal benar atau tidaknya transeksual itu tapi hanya mencoba membahas perjuangan seseorang mencari jati diri, mengejar mimpi dan mewujudkannya.

10. Apakah Anda sudah punya penggemar setelah novel ini terbit?

Haha.. saya pernah ditelepon seorang pembaca dari Makassar (yang pada saat menelepon saya ternyata ada di Papua). Ia bilang situasi pekerjaan Mody itu sama persis dengan yang dia alami (bedanya Mody itu perempuan dan si pembaca ini laki-laki), ia juga bilang kalau ia suka dengan novel saya dan malah sudah ada rencana jadi penulis juga.

11. Ceritakan pengalaman Anda yang paling menarik sewaktu menulis novel ini.

Saking serius dan asyiknya menulis sampai-sampai cerita dan tokoh-tokohnya seringkali terbawa-bawa dalam mimpi saya hampir tiap malam, membuat saya sering tidak bisa tidur nyenyak.

12. Yang terakhir, bagaimana caranya Anda mengatasi kejenuhan saat menulis novel "Little Secrets"? Berapa lama waktu yang Anda butuhkan untuk menulis novel ini?

The funny thing is, saya nggak pernah merasa jenuh waktu menulis novel ini mungkin karena sebelum penulisan semua data dan karakternya sudah lengkap. Bisa dibilang, novel ini yang ‘mengerjakan’ saya dan bukan sebaliknya, dimana pun saya berada kejadian-kejadiannya seperti berputar-putar terus di dalam kepala saya dan bikin saya ingin terus menulis, meskipun sebenarnya saya saat itu sedang ingin istirahat. Tapi tentu saja biar tidak terlalu lelah, saya mengatasinya dengan jalan-jalan, baca buku, nonton film or even playing computer games… Saya sendiri menyelesaikan Little Secrets dalam waktu dua setengah bulan dan setelah itu beberapa sahabat kemudian jadi first reader ‘Little Secrets’, sebelum akhirnya dikirim ke penerbit. ------------------------------------------------------------------------

Novel “Little Secrets” dapat dibeli di seluruh toko buku Gramedia, Toga Mas, Gunung Agung, dan toko buku-toko buku di sekitar tempat Anda tinggal.

3 responses so far

Mar 27 2007

Game Flash di Ponsel

Published by Jubilee under Isu-Isu Terpanas!

Anda ingin membuat game ponsel tapi nggak bisa Bahasa Java?

Jangan khawatir…pertengahan tahun 2007 ini Adobe akan memperkenalkan Flash Lite 3 yang dikhususkan untuk pengguna ponsel. Itu artinya, content dalam format Flash sudah bisa dimainkan dalam media ponsel. Kabar baiknya adalah, game berbasis Flash juga termasuk content yang kemudian juga akan bisa dimainkan via ponsel-ponsel yang support Flash Lite 3.

Seperti kita ketahui, aplikasi yang paling mudah untuk membuat game adalah Flash. Tidak ada yang membantah hal ini…Oleh karena itulah, para developer game berbasis Flash jadi punya lahan baru. Mereka bisa jualan game Flash atau menawarkan content yang lain.

Rencana awalnya, Flash Lite ini akan jalan di platform-platform berbasis Symbian S60 V2/V3, Qualcomm BREW 2.x/3.x, dan Microsoft Windows Mobile 5. Di kemudian hari, tentulah platform yang mendukung Flash Lite akan semakin bertambah…

Kalau tidak pintar bikin game menggunakan Flash, Anda juga bisa membuat content menarik…misalnya animasi lucu atau clip-clip menarik lainnya.

-----------------------------------------------

Bacaan lebih lanjut:

- Teknik Membuat Game dengan Flash 8 – PT Elex Media Komputindo

- Kreasi Peta dengan Flash 8 – PT Elex Media Komputindo

4 responses so far

Mar 25 2007

Photoshop Gratisan ???

Published by Jubilee under Isu-Isu Terpanas!

Mau pakai Photoshop tapi nggak kuat beli yang ori?

Kabar gembira buat Anda…sebab kalau jadi (sekali lagi kalau memang benar-benar jadi), Adobe berniat meluncurkan Photoshop berbasis website. Jadi, kita bisa menggambar, mendesain, atau mengedit foto langsung di dalam jendela browser. Menariknya lagi, Photoshop berbasis website ini gratis…tis…tis. Adobe akan mendapat pemasukan dari pemasangan iklan seperti layaknya Google.Com atau lainnya.

Dari hasil wawancara yang dirilis oleh CNET, Photoshop berbasis website ini—menurut CEO Adobe Bruce Chizen—akan di-release pada akhir tahun ini (2007). Tapi kabarnya, tidak semua fitur yang ada di Photoshop CS3 akan ada pula di Photoshop website ini. Bisa jadi, ini hanya sekedar strategi Adobe untuk mempromosikan Photoshop CS3 ini dengan menciptakan semacam “dummy” dalam bentuk Photoshop website yang fiturnya tidak lengkap tapi dibuat sedemikian rupa sehingga para penggunanya penasaran untuk mendapatkan CS3…

Tapi bagaimanapun juga, ini ide yang menarik dan revolusioner karena belum ada vendor software besar yang berani seperti ini…kita tunggu tanggal mainnya saja!

3 responses so far

Mar 24 2007

Mem-PDF-kan Office 2007

Published by Jubilee under Isu-Isu Terpanas!

Berbeda dengan release sebelumnya, MS Office 2007 dilengkapi dengan fasilitas “Save as PDF” yang memungkinkan kita membuat dokumen PDF secara mudah tanpa harus menginstall software tambahan (baca buku Jubilee Enterprise “SPP Trik Cepat Menguasai Word 2007” atau “101 Tip dan Trik MS Word 2007” terbitan PT Elex Media Komputindo). Dalam beberapa kasus, fasilitas “Save as PDF” ini harus didownload secara gratis terlebih dulu yang prosesnya harus berhadapan dengan registrasi Office 2007 di situs Microsoft.Com (kabar buruk bagi yang pakai bajakan heheheh…)

Office 2007

Hampir bersamaan dengan peluncuran Office 2007, Adobe sudah terlebih dulu meluncurkan Adobe Acrobat 8. Di masa lalu, Adobe Acrobat 7 dan versi sebelumnya selalu dipakai untuk mengubah dokumen .Doc buatan Office 2003 menjadi dokumen .PDF. Tapi sayang, Adobe Acrobat 7 tidak support MS Office 2007. Uniknya juga, Adobe Acrobat 8 tidak support Office 2007. Artinya, kalau Office 2007 tidak ada fasilitas “Save as PDF” maka Anda harus pakai cara lain untuk mengubah dokumen yang Anda ketik menjadi PDF. Misalnya saja, dengan menyimpan dokumen tersebut ke Office versi lama. Tapi resikonya, layout dokumen acapkali akan berantakan.

Tapi untungnya, Adobe segera menyadari “masalah kecil namun mengganggu” ini. Kira-kira pertengahan tahun 2007 nanti, Adobe akan merelease free-update untuk membuat agar Adobe Acrobat 8 bisa support Office 2007. Hanya saja sayangnya, Adobe Acrobat 7 tetap tidak bisa support Office 2007 (padahal sama-sama ada angka 7-nya ya heheheh)

--------------------------------------------------------

Bacaan yang dianjurkan:

  • “SPP Trik Cepat Membuat Dokumen PDF dengan Adobe Acrobat 7” (cetakan ke-2) – PT Elex Media Komputindo
  • “SPP Trik Cepat Menguasai MS Word 2007” – PT Elex Media Komputindo
  • “SPP Trik Cepat Menguasai MS Excel 2007” – PT Elex Media Komputindo
  • Seri “101 Tip dan Trik” untuk Word 2007, Excel 2007, dan Powerpoint 2007 – PT Elex Media Komputindo

-----------------------------------------------------------

No responses yet

Mar 24 2007

Windows Vista VS Adobe CS2

Published by Jubilee under Buku Baru

Windows Vista

Anda sudah menginstall Windows Vista?

Seorang pembaca pernah bercerita ke Tim Jubilee Enterprise bahwa ia merasa bimbang untuk meng-install Windows Vista ke dalam komputernya mengingat ia sangat sering menggunakan Photoshop CS2 untuk bisnis wedding photography-nya. Takutnya, Windows Vista akan “mengkacaubalaukan” sistem Photoshop CS2. Maklum, versi Creative Suite 2 dibuat oleh Adobe kira-kira 2 tahun sebelum Windows Vista resmi diluncurkan bulan Februari 2007 lalu…

Lantas, benarkah Windows Vista tidak support Adobe Photoshop CS2? Sejauh ini, belum pernah ada laporan yang menyatakan bahwa Photoshop CS2 akan crash ketika dijalankan di Windows Vista. Adobe sendiri sudah  mengantisipasi kemungkinan adanya gangguan kecil yang terjadi pada produk CS2 ketika dijalankan menggunakan Windows Vista dengan menyediakan artikel-artikel khusus di situsnya (masuklah ke www.adobe.com/go/support dan ketiklah “Vista”).

Sejauh ini hanya baru Adobe Acrobat Profesional 7 saja yang dilaporkan mengalami masalah dengan Windows Vista. Oleh karena itu, disarankan untuk meng-upgrade versi 7 dengan versi 8 yang diluncurkan awal tahun 2007 lalu (yang dipaketkan juga dalam versi Adobe CS 2.3 yang sudah include Dreamweaver 8 di dalamnya sebagai bonus).

Jadi, bagi pengguna Photoshop CS2, Illustrator CS2, dan InDesign CS2, tampaknya tidak perlu khawatir berlebihan. Walaupun demikian, kalau tidak terlalu mendesak, lebih baik tidak perlu grusa-grusu untuk segera beralih ke Vista. Mengapa? Karena Vista membutuhkan resource teknologi yang sangat tinggi yang bisa jadi malah membuat Photoshop CS2 tidak berkinerja baik. Padahal di satu sisi, Photoshop CS2 tidak bisa mendapatkan fitur tercanggih dari Windows Vista, misalnya saja penggunaan teknologi 32-bit yang rencananya baru diaplikasikan pada Photoshop CS3 yang nanti akan diluncurkan musim panas oleh Adobe.

Sejauh ini, hanya beberapa produk Adobe saja yang benar-benar sudah Vista-Ready, yaitu:

Sedangkan software yang tidak disarankan sama sekali untuk dijalankan di Windows Vista karena alasan tidak bisa bekerja dengan baik, tidak bisa diluncurkan, atau mengalami crash total antara lain:

  •  Adobe CS1 (semua produk Adobe CS1 termasuk Photoshop, dll)
  • Adobe PageMaker 7
  • Macromedia Freehand
  • Adobe Ultra 2
  • Adobe DV Rack HD 2
  • Adobe Vlog It!
  • Adobe Ovation
  • Adobe Acrobat 3D
  • Adobe Acrobat 7 ke bawah

--------------------------------------------------------------

Bacaan buku tentang Windows Vista dan produk Adobe yang disarankan:

vista

  • Trik Networking dan Fotografi Digital (cetakan ke-2) - PT Elex Media Komputindo
  • 101 Tip dan Trik Windows Vista – PT Elex Media Komputindo
  • 22 Kasus Seleksi Photoshop CS2 (cetakan ke-2) - PT Elex Media Komputindo
  • 101 Tip dan Trik Photosho CS2 (cetakan ke-4) – PT Elex Media Komputindo
  • Photoshop CS2 Masking and Compositing – PT Elex Media Komputindo

----------------------------------------------------------------

No responses yet

Mar 23 2007

Photoshop CS3 Dua Versi?

Published by Jubilee under Isu-Isu Terpanas!

 Adobe Photoshop CS3

Tahukah Anda bahwa Photoshop CS3 akan diluncurkan dalam 2 versi?

 
Bisa jadi, musim panas tahun ini menjadi tahun bersejarah bagi Adobe Photoshop sejak dibuat oleh Thomas Knoll lebih dari satu dekade lalu. Saudara kandung John Knoll (supervisor efek spesial untuk film “Pirates of the Carribean: The Dead Man Chest”) ini mungkin tidak akan menyadari bahwa Photoshop sampai saat ini tetap menjadi software editing foto dan desain grafis yang paling prestisius.

Kembali ke Photoshop CS3….(kalau buat Tukul, Photoshop CS3 diganti sama laptop :) )

Walaupun belum secara resmi diberitakan, sudah keluar rasan-rasan dari Photoshop dan orang-orang di balik NAPP bahwa Photoshop CS3 akan diluncurkan dalam 2 versi, yaitu Standard Edition dan Extended Edition. Namanya juga rasan-rasan, jadi belum begitu jelas apa yang membedakan keduanya. Tapi berdasarkan sumber yang dapat dipercaya, Photoshop CS3 versi Extended memiliki nilai tambah yang semakin lengkap untuk dunia arsitektur, engineering, dunia farmasi, dan ilmu pengetahuan. Termasuk di dalamnya ada fasilitas terintegrasi untuk editing film, dan multimedia…

Ngomong-ngomong tentang Photoshop untuk dunia farmasi (medical science), kira-kira apa ya yang telah disediakan oleh Photoshop CS3 Extended ini…apakah nanti di dalam menu Filter terdapat filter X-Ray yang bisa menembus foto kulit manusia sehingga kelihatan jeroannya…??? Wah hati-hati dengan dampak sinar-X nih…:p

Btw, kalau Photoshop CS3 sudah diluncurkan, Jubilee Enterprise berkomitmen untuk membuat buku Photoshop CS3 yang pertama kali…!

One response so far

Mar 21 2007

Sample Chapter “101 Tip dan Trik Excel 2007″

Published by Jubilee under E-Book & Video Tutorial

excel 2007

Di awal tahun 2007, Jubilee Enterprise telah meluncurkan buku “101 Tip dan Trik Excel 2007” terbitan PT Elex Media Komputindo. Sudah tidak terhitung lagi berapa buku seri “101 Tip dan Trik” yang sudah dibuat oleh Jubilee Enterprise.

Itu artinya, koleksi Office 2007 kami termasuk yang paling lengkap. Selain “101 Tip dan Trik Excel 2007”, Anda juga dapat membaca buku “SPP: Trik Cepat Menguasai Excel 2007”.

Kalau ingin dapat sample chapter dari buku “101 Tip dan Trik Excel 2007” silakan klik di sini!

Sample Chapter “101 Tip dan Trik Excel 2007″

3 responses so far

Mar 20 2007

Jadwal Terbit dan Cetak Ulang 21 Maret 2007

Published by Jubilee under Buku Baru

Tanggal 21 Maret 2007, Jubilee Enterprise meluncurkan buku berjudul “SPP Trik Cepat Menguasai Excel 2007” yang diterbitkan oleh PT Elex Media Komputindo  (lihat jadwal lengkapnya di sini). Pada tanggal tersebut pula, salah satu buku produksi Jubilee, yaitu “101 Tip dan Trik Photoshop CS” mengalami cetak ulang lagi. Berarti, buku tersebut sudah dicetak ulang sebanyak 4 kali (lihat jadwal cetak ulangnya di sini).

Di masa mendatang, kami masih berfokus diri pada aplikasi Office, Vista, dan grafis. Jadi tunggu buku-buku terbaru kami…!

One response so far

Mar 19 2007

Penulis TI dan HaKI

Published by Jubilee under Isu-Isu Terpanas!

Windows XPsaya sendiri sejak dulu setuju dengan penegakan HAKI. Teman-teman saya di Elex Media dan juga penerbit-penerbit kecil pun tetap saja sama. Bahkan, ada yang secara tegas ia harus menganjurkan di kantornya menggunakan software legal. Kalau ada yang gratis, kata dia, lebih baik pilih yang gratisan saja. Walhasil, software non gratisan legal yang terinstall di komputer miliknya hanyalah MS Windows XP yang ia dapat begitu ia membeli komputer itu (sudah terinstall di dalamnya).sedang untuk lainnya, misalnya mengetik, ia menggunakan openoffice. untuk mendesain, ia menggunakan GIMP yang katanya hasilnya bisa sebagus Adobe. Saya sendiri belum pernah membuktikan apakah GIMP setara dengan Photoshop.lantas, bagaimana dengan penulis buku2 komputer? Saya sendiri kurang tahu apakah 100% penulis buku-buku komputer memiliki software legal. Tapi saya juga tidak mau gembar-gembor ke media massa bahwa penulis buku komputer wajib memiliki software legal 100%, mulai dari Windows XP sampai ke software ringan seperti HyperSnap, misalnya (untuk capture gambar).

Mengapa?

Pasti, tidak ada yang kuat beli Windows XP, MS Office, Adobe, Macromedia, dan lain sebagainya sekaligus. Apalagi, usia software-software itu sangat singkat.Kalau sudah begini, ada beberapa skenario yang mesti dijalankan. Antara lain:

1. membeli software asli secara bertahap.

Lewat skenario ini, pakai software bajakan untuk membuat proyek 3-4 buku terlebih dulu. Setelah mendapatkan royalti yang cukup, belilah software-software asli secara bertahap.Kemudian, tulislah buku-buku Anda menggunakan software-software asli itu. Kalau sudah dapat uang lagi, belilah yang software lain yang asli sampai semuanya sempurna. Ingat, untuk membeli software yang berjuta-juta harganya, Anda tidak bisa hidup dari 1 buku komputer saja.Apakah hal ini melanggar nurani? Asal hati kita tulus dan punya komitmen untuk membeli yang asli, tentunya masalah ini tidak perlu perlu membawa korban perasaan yang mendalam. Toh, dengan menulis buku komputer, vendor software tersebut akan terbantu dan mereka akan terbantu lagi kalau Anda membeli yang asli, khan...?

2. menggunakan software open source atau gratisan

skenario ini bisa diterapkan kalau pasar buku komputer di tanah air ini mendukung. Misalnya saja, Anda ingin mengulas dunia desain grafis. Alih-alih membeli Photoshop, Anda memutuskan untuk mengulas GIMP yang bekerja di mode Linux. Masalahnya, apakah GIMP itu bisa diterima pasar? Kalau tidak laku bagaimana? Hanya ada sedikit software gratisan yang laku. Salah satunya OpenOffice dan kalau bicara tentang script, sebut saja PHP yang lebih unggul dibanding ASP.Skenario ini kurang bisa bekerja dengan baik kalau software gratisan yang Anda pakai tidak laku jika dibukukan. Tapi, ini legal tho...

3. menggunakan komputer "pihak lain"

kalau memang ngotot ingin menulis buku komputer tapi nggak ingin hati nuraninya serba bersalah karena komputer kita pakai software bajakan, pakailah komputer "pihak lain". Yang disebut pihak lain di sini adalah rental komputer, warnet, atau teman kita yang sudah 100% legal softwarenya.Cara ini aman untuk hati nurani. Tapi, Anda juga harus capek-capek bolak-balik ke tetangga untuk akses software legal.Yang penting, kata mas Edy Zaqeus dalam e-mail ini, "orang sukses kelebihan satu cara". Sekarang, cara mana yang Anda tempuh, terserah Anda sendiri...kalau hanya karena masalah bajakan seperti itu kemudian jadi minder, itu sama saja kita nggak mau jadi pengusaha hanya karena kita membaca di koran-koran banyak pengusaha suka korupsi, nilep pajak, berbuat aneh-aneh termasuk kawin cerai, dan sebagainya. Yang penting, kita punya komitmen dan caranya saja...thanks,

Gregorius Agung

3 responses so far

Mar 19 2007

Koneksi Internet Centrin-Fren

Published by Jubilee under Isu-Isu Terpanas!

Saat ini, Jubilee Enterprise memakai jaringan internet yang disediakan oleh Centrin Online dan Fren (Mobile-8). Sebenarnya, rencana penggunaan jaringan internet wireless ini sudah kami siapkan sangat lama. Hanya saja, kami masih sangat perhitungan :)

Maklum, penawaran sangat banyak…Sebelum memakai Centrin-Fren, pilihan kita ada beberapa opsi, antara lain:

  • Koneksi menggunakan wireless memakai provider LC Net atau Citra Net
  • Koneksi menggunakan ADSL Telkom Speedy
  • Koneksi menggunakan cable internet (JogjamediaNet)

Akhirnya, pilihan jatuh ke koneksi menggunakan wireless yang disediakan oleh Centrin Online dan Fren. Sudah kira-kira 3 minggu kita memakai koneksi Centrin-Fren ini. Alasannya, penawaran modem-nya sangat murah (hanya sekitar 600 ribuan sudah termasuk kartu Fren, pulsa, free access selama 4 jam, dan lain sebagainya). Modem yang dipakai bermerk Venus VT-10.

Mau tahu kesannya menggunakan jaringan Centrin-Fren tersebut? Berikut kesan dan penilaian kami:

  • Secara umum, kami puas dengan kecepatan aksesnya…!
  • Proses connect ke VPN sangat sulit. Bahkan kadang-kadang bisa 10x coba baru connect ke internet.
  • Modem cepat panas tapi menurut pengamatan kami, tidak berimbas banyak terhadap kualitas koneksi.
  • Koneksi cukup stabil (di jam-jam sibuk pun koneksi tetap cepat, lancar, dan tidak mengalami masalah berarti).
  • Tarifnya cukup murah (paling tidak dibanding TelkomNet Instan), yaitu sekitar Rp. 160/menit.
  • Sayang, software untuk menelepon, mengirim SMS, dan koneksi internet berbasis quota yang telah disediakan (T-10 Venus CDMA 2000 1x) kurang memuaskan. Selain tampilannya ala kadarnya, acapkali software ini juga tidak stabil.

Tapi, dalam jangka panjang, kita masih tetap menggunakan jaringan Centrin-Fren selama kualitas koneksinya masih cepat dan lancar.

3 responses so far

Next »

Close
E-mail It